alexametrics
30.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Dorong Pemilu 2024 Diundur, Ketum PAN: Hasil Survei, Rakyat Puas Kinerja Presiden Jokowi

MANADOPOST.ID–Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mendorong wacana penundaan pemilu 2024.

Dilansir dari Fajar.co.id, Wakil Ketua MPR RI itu tegas menyatakan setuju pemilu diundur. Ia bahkan menjabarkan sejumlah alasan yang menurutnya logis pemilu bisa diundur.

Pertama, pandemi Covid-19 belum berakhir. Pandemi yang mulai di awal tahun 2020 menurutnya memerlukan kesungguhan, keseriusan, dalam menanganinya.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan program-program pembangunan pemerintah tidak dan belum bisa berjalan dengan optimal.

Kedua, jelas Zulkifli karena perekonomian nasional belum membaik. Menurut pria asal Lampung itu, pertumbuhan yang ada saat ini masih berkisar 3 persen sampai 3,5 persen.

“Pun demikian masih banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Usaha-usaha yang berjalan juga belum pulih secara sempurna,” paparnya di Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (25/2).

Alasan ketiga yang membuat pemilu bisa diundur adalah perkembangan situasi global. Konflik antara Rusia dan Ukraina dikatakan akan berpengaruh pada situasi global.

“Konflik yang ada akan mempengaruhi harga minyak dunia. Konflik tersebut juga mengimbas ke Indonesia,” tuturnya.

Biaya pemilu yang besar dikatakan Zulkifli Hasan sebagai alasan keempat mengapa pemilu perlu diundur. Biaya Pemilu 2024 diakui sangat besar. Tingginya biaya pemilu bisa membebani keuangan negara.

Zulkifli juga mengungkapkan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo dikatakan sukses.

“Berdasarkan survei, tingkat kepuasaan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo mencapai 73 persen. Kepuasaan ini sangat tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, program pembangunan Joko Widodo dinilai sangat baik oleh masyarakat.

Zulkifli juga akan berkomunikasi dan berkonsolidasi dengan partai koalisi pendukung pemerintah dan berbagai kelompok masyarakat yang ada.

“Kita akan bertemu dengan partai koalisi dan kelompok masyarakat lainnya,” tegasnya. (dra/fajar)

MANADOPOST.ID–Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mendorong wacana penundaan pemilu 2024.

Dilansir dari Fajar.co.id, Wakil Ketua MPR RI itu tegas menyatakan setuju pemilu diundur. Ia bahkan menjabarkan sejumlah alasan yang menurutnya logis pemilu bisa diundur.

Pertama, pandemi Covid-19 belum berakhir. Pandemi yang mulai di awal tahun 2020 menurutnya memerlukan kesungguhan, keseriusan, dalam menanganinya.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan program-program pembangunan pemerintah tidak dan belum bisa berjalan dengan optimal.

Kedua, jelas Zulkifli karena perekonomian nasional belum membaik. Menurut pria asal Lampung itu, pertumbuhan yang ada saat ini masih berkisar 3 persen sampai 3,5 persen.

“Pun demikian masih banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Usaha-usaha yang berjalan juga belum pulih secara sempurna,” paparnya di Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (25/2).

Alasan ketiga yang membuat pemilu bisa diundur adalah perkembangan situasi global. Konflik antara Rusia dan Ukraina dikatakan akan berpengaruh pada situasi global.

“Konflik yang ada akan mempengaruhi harga minyak dunia. Konflik tersebut juga mengimbas ke Indonesia,” tuturnya.

Biaya pemilu yang besar dikatakan Zulkifli Hasan sebagai alasan keempat mengapa pemilu perlu diundur. Biaya Pemilu 2024 diakui sangat besar. Tingginya biaya pemilu bisa membebani keuangan negara.

Zulkifli juga mengungkapkan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo dikatakan sukses.

“Berdasarkan survei, tingkat kepuasaan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo mencapai 73 persen. Kepuasaan ini sangat tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, program pembangunan Joko Widodo dinilai sangat baik oleh masyarakat.

Zulkifli juga akan berkomunikasi dan berkonsolidasi dengan partai koalisi pendukung pemerintah dan berbagai kelompok masyarakat yang ada.

“Kita akan bertemu dengan partai koalisi dan kelompok masyarakat lainnya,” tegasnya. (dra/fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/