29.4 C
Manado
Tuesday, 30 May 2023

Begini Ungkapan Duka SBY Terkait Tewasnya 53 Prajurit Hiu Kencana

MANADOPOST.ID–Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut berduka atas wafatnya 53 prajurit terbaik TNI AL dalam peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Sebagai mantan prajurit TNI, SBY merasakan betul bagaimana resiko yang dihadapi oleh seorang abdi negara.

“Sebagai sesama prajurit, saya amat tahu bahwa siapapun yang mengabdi di dunia militer mesti siap sumbangkan jiwa & raganya kepada negara tercinta,” kata SBY dikutip Fajar.co.id (Grup Manado Post) di akun Twitternya, Senin (26/4).

Mantan Pangdam II/Sriwijaya itu menyebutkan peristiwa KRI Nanggala-402 merupakan duka mendalam bagi TNI dan seluruh rakyat Indonesia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Sungguhpun demikian, gugurnya 53 prajurit Hiu Kencana di medan latihan adalah duka yang mendalam & “great loss” bagi TNI & kita semua,” sebut SBY.

Baca Juga:  Polri Tangkap Pelaku Utama Kerusuhan di Yahukimo Papua
KRI Naggala 402 yang dinyatakan tenggelam (Pojok Satu)
KRI Nanggala 402 ( Jawa Pos)

SBY juga mengungkapkan kisahnya yang juga pernah menyelam di lautan menggunakan kapal selam. “Prajurit yang bertugas di satuan kapal selam miliki risiko, tekanan psikologis & “kesunyian” yang tinggi. Tahun 1998, saya berada dalam kapal selam, bergerak di dalam laut (1 jam). Bisa dibayangkan jika “menyelam” berbulan-bulan. Mari beri hormat kepada tentara kebanggaan kita itu,” ungkap SBY.

Tak lupa, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu mengucapkan duka kepada keluarga prajurit yang ditinggalkan.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah, sabar & tawakal menerima ujian yang maha berat ini. Selamat jalan Kolonel Harry Setiawan, Letkol Heri Oktavian & para pahlawan Hiu Kencana lainnya. Semoga semuanya hidup tenang & bahagia di sisi Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya. (fajar/JPG)

Baca Juga:  Dua Youtuber Ini Resmi Dilaporkan Eks Menpora SBY ke Polda Metro Jaya

MANADOPOST.ID–Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut berduka atas wafatnya 53 prajurit terbaik TNI AL dalam peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Sebagai mantan prajurit TNI, SBY merasakan betul bagaimana resiko yang dihadapi oleh seorang abdi negara.

“Sebagai sesama prajurit, saya amat tahu bahwa siapapun yang mengabdi di dunia militer mesti siap sumbangkan jiwa & raganya kepada negara tercinta,” kata SBY dikutip Fajar.co.id (Grup Manado Post) di akun Twitternya, Senin (26/4).

Mantan Pangdam II/Sriwijaya itu menyebutkan peristiwa KRI Nanggala-402 merupakan duka mendalam bagi TNI dan seluruh rakyat Indonesia.

“Sungguhpun demikian, gugurnya 53 prajurit Hiu Kencana di medan latihan adalah duka yang mendalam & “great loss” bagi TNI & kita semua,” sebut SBY.

Baca Juga:  Topang Doa, Presiden ke-6 SBY Sakit, Alami Kanker Prostat Stadium Awal
KRI Naggala 402 yang dinyatakan tenggelam (Pojok Satu)
KRI Nanggala 402 ( Jawa Pos)

SBY juga mengungkapkan kisahnya yang juga pernah menyelam di lautan menggunakan kapal selam. “Prajurit yang bertugas di satuan kapal selam miliki risiko, tekanan psikologis & “kesunyian” yang tinggi. Tahun 1998, saya berada dalam kapal selam, bergerak di dalam laut (1 jam). Bisa dibayangkan jika “menyelam” berbulan-bulan. Mari beri hormat kepada tentara kebanggaan kita itu,” ungkap SBY.

Tak lupa, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu mengucapkan duka kepada keluarga prajurit yang ditinggalkan.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah, sabar & tawakal menerima ujian yang maha berat ini. Selamat jalan Kolonel Harry Setiawan, Letkol Heri Oktavian & para pahlawan Hiu Kencana lainnya. Semoga semuanya hidup tenang & bahagia di sisi Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya. (fajar/JPG)

Baca Juga:  REAKSI Muhammadiyah Terkait Dugaan Penyelewengan Donasi ACT: Biarlah Pengadilan yang Membuktikan

Most Read

Artikel Terbaru