24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Masa Penahanan Habis, Dua Tersangka KSP Indosurya Keluar Tahanan, Ini Respon Kompolnas

MANADOPOST.ID–Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meyakini, Bareskrim Polri sudah memenuhi kaidah hukum yang berlaku serta profesional dalam menangangi kasus dugaan penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya.

Meski masa penahanan dua tersangka kasus Indosurya berinisial HS dan JI telah habis, proses hukum harus tetap berjalan.

“Apa yang dilakukan Bareskrim Polri terhadap kasus ini, secara prosedural telah memenuhi kaidah hukum yang berlaku,” kata anggota Kompolnas Muhammad Dawam kepada wartawan, Minggu (26/6).

Dia menjelaskan, jika penahanan telah habis selama 120 hari, maka hak hukum tersangka juga harus dipenuhi, yakni dikeluarkan dari tahanan. Namun tidak berarti status hukumnya lepas.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Meski demikian tidak berarti sudah bebas dari statusnya sebagai tersangka. Sebab, pengadilan lah yang memiliki kewenangan mengadili status seseorang termasuk status tersangka divonis bebas atau dikenakan pidana,” tegas Dawam.

Dawam mendorong Bareskrim terus bersikap profesional dalam menangani kasus ini hingga tuntas. Sebab penanganan kasus tersebut belum naik ke tahap pengadilan.

“Kami berharap dilakukan secara profesional dan mandiri sehingga makin menumbuhkan kepercayaan publik secara lebih luas,” tegas Dawam.

Sebelumnya, dua tersangka kasus koperasi Indosurya keluar dari rutan karena masa tahanannya telah habis. Berkas perkara mereka juga telah dilimpahkan penyidik Dittipideksus Bareskrim ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Iya (tersangka bebas). Masa tahanannya habis selama 120 hari,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, Sabtu (25/6).

Meski demikian, Whisnu menegaskan bahwa perkara ini tetap berlanjut. Adapun ketiga tersangka itu adalah Henry Surya selaku Ketua KSP Indosurya; Manajer Direktur Koperasi Suwito Ayub (DPO) dan Head Admin, June Indria.

Bareskrim Polri telah menahan dua petinggi KSP Indosurya yang menjadi tersangka dalam kasus penipuan ini. Sedangkan satu orang petinggi KSP Indosurya lainnya, yakni Suwito Ayub berstatus DPO atau buron.

Whisnu mengatakan berkas perkara kasus ini belum dikembalikan ke penyidik. Dia menduga ada kendala di pihak Jaksa.

“Berkas perkaranya belum dibalikkan dari jaksa ke Polri. Penyidik Polri tidak ada kendala, mungkin kendalanya ada di jaksa,” pungkasnya.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meyakini, Bareskrim Polri sudah memenuhi kaidah hukum yang berlaku serta profesional dalam menangangi kasus dugaan penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya.

Meski masa penahanan dua tersangka kasus Indosurya berinisial HS dan JI telah habis, proses hukum harus tetap berjalan.

“Apa yang dilakukan Bareskrim Polri terhadap kasus ini, secara prosedural telah memenuhi kaidah hukum yang berlaku,” kata anggota Kompolnas Muhammad Dawam kepada wartawan, Minggu (26/6).

Dia menjelaskan, jika penahanan telah habis selama 120 hari, maka hak hukum tersangka juga harus dipenuhi, yakni dikeluarkan dari tahanan. Namun tidak berarti status hukumnya lepas.

“Meski demikian tidak berarti sudah bebas dari statusnya sebagai tersangka. Sebab, pengadilan lah yang memiliki kewenangan mengadili status seseorang termasuk status tersangka divonis bebas atau dikenakan pidana,” tegas Dawam.

Dawam mendorong Bareskrim terus bersikap profesional dalam menangani kasus ini hingga tuntas. Sebab penanganan kasus tersebut belum naik ke tahap pengadilan.

“Kami berharap dilakukan secara profesional dan mandiri sehingga makin menumbuhkan kepercayaan publik secara lebih luas,” tegas Dawam.

Sebelumnya, dua tersangka kasus koperasi Indosurya keluar dari rutan karena masa tahanannya telah habis. Berkas perkara mereka juga telah dilimpahkan penyidik Dittipideksus Bareskrim ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Iya (tersangka bebas). Masa tahanannya habis selama 120 hari,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, Sabtu (25/6).

Meski demikian, Whisnu menegaskan bahwa perkara ini tetap berlanjut. Adapun ketiga tersangka itu adalah Henry Surya selaku Ketua KSP Indosurya; Manajer Direktur Koperasi Suwito Ayub (DPO) dan Head Admin, June Indria.

Bareskrim Polri telah menahan dua petinggi KSP Indosurya yang menjadi tersangka dalam kasus penipuan ini. Sedangkan satu orang petinggi KSP Indosurya lainnya, yakni Suwito Ayub berstatus DPO atau buron.

Whisnu mengatakan berkas perkara kasus ini belum dikembalikan ke penyidik. Dia menduga ada kendala di pihak Jaksa.

“Berkas perkaranya belum dibalikkan dari jaksa ke Polri. Penyidik Polri tidak ada kendala, mungkin kendalanya ada di jaksa,” pungkasnya.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/