alexametrics
27.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Minta GP Ansor Bergerak, Guntur Romli Geram, Gambar Menteri Agama Disandingkan dengan Anjing

MANADOPOST.ID–Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Qoumas terkait suara anjing dan suara toa Masjid memantik reaksi di masyarakat.

Dilansir dari Fajar.co.id, sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa di Mako Polda Sumatera Utara.

Aksi unjuk rasa ini didominasi ibu-ibu. Mereka mendatangi Polda Sumut dengan membentang spanduk bergambar seekor anjing yang diedit dengan gambar wajah Yaqut Qoumas pada Jumat 25 Februari kemarin.

Merespon itu, aktivis jaringan Islam liberal, Guntur Romli menilai, aksi tersebut bukan lagi sebagai aksi protes tetapi itu sudah masuk bentuk pelecehan.

“Boleh dong protes dan bikin aksi, tapi kalau pakai foto diedit-edit seperti ini, bukan lagi protes tapi ekspresi pelecehan dan kebencian,” kata Guntur Romli di Twitternya, Sabtu 26 Februari 2022.

Dia bilang, seharusnya Polda Sumut mengambil poster tersebut. “Mestinya Polda Sumut harua ambil poster itu tapi tetap bolehkan aksinya. Ini sudah pelecehan. GP Ansor-Banser Sumut mesti gerak dan protes atas pelecehan ini!,” katanya.

Lebih lanjut, dia mendesak Polda Sumut memanggil penanggung jawab aksi tersbeut karena ada dugaan melecehkan.

“Menteri Agama dan Ketum GP Ansor dengan edit fotonya di foto tubuh anjing, ada bendera Hizbut Tahrir yang dibawa para pendemo, kita bisa menebak gerombolan di balik pendemo yang melecehkan itu,” tuturnya. (fin/fajar)

MANADOPOST.ID–Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Qoumas terkait suara anjing dan suara toa Masjid memantik reaksi di masyarakat.

Dilansir dari Fajar.co.id, sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa di Mako Polda Sumatera Utara.

Aksi unjuk rasa ini didominasi ibu-ibu. Mereka mendatangi Polda Sumut dengan membentang spanduk bergambar seekor anjing yang diedit dengan gambar wajah Yaqut Qoumas pada Jumat 25 Februari kemarin.

Merespon itu, aktivis jaringan Islam liberal, Guntur Romli menilai, aksi tersebut bukan lagi sebagai aksi protes tetapi itu sudah masuk bentuk pelecehan.

“Boleh dong protes dan bikin aksi, tapi kalau pakai foto diedit-edit seperti ini, bukan lagi protes tapi ekspresi pelecehan dan kebencian,” kata Guntur Romli di Twitternya, Sabtu 26 Februari 2022.

Dia bilang, seharusnya Polda Sumut mengambil poster tersebut. “Mestinya Polda Sumut harua ambil poster itu tapi tetap bolehkan aksinya. Ini sudah pelecehan. GP Ansor-Banser Sumut mesti gerak dan protes atas pelecehan ini!,” katanya.

Lebih lanjut, dia mendesak Polda Sumut memanggil penanggung jawab aksi tersbeut karena ada dugaan melecehkan.

“Menteri Agama dan Ketum GP Ansor dengan edit fotonya di foto tubuh anjing, ada bendera Hizbut Tahrir yang dibawa para pendemo, kita bisa menebak gerombolan di balik pendemo yang melecehkan itu,” tuturnya. (fin/fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/