alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

TAK MAIN-MAIN! Fraksi PDIP Minta IDI Hentikan Drama Pemecatan dr Terawan Agus Putranto

MANADOPOST.ID-Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) segera menghentikan drama pemecatan dr Terawan Agus Putranto.

 

Rahmad mendorong IDI dewasa dalam menjalankan tugasnya. “Sangat disayangkan drama pemecatan yang semestinya menjadi ranah privat organisasi. Diduga dengan kesengajaan, diviralkan ke ranah publik dan publik diajak pro dan kontra sehingga menjadi energi negatif bagi pelayanan kesehatan nasional,” kata Rahmad dalam siaran pers, Minggu (27/3).

 

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menilai IDI merupakan organisasi profesi yang memiliki sejarah panjang. IDI selama ini banyak mengukir prestasi dan memberikan pengabdian kepada masyarakat.

 

Namun, lanjut Rahmad, konflik yang dibuat IDI terhadap Terawan membuat masyarakat jengah.

 

Menurut Rahmad, banyak masyarakat yang mendukung temuan-temuan dr Terawan. “IDI diduga lebih terlihat pada persoalan personal,” kata Rahmad.

 

Rahmad menyarankan IDI sebagai organisasi baiknya berpikir memenuhi kekurangan dokter umum, spesialis, dan bagaimana pemerataan praktik medis di Indonesia.

 

Di sisi lain, Rahmad menilai polemik ini membuat masyarakat mempertanyakan eksistensi IDI sebagai wadah tunggal organisasi profesi. Dia juga meyakini masalah ini menjadi momentum untuk mendorong percepatan amandemen UU praktik kedokteran dengan penyempurnaan menyeluruh.

 

UU itu perlu mengatur pemerataan praktik kedokteran di Indonesia, perlindungan inovasi penelitian dokter, dan perlu tidaknya organisasi tunggal profesi kedokteran sesuai amanah kontitusi kebebasan berserikat.(fajar)

MANADOPOST.ID-Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) segera menghentikan drama pemecatan dr Terawan Agus Putranto.

 

Rahmad mendorong IDI dewasa dalam menjalankan tugasnya. “Sangat disayangkan drama pemecatan yang semestinya menjadi ranah privat organisasi. Diduga dengan kesengajaan, diviralkan ke ranah publik dan publik diajak pro dan kontra sehingga menjadi energi negatif bagi pelayanan kesehatan nasional,” kata Rahmad dalam siaran pers, Minggu (27/3).

 

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menilai IDI merupakan organisasi profesi yang memiliki sejarah panjang. IDI selama ini banyak mengukir prestasi dan memberikan pengabdian kepada masyarakat.

 

Namun, lanjut Rahmad, konflik yang dibuat IDI terhadap Terawan membuat masyarakat jengah.

 

Menurut Rahmad, banyak masyarakat yang mendukung temuan-temuan dr Terawan. “IDI diduga lebih terlihat pada persoalan personal,” kata Rahmad.

 

Rahmad menyarankan IDI sebagai organisasi baiknya berpikir memenuhi kekurangan dokter umum, spesialis, dan bagaimana pemerataan praktik medis di Indonesia.

 

Di sisi lain, Rahmad menilai polemik ini membuat masyarakat mempertanyakan eksistensi IDI sebagai wadah tunggal organisasi profesi. Dia juga meyakini masalah ini menjadi momentum untuk mendorong percepatan amandemen UU praktik kedokteran dengan penyempurnaan menyeluruh.

 

UU itu perlu mengatur pemerataan praktik kedokteran di Indonesia, perlindungan inovasi penelitian dokter, dan perlu tidaknya organisasi tunggal profesi kedokteran sesuai amanah kontitusi kebebasan berserikat.(fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/