24.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Ketua PDIP Sulsel: Prof Nurdin Sosok Baik, Muslim yang Saleh

MANADOPOST.ID–Ketua DPD PDIP Sulawesi Selatan Andi Ridwan Witirri dalam keterangan tertulisnya mengaku terkejut dengan pemberitaan penangkapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Dalam penilaian saya, Prof Nurdin Abdullah itu sosok yang baik, dekat dengan petani, jujur, dan sosok Muslim yang Saleh. Kami tentu saja hormati proses hukum yang seharusnya berkeadilan,” kata Andi, Sabtu (27/2).

Sebagai partai pengusung Nurdin Abdullah pada Pilkada 2018 lalu, PDIP kata Andi, meyakini posisi Nurdin Abdullah bukanlah dalam posisi operasi tangkap tangan.

Sebab, menurutnya Nurdin Abdullah dijemput di rumah jabatannya saat sedang beristirahat.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Perlu kami luruskan bahwa terhadap Prof Nurdin itu bukanlah OTT dalam pengertian ada kejadian pelanggaran hukum, dan ada dana yang secara langsung dikategorikan sebagai operasi tangkap tangan,” ucap Andi.

“Karena memang tidak ada dana di rumah Prof Nurdin, mengingat Beliau juga sedang dalam keadaan tidur, lalu dibangunkan oleh aparat hukum,” sambungnya.

Ridwan Wittiri mengaku sosok Nurdin Abdullah yang dikenalnya merupakan pribadi yang ketat menerapkan protokol guna menghindari praktik grativikasi. Termasuk saat menerima tamu.

“Bahkan sebelum menerima tamu, seluruh tamu dilarang membawa apapun kecuali buku catatan. Semua tas yang dibawa wajib ditaruh locker,” tuturnya.

Meskipun demikian, Andi menegaskan tetap menghormati proses hukum yang berlaku di KPK. Harapannya, tidak ada praktik politik tidak sehat dibalik peristiwa pemeriksaan terhadap Mantan Bupati Bantaeng itu.

“Saya hanya bisa berharap agar hukum benar-benar ditegakkan dengan sepenuhnya mengabdi pada keadilan, dan juga menjauhkan diri dari pertarungan politik tidak sehat. Kami dukung sepenuhnya misi KPK dalam pemberantasan korupsi,” ucapnya. (fajar/JPG)

MANADOPOST.ID–Ketua DPD PDIP Sulawesi Selatan Andi Ridwan Witirri dalam keterangan tertulisnya mengaku terkejut dengan pemberitaan penangkapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Dalam penilaian saya, Prof Nurdin Abdullah itu sosok yang baik, dekat dengan petani, jujur, dan sosok Muslim yang Saleh. Kami tentu saja hormati proses hukum yang seharusnya berkeadilan,” kata Andi, Sabtu (27/2).

Sebagai partai pengusung Nurdin Abdullah pada Pilkada 2018 lalu, PDIP kata Andi, meyakini posisi Nurdin Abdullah bukanlah dalam posisi operasi tangkap tangan.

Sebab, menurutnya Nurdin Abdullah dijemput di rumah jabatannya saat sedang beristirahat.

“Perlu kami luruskan bahwa terhadap Prof Nurdin itu bukanlah OTT dalam pengertian ada kejadian pelanggaran hukum, dan ada dana yang secara langsung dikategorikan sebagai operasi tangkap tangan,” ucap Andi.

“Karena memang tidak ada dana di rumah Prof Nurdin, mengingat Beliau juga sedang dalam keadaan tidur, lalu dibangunkan oleh aparat hukum,” sambungnya.

Ridwan Wittiri mengaku sosok Nurdin Abdullah yang dikenalnya merupakan pribadi yang ketat menerapkan protokol guna menghindari praktik grativikasi. Termasuk saat menerima tamu.

“Bahkan sebelum menerima tamu, seluruh tamu dilarang membawa apapun kecuali buku catatan. Semua tas yang dibawa wajib ditaruh locker,” tuturnya.

Meskipun demikian, Andi menegaskan tetap menghormati proses hukum yang berlaku di KPK. Harapannya, tidak ada praktik politik tidak sehat dibalik peristiwa pemeriksaan terhadap Mantan Bupati Bantaeng itu.

“Saya hanya bisa berharap agar hukum benar-benar ditegakkan dengan sepenuhnya mengabdi pada keadilan, dan juga menjauhkan diri dari pertarungan politik tidak sehat. Kami dukung sepenuhnya misi KPK dalam pemberantasan korupsi,” ucapnya. (fajar/JPG)

Most Read

Artikel Terbaru

/