29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Peresmian Bendungan Kuwkaw Ditargetkan Menteri Basuki Tahun Ini, Kawengian: Lakukan Pengamanan Aset

MANADOPOST.ID—Setelah sebelumnya Bendungan Kuwil Kawangkoan (Kuwkaw) mendapatkan kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Infrastruktur Sukriansyah Latief belum lama ini, untuk memastikan peresmian bendungan tersebut. Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) I Komang Sudana melalui Kepala Seksi Pelaksanaan Allanos Kawengian pun kembali menegaskan bahwa bendungan ini ditargetkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk rampung pada tahun 2022.

Hal ini ditegaskan Kawengian disela-sela kegiatan Penyerahan Hasil Pengadaan Tanah oleh Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Bendungan Kuwkaw.

“Saat ini Bapak Menteri menargetkan bahwa Bendungan Kuwil harus selesai di tahun ini,” ungkap Kawengian. Menurutnya pula bahwa dari progres pekerjaan 88 persen, Bendungan Kuwkaw ditargetkan untuk dilakukan impounding (pengisian air) pada Oktober mendatang.

Tampak Bendungan Kuwil Kawangkoan yang didesign khusus memiliki objek wisata kebudayaan waruga. 

“Mudah-mudahan di Bulan Oktober ini kalau tidak ada gangguan cuaca akan segera dilakukan impounding dan di akhir tahun kalau Tuhan berkenan kita akan melaksanakan peresmian Bendungan Kuwil di Sulawesi Utara,” papar Kawengian yang menyebutkan bahwa proses tersebut tidak lepas dari kegiatan pengadaan tanah.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Saya mewakili Kepala Balai menyampaikan apresiasi kepada tim-tim yang telah berkolaborasi dan bersinergi untuk menyelesaikan pengadaan tanah ini. Mudah-mudahan kedepan sinergitas kita akan lebih baik lagi,” sebut Kawengian
Untuk itu, Kawengian mengingatkan agar PPK Pengadaan Tanah Bendungan Kuwkaw serta Satker Pengadaan Tanah Ditjen SDA Kementerian PUPR dapat segera melakukan pengamanan aset Barang Milik Negara (BMN) di Bendungan Kuwkaw.

Allanos Kawengian

“Hal penting yang harus dilakukan dalam pengamanan aset yaitu arsip, pengamanan fisik terkait patok-patok batas lokasi bendungan serta yuridis secara hukum adanya sertifikasi tanah. Sehingga tidak terjadi seperti di Bendungan Kosinggolan,” kata Kawengian.

Berdasarkan informasi bahwa aset milik negara pada beberapa areal di Bendungan Kosinggolan sudah ditempati oleh masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Sulawesi Utara (Sulut) Lutfi Zakaria pun menyarankan agar pihak BWS dapat segera melakukan proses sertifikasi tanah di Bendungan Kuwkaw.

“Memang ujung-ujungnya dari proses pengadaan tanah itu harusnya sertifikasi. Kemarin saya sudah ke sana dan saya sampaikan kepada Pak Komang bahwa area genangan itu harus dikuasai, kalau tidak di kuasai nanti muncul lagi masalah tanah. Karena menurut amanat undang-undang kami sertifikatnya saja yang di BPN. Sedangkan yang menjaganya harus yang punya. Karena kami tidak bisa menjaga secara fisiknya,” kata Zakaria.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satker Tanah Ditjen SDA Arif pun menyebutkan  bahwa pihaknya akan segera melakukan pengamanan aset tanah Bendungan Kuwkaw.

“Setelah proses penyerahan hasil pengadaan tanah selesai jadi kita masih ada satu tahapan yang harus kita tuntaskan. Untuk itu kami masih membutuhkan bantuan dari lurah atau hukum tua, Camat, TNI, Polri, BPN dan pihak terkait dalam konteks pengamanan tanahnya. Yakni dalam hal menunjukkan batas-batas kepemilikan, mana yang sudah bebas mana yang belum sehingga akan kita pasang pengaman. Serta kami mohon juga bantuannya sampai pada proses pensertifikasian oleh Pak Lutfi (BPN),” pungkas Arief.

Diketahui, Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,4 juta m3 dan luas genangan 139 hektare. Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun, yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi. Untuk paket pertama, dibangun oleh PT WIKA dengan nilai proyek Rp 783 miliar dan Paket II dikerjakan PT. NK dengan nilai proyek Rp 640 miliar, serta Paket III dikerjakan oleh PT. Wijaya Nindya, Kso dengan nilai proyek Rp 469 miliar.

Sebelumnya, Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Airlangga Mardjono mengatakan, Bendungan Kuwil Kawangkoan akan dilengkapi dengan pintu air di bagian pelimpahnya sebagai upaya pengendalian banjir. “Bendungan ini berada di atas Kota Manado sehingga sangat efektif untuk pengendalian banjir. Jadi dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ada dua tampungan air, pertama adalah tampungan air alami Danau Tondano dan kedua, Bendungan Kuwil Kawangkoan,” ujarnya.

Pembangunan Bendungan Kuwkaw utamanya bertujuan untuk pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit 470 m3/detik, dimana Kota Manado sendiri pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2014.

