32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Tokoh NU Ini Sebut Tenggelamnya KRI Nanggala-402 Momen Tepat Ganti Menhan Prabowo

MANADOPOST.ID–Presiden Joko Widodo diharapkan memecat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dari jabatannya menyusul tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan.

“Jika ada reshuflle. Saatnya Jokowi reshuffle Prabowo Subianto. Ini Moment yang tepat ganti Menhan,” demikian cuit tokoh Nahdatul Ulama (NU) Umar Sadat Hasibuan atau Gus Umar di akun Twitter-nya, dikutip Senin (26/4).

Gus Umar mengatakan, Jokowi tidak perlu memikirkan dua kubu yang terpecah pascapilpres.

“Jangan alasan agar tak ada kubu-kubuan Prabowo jadi menteri. Sampai kapanpun dalam politik tetap ada friksi. Ayolah pak Jokowi ganti Menhan,” katanya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia melanjutkan bahwa Prabowo harus mundur sebagai tanggungjawab seorang ksatria.

“Mustinya mundur sebagai tanggung jawab seorang Ksatria,” kata Gus Umar.

Sebelumnya, Menhan Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas gugurnya 53 awak KRI Nanggala-402.

Prabowo memastikan seluruh awak yang gugur merupakan putra terbaik bangsa.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un, Saya, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling mendalam untuk tragedi yang menimpa Kapal Republik Indonesia Nanggala 402,” kata Prabowo lewat keterangan tertulisnya, Ahad (24/4) malam.

“Seluruh prajurit yang telah gugur adalah putra putra terbaik bangsa. Saya yakin, seluruh pengabdian mereka tidak akan sia-sia,” imbuh Prabowo.

Prabowo Subianto.

Diketahui, 53 awak kapal KRI Nanggala-402 dinyatakan gugur. Kapal telah dinyatakan tenggelam dengan kondisi terbelah tiga bagian.

Hal itu diketahui, setelah ditemukan bukti-bukti otentik yang terdiri dari bagian-bagian kapal.

“Dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awak-nya telah gugur. Oleh karena itu, dengan kesedihan yang mendalam selaku panglima TNI saya nyatakan bahwa 53 personel yang on board KRI Nanggala-402 telah gugur,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Bali. (fajar/JPG)

MANADOPOST.ID–Presiden Joko Widodo diharapkan memecat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dari jabatannya menyusul tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan.

“Jika ada reshuflle. Saatnya Jokowi reshuffle Prabowo Subianto. Ini Moment yang tepat ganti Menhan,” demikian cuit tokoh Nahdatul Ulama (NU) Umar Sadat Hasibuan atau Gus Umar di akun Twitter-nya, dikutip Senin (26/4).

Gus Umar mengatakan, Jokowi tidak perlu memikirkan dua kubu yang terpecah pascapilpres.

“Jangan alasan agar tak ada kubu-kubuan Prabowo jadi menteri. Sampai kapanpun dalam politik tetap ada friksi. Ayolah pak Jokowi ganti Menhan,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa Prabowo harus mundur sebagai tanggungjawab seorang ksatria.

“Mustinya mundur sebagai tanggung jawab seorang Ksatria,” kata Gus Umar.

Sebelumnya, Menhan Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas gugurnya 53 awak KRI Nanggala-402.

Prabowo memastikan seluruh awak yang gugur merupakan putra terbaik bangsa.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un, Saya, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling mendalam untuk tragedi yang menimpa Kapal Republik Indonesia Nanggala 402,” kata Prabowo lewat keterangan tertulisnya, Ahad (24/4) malam.

“Seluruh prajurit yang telah gugur adalah putra putra terbaik bangsa. Saya yakin, seluruh pengabdian mereka tidak akan sia-sia,” imbuh Prabowo.

Prabowo Subianto.

Diketahui, 53 awak kapal KRI Nanggala-402 dinyatakan gugur. Kapal telah dinyatakan tenggelam dengan kondisi terbelah tiga bagian.

Hal itu diketahui, setelah ditemukan bukti-bukti otentik yang terdiri dari bagian-bagian kapal.

“Dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awak-nya telah gugur. Oleh karena itu, dengan kesedihan yang mendalam selaku panglima TNI saya nyatakan bahwa 53 personel yang on board KRI Nanggala-402 telah gugur,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Bali. (fajar/JPG)

Most Read

Artikel Terbaru

/