alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

KASIHAN BANGET! Sebelum Tewas Dikeroyok, Kakek 89 Tahun Pamit Untuk Lihat Tanah

MANADOPOST.ID–Wiyanto Halim, Kakek 89 Tahun tewas dikeroyok massa karena dituduh maling mobil.

Dilansir dari Jawapos.com, sebelum peristiwa penganiayaan, korban ternyata sempat panit pergi kepada penjaganya.

“Sore dia pamit sama suster yang jaga istri beliau. Istri beliau kan sudah tidak bisa berbuat apa-apa,” kata kuasa hukum keluarga Wiyanto Halim, Freddy Yoanes Patty kepada wartawan, Rabu (26/1).

Freddy menjelaskan, korban di rumah hanya tinggal bersama perawatnya, istrinya, dan supirnya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Sedangkan kedua anaknya terpisah di tempat lain.

Kepada perawatnya, korban pamit untuk mengunjungi salah satu tanah miliknya yang tengah disewakan di wilayah Benda, Tangerang. “Pergi untuk bertemu satu orang itu yang nyewa tanah di Benda, Tangerang,” imbuh Freddy.

Pertemuan dengan penyewa tanah berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Kemudian keduanya pulang ke tempat masing-masing.

“Setelah itu tidak ada kabar apa-apa lagi. Nggak ada yang tahu, nggak ada kabar sama sekali. Paginya anaknya ditelepon sama suster bahwa ayahnya tidak pulang, dia (suster) kan di lantai 2 terus tidak merhatiin,” pungkasnya.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan menimpa seorang lansia berinisial HM, 89. Dia tewas mengenaskan usai dihakimi massa akibat dituduh sebagai pencuri mobil.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial. Di dalam video terlihat jika mobil korban dikejar oleh seperda motor. Orang yang memvideokan terdengar meneriaki maling ke arah korban.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Wiyanto Halim, Kakek 89 Tahun tewas dikeroyok massa karena dituduh maling mobil.

Dilansir dari Jawapos.com, sebelum peristiwa penganiayaan, korban ternyata sempat panit pergi kepada penjaganya.

“Sore dia pamit sama suster yang jaga istri beliau. Istri beliau kan sudah tidak bisa berbuat apa-apa,” kata kuasa hukum keluarga Wiyanto Halim, Freddy Yoanes Patty kepada wartawan, Rabu (26/1).

Freddy menjelaskan, korban di rumah hanya tinggal bersama perawatnya, istrinya, dan supirnya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Sedangkan kedua anaknya terpisah di tempat lain.

Kepada perawatnya, korban pamit untuk mengunjungi salah satu tanah miliknya yang tengah disewakan di wilayah Benda, Tangerang. “Pergi untuk bertemu satu orang itu yang nyewa tanah di Benda, Tangerang,” imbuh Freddy.

Pertemuan dengan penyewa tanah berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Kemudian keduanya pulang ke tempat masing-masing.

“Setelah itu tidak ada kabar apa-apa lagi. Nggak ada yang tahu, nggak ada kabar sama sekali. Paginya anaknya ditelepon sama suster bahwa ayahnya tidak pulang, dia (suster) kan di lantai 2 terus tidak merhatiin,” pungkasnya.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan menimpa seorang lansia berinisial HM, 89. Dia tewas mengenaskan usai dihakimi massa akibat dituduh sebagai pencuri mobil.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial. Di dalam video terlihat jika mobil korban dikejar oleh seperda motor. Orang yang memvideokan terdengar meneriaki maling ke arah korban.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/