alexametrics
33.4 C
Manado
Jumat, 24 September 2021
spot_img

MENUJU PEMILIHAN PRESIDEN RI 2024: Denny Siregar: Jangan Beli Kadrun Dalam Karung

MANADOPOST.ID – Pemilihan Presiden (Pilpres) RI 2024 mulai ramai dibicarakan. Penggiat Media Sosial Denny Siregar memaparkan ada lima calon presiden (Capres) RI. Mulai Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ridwan Kamil (RK) dan Sandiaga Uno. Dari lima calon terkuat hasil survey ini, siapa yang punya komitmen kuat melawan kelompok radikalis?. Anies jelas enggak, Pilkada 2017 jelas dia bersekutu dengan mereka. Prabowo sama Sandi juga sama, mereka menunggangi kelompok radikalis demi kemenangan mereka. RK abu-abu, malah mungkin gak ada gerakan kesana sama sekali. Ya, kenyataan yang harus kita terima, 2024 nanti kita hanya punya Ganjar,” tulis Denny Siregar dalam postingan di akun Facebooknya, Selasa (25/05/2021l

Denny Siregar dalam postingan di akun Facebooknya, Selasa (25/05/2021)

Menurutnya, komitmen dan konsistensi Ganjar melawan kelompok radikalis di Jawa Tengah bukan cuma buat kampanye semata. Apalagi, Jawa Tengah termasuk zona merah kelompok radikal yang tumbuh pesat seperti cendawan. “Kita ingat, Ganjar pernah berbicara di depan para kepala sekolah, supaya mereka menandatangani pakta integritas setia pada Pancasila. Kalau nanti melanggar, mereka harus bersedia dipecat. Dan dia ga sekedar ngomong doang. Ada 7 kepala sekolah yang dia sortir terindikasi pengikut khilafah dan dia pecat. Dan akibat konsistensinya itu, dia dibenci dan dibully oleh kadrun se-Indonesia Raya,” beber Denny.

Lanjutnya, Ganjar juga paling depan mendesak supaya ASN yang terpapar radikal segera diberhentikan secepatnya. Buat Ganjar, radikalisme itu menular dan harus segera dipisahkan. Dirinya pun memprediksi tahun 2024, kelompok yang sudah dibubarkan Jokowi seperti HTI dan FPI akan berkoalisi lagi. “Mereka akan masuk dalam perang Pilpres supaya bisa eksis kembali. Ada dendam di hati mereka karena di era Jokowi mereka dibabat habis. Bayangkan, kalau orang yang mereka dukung menang di Pilpres nanti. Akibatnya buat Indonesia terlalu berbahaya,” urainya.

Denny pun menegaskan tidak sedang kampanye buat Ganjar. Sebab, dirinya juga tidak kenal. Hanya mencoba membuka fakta yang ada. “Ganjar Pranowo memang belum tentu sebaik Jokowi jika kelak memimpin negara. Tapi setidaknya, dari komitmennya melawan kelompok radikal, hanya dialah sekarang yang kita punya,” sambungnya.

Di penutup, Denny mengimbau apa yang sudah dibangun Jokowi selama 10 tahun jangan sampai rusak. Tongkat estafet harus diserahkan kepada orang yang tepat. “Cara kita menjaga NKRI, ditentukan nanti, siapa calon pemimpin yang harus kita pilih. Rekam jejak sangat menentukan disini. Kita tidak boleh beli kadrun dalam karung. Mereka sedang mengintip, kapan saatnya keluar dan ikut kembali bertarung. Kalau kita kalah, bersiaplah mereka akan kembali menguasai kita seperti pada masa SBY dulu berkuasa,” pungkasnya. (vip)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru