25.7 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

PANAS! Anak Gus Dur Beri Sindiran Keras, Ketum PKB: Itu Masa Lalu, Nggak Perlu Dibahas

MANADOPOST.ID–Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin kembali memberikan respon atas pernyataan Yenny Wahid terkait pengambil alihan partai. Cak Imin mengaku tak mau membahas lagi soal hal itu.

“Itu masa lalu lah, nggak perlu dibahas. Yang penting, mendekati rakyat, rebut suara sebanyak-banyaknya menangkan pemilu,” kata Cak Imin kepada wartawan, Sabtu (25/6).

Cak Imin menilai, hal itu sebagai masa lalu. Kini dia lebih fokus untuk membangun partai ke depan menyambut kontestasi demokrasi. “Itu masa lalu semua nggak perlu dibahas, yang penting ke depan lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya, hubungan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan putri almarhum Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid kembali memanas. Cak Imin menyindir Yenny Wahid yang mencampuri urusan internal PKB.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sindiran Cak Imin itu dilontarkan melalui akun media sosial Twitter resminya Kamis (23/6). Wakil Ketua DPR RI itu menegaskan, Yenny Wahid bukan kader PKB.

“Yenny itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos, beberapa kali Pemilu nyerang PKB enggak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya, jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu. PKB sudah aman nyaman kok,” ujar Cak Imin.

Menurut Yenny, Cak Imin seharusnya tidak kesal dengan pernyataan dirinya. Yenny menegaskan, dirinya merupakan kader PKB. Namun, bukan PKB pimpinan Cak Imin.

“Inggih Cak. Tapi ndak usah baper to, Cak. Memang benar, saya bukan PKB Cak Imin. Saya kan PKB Gus Dur,” tegas Yenny dalam cuitan akun media sosial Twitter pribadinya.

Yenny tak dipungkiri memang sempat menjadi Sekjen PKB pada periode 2005-2010. Namun, dirinya tersingkirkan melalui hasil musyawarah PKB pada April 2008 lalu.

Oleh karena itu, Yenny menegaskan Cak Imin belum tentu bisa membuat partai seperti PKB. Karena sejak awal, Cak Imin disebut merebut kepemimpinan PKB.

“Cak Imin juga belum tentu lho bisa bikin partai sendiri, kan bisanya mengambil partai punya orang lain. Peace, Cak,” pungkas Yenny.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin kembali memberikan respon atas pernyataan Yenny Wahid terkait pengambil alihan partai. Cak Imin mengaku tak mau membahas lagi soal hal itu.

“Itu masa lalu lah, nggak perlu dibahas. Yang penting, mendekati rakyat, rebut suara sebanyak-banyaknya menangkan pemilu,” kata Cak Imin kepada wartawan, Sabtu (25/6).

Cak Imin menilai, hal itu sebagai masa lalu. Kini dia lebih fokus untuk membangun partai ke depan menyambut kontestasi demokrasi. “Itu masa lalu semua nggak perlu dibahas, yang penting ke depan lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya, hubungan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan putri almarhum Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid kembali memanas. Cak Imin menyindir Yenny Wahid yang mencampuri urusan internal PKB.

Sindiran Cak Imin itu dilontarkan melalui akun media sosial Twitter resminya Kamis (23/6). Wakil Ketua DPR RI itu menegaskan, Yenny Wahid bukan kader PKB.

“Yenny itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos, beberapa kali Pemilu nyerang PKB enggak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya, jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu. PKB sudah aman nyaman kok,” ujar Cak Imin.

Menurut Yenny, Cak Imin seharusnya tidak kesal dengan pernyataan dirinya. Yenny menegaskan, dirinya merupakan kader PKB. Namun, bukan PKB pimpinan Cak Imin.

“Inggih Cak. Tapi ndak usah baper to, Cak. Memang benar, saya bukan PKB Cak Imin. Saya kan PKB Gus Dur,” tegas Yenny dalam cuitan akun media sosial Twitter pribadinya.

Yenny tak dipungkiri memang sempat menjadi Sekjen PKB pada periode 2005-2010. Namun, dirinya tersingkirkan melalui hasil musyawarah PKB pada April 2008 lalu.

Oleh karena itu, Yenny menegaskan Cak Imin belum tentu bisa membuat partai seperti PKB. Karena sejak awal, Cak Imin disebut merebut kepemimpinan PKB.

“Cak Imin juga belum tentu lho bisa bikin partai sendiri, kan bisanya mengambil partai punya orang lain. Peace, Cak,” pungkas Yenny.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/