32.4 C
Manado
Selasa, 9 Agustus 2022

Vaksin AstraZeneca Diklaim Paling Efektif Lawan Varian Delta, Perlindungan di Atas 90 Persen

MANADOPOST.ID – AstraZeneca mengklaim vaksin Covid-19 buatannya efektif melawan varian Delta. Perlindungan yang dihasilkan dari vaksin AstraZeneca terhadap varian Delta bahkan di atas 90 persen.

Dikutip dari Reuters, Rabu (23/6/2021), pada pekan lalu analisis oleh Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa vaksin yang dibuat oleh Pfizer Inc dan AstraZeneca memberikan perlindungan tinggi lebih dari 90 persen terhadap rawat inap dari Varian Delta covid-19. Sementara penelitian terbaru Oxford sendiri dilakukan berdasarkan analisis terbaru PHE ini.

Hal yang sama pun diungkapkan Ketua Satgas PB IDI Prof Zubairi Djoerban bahwa dua dosis vaksin AstraZeneca terbukti memberi perlindungan pada varian Delta sebanyak 92 persen, sedangkan vaksin Pfizer lebih tinggi yaitu 96 persen.

“Jadi, intinya adalah vaksin Covid-19 bisa melindungi kita dari berbagai varian Covid-19,” katanya dalam talkshow di Instagram Live Okezone Stories, Kamis (24/6/2021).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Namun, perlu diingat bahwa perlu dua dosis untuk bisa mendapat efektivitas tinggi tersebut. Sebab, pada semua jenis vaksin Covid-19, dosis pertama hanya memiliki efektivitas 30 persen.

Lalu, bagaimana dengan nasib mereka yang menerima vaksin Sinovac? Apakah boleh menerima suntikan vaksin AstraZeneca juga supaya dapat manfaat perlindungan dari varian Delta

Prof Beri menerangkan bahwa memang sampai saat ini Sinovac belum memiliki data mengenai efektivitas vaksinnya terhadap varian Delta. “Karena belum ada studi ilmiahnya, jadi tidak diketahui apakah vaksin Sinovac itu ampuh melindungi tubuh dari varian Delta,” ungkapnya.

Tapi, tidak kemudian mereka yang menerima vaksin Sinovac memaksa pemerintah untuk mendapatkan juga vaksin AstraZeneca. Sebab, vaksin Sinovac pun diketahui memberi khasiat yang baik untuk menjaga tubuh dari serangan Covid-19.

“Data di Amerika Serikat mengenai vaksin AstraZeneca dan pfizer, pada kelompok yang sudah mendapat dua dosis vaksin pun masih ada yang terinfeksi meski jumlahnya amat sedikit. Dari 101 juta penduduk yang divaksin dua dosis, hanya 10 ribuan yang harus dirawat di rs,” terangnya.

Ini mengartikan, sambung Prof Beri, bahwa tidak ada vaksin yang mampu memproteksi tubuh 100 persen. “Jadi, kalau sudah divaksin, tetap jalankan prokes dengan disiplin,” saran Prof Beri. (hel/okezone)

 

MANADOPOST.ID – AstraZeneca mengklaim vaksin Covid-19 buatannya efektif melawan varian Delta. Perlindungan yang dihasilkan dari vaksin AstraZeneca terhadap varian Delta bahkan di atas 90 persen.

Dikutip dari Reuters, Rabu (23/6/2021), pada pekan lalu analisis oleh Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa vaksin yang dibuat oleh Pfizer Inc dan AstraZeneca memberikan perlindungan tinggi lebih dari 90 persen terhadap rawat inap dari Varian Delta covid-19. Sementara penelitian terbaru Oxford sendiri dilakukan berdasarkan analisis terbaru PHE ini.

Hal yang sama pun diungkapkan Ketua Satgas PB IDI Prof Zubairi Djoerban bahwa dua dosis vaksin AstraZeneca terbukti memberi perlindungan pada varian Delta sebanyak 92 persen, sedangkan vaksin Pfizer lebih tinggi yaitu 96 persen.

“Jadi, intinya adalah vaksin Covid-19 bisa melindungi kita dari berbagai varian Covid-19,” katanya dalam talkshow di Instagram Live Okezone Stories, Kamis (24/6/2021).

Namun, perlu diingat bahwa perlu dua dosis untuk bisa mendapat efektivitas tinggi tersebut. Sebab, pada semua jenis vaksin Covid-19, dosis pertama hanya memiliki efektivitas 30 persen.

Lalu, bagaimana dengan nasib mereka yang menerima vaksin Sinovac? Apakah boleh menerima suntikan vaksin AstraZeneca juga supaya dapat manfaat perlindungan dari varian Delta

Prof Beri menerangkan bahwa memang sampai saat ini Sinovac belum memiliki data mengenai efektivitas vaksinnya terhadap varian Delta. “Karena belum ada studi ilmiahnya, jadi tidak diketahui apakah vaksin Sinovac itu ampuh melindungi tubuh dari varian Delta,” ungkapnya.

Tapi, tidak kemudian mereka yang menerima vaksin Sinovac memaksa pemerintah untuk mendapatkan juga vaksin AstraZeneca. Sebab, vaksin Sinovac pun diketahui memberi khasiat yang baik untuk menjaga tubuh dari serangan Covid-19.

“Data di Amerika Serikat mengenai vaksin AstraZeneca dan pfizer, pada kelompok yang sudah mendapat dua dosis vaksin pun masih ada yang terinfeksi meski jumlahnya amat sedikit. Dari 101 juta penduduk yang divaksin dua dosis, hanya 10 ribuan yang harus dirawat di rs,” terangnya.

Ini mengartikan, sambung Prof Beri, bahwa tidak ada vaksin yang mampu memproteksi tubuh 100 persen. “Jadi, kalau sudah divaksin, tetap jalankan prokes dengan disiplin,” saran Prof Beri. (hel/okezone)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/