Disamping pengendalian banjir, Bendungan Kuwkaw juga bermanfaat bagi penyediaan air baku untuk Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Bitung dan Kawasan Ekonomi Khhsus (KEK) Bitung sebesar 4.500 liter/detik, PLTM dengan kapasitas 2 x 0,70 MW serta pengembangan pariwisata. (des)

MANADOPOST.ID—Setelah sebelumnya Bendungan Kuwil Kawangkoan (Kuwkaw) mendapatkan kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Infrastruktur Sukriansyah Latief belum lama ini, untuk memastikan peresmian bendungan tersebut. Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) I Komang Sudana melalui Kepala Seksi Pelaksanaan Allanos Kawengian pun kembali menegaskan bahwa bendungan ini ditargetkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk rampung pada tahun 2022.

Hal ini ditegaskan Kawengian disela-sela kegiatan Penyerahan Hasil Pengadaan Tanah oleh Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Bendungan Kuwkaw.

“Saat ini Bapak Menteri menargetkan bahwa Bendungan Kuwil harus selesai di tahun ini,” ungkap Kawengian. Menurutnya pula bahwa dari progres pekerjaan 88 persen, Bendungan Kuwkaw ditargetkan untuk dilakukan impounding (pengisian air) pada Oktober mendatang.

Tampak Bendungan Kuwil Kawangkoan yang didesign khusus memiliki objek wisata kebudayaan waruga. 

“Mudah-mudahan di Bulan Oktober ini kalau tidak ada gangguan cuaca akan segera dilakukan impounding dan di akhir tahun kalau Tuhan berkenan kita akan melaksanakan peresmian Bendungan Kuwil di Sulawesi Utara,” papar Kawengian yang menyebutkan bahwa proses tersebut tidak lepas dari kegiatan pengadaan tanah.

“Saya mewakili Kepala Balai menyampaikan apresiasi kepada tim-tim yang telah berkolaborasi dan bersinergi untuk menyelesaikan pengadaan tanah ini. Mudah-mudahan kedepan sinergitas kita akan lebih baik lagi,” sebut Kawengian
Untuk itu, Kawengian mengingatkan agar PPK Pengadaan Tanah Bendungan Kuwkaw serta Satker Pengadaan Tanah Ditjen SDA Kementerian PUPR dapat segera melakukan pengamanan aset Barang Milik Negara (BMN) di Bendungan Kuwkaw.

Allanos Kawengian

“Hal penting yang harus dilakukan dalam pengamanan aset yaitu arsip, pengamanan fisik terkait patok-patok batas lokasi bendungan serta yuridis secara hukum adanya sertifikasi tanah. Sehingga tidak terjadi seperti di Bendungan Kosinggolan,” kata Kawengian.

Berdasarkan informasi bahwa aset milik negara pada beberapa areal di Bendungan Kosinggolan sudah ditempati oleh masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Sulawesi Utara (Sulut) Lutfi Zakaria pun menyarankan agar pihak BWS dapat segera melakukan proses sertifikasi tanah di Bendungan Kuwkaw.

“Memang ujung-ujungnya dari proses pengadaan tanah itu harusnya sertifikasi. Kemarin saya sudah ke sana dan saya sampaikan kepada Pak Komang bahwa area genangan itu harus dikuasai, kalau tidak di kuasai nanti muncul lagi masalah tanah. Karena menurut amanat undang-undang kami sertifikatnya saja yang di BPN. Sedangkan yang menjaganya harus yang punya. Karena kami tidak bisa menjaga secara fisiknya,” kata Zakaria.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satker Tanah Ditjen SDA Arif pun menyebutkan  bahwa pihaknya akan segera melakukan pengamanan aset tanah Bendungan Kuwkaw.

“Setelah proses penyerahan hasil pengadaan tanah selesai jadi kita masih ada satu tahapan yang harus kita tuntaskan. Untuk itu kami masih membutuhkan bantuan dari lurah atau hukum tua, Camat, TNI, Polri, BPN dan pihak terkait dalam konteks pengamanan tanahnya. Yakni dalam hal menunjukkan batas-batas kepemilikan, mana yang sudah bebas mana yang belum sehingga akan kita pasang pengaman. Serta kami mohon juga bantuannya sampai pada proses pensertifikasian oleh Pak Lutfi (BPN),” pungkas Arief.

Diketahui, Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,4 juta m3 dan luas genangan 139 hektare. Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun, yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi. Untuk paket pertama, dibangun oleh PT WIKA dengan nilai proyek Rp 783 miliar dan Paket II dikerjakan PT. NK dengan nilai proyek Rp 640 miliar, serta Paket III dikerjakan oleh PT. Wijaya Nindya, Kso dengan nilai proyek Rp 469 miliar.

Sebelumnya, Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Airlangga Mardjono mengatakan, Bendungan Kuwil Kawangkoan akan dilengkapi dengan pintu air di bagian pelimpahnya sebagai upaya pengendalian banjir. “Bendungan ini berada di atas Kota Manado sehingga sangat efektif untuk pengendalian banjir. Jadi dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ada dua tampungan air, pertama adalah tampungan air alami Danau Tondano dan kedua, Bendungan Kuwil Kawangkoan,” ujarnya.

Pembangunan Bendungan Kuwkaw utamanya bertujuan untuk pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit 470 m3/detik, dimana Kota Manado sendiri pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2014.

Disamping pengendalian banjir, Bendungan Kuwkaw juga bermanfaat bagi penyediaan air baku untuk Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Bitung dan Kawasan Ekonomi Khhsus (KEK) Bitung sebesar 4.500 liter/detik, PLTM dengan kapasitas 2 x 0,70 MW serta pengembangan pariwisata. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/