alexametrics
24.4 C
Manado
Rabu, 25 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Heboh SMS Peringatan Dini Tsunami di Bali, Ini Klarifikasi BMKG

MANADOPOST.ID – Kamis (27/5) pagi, warga Bali mendapatkan SMS dari KominfoBMKG berisikan informasi gempa bumi yang berpotensi tsunami. Dalam pesan tersebut tertulis, “Peringatan Dini Tsunami di JATIM NTB BALI NTT JATENG Gempa Mag:8.5  04-Jun-21 10:14:45WIB  Lok:10.50LS 114.80BT Kdlmn:10Km::BMKG”.

Sontak, tulisan tersebut pun jadi viral di media sosial. Widi, salah satu Kawanua yang sedang liburan di Bali ikut syok saat mendapat SMS tersebut. “Kaget! Apalagi hotel saya berada di pinggir pantai,” bebernya kepada Manado Post.

Terkait dengan tersebarnya informasi tersebut, pihak BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Melansir Bali Express (Jawa Pos Group), hal ini terjadi karena kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami.

BMKG dan Kominfo telah merespon secara cepat dengan melakukan klarifikasi terhadap sistem pengirim informasi yang salah tersebut, melalui saluran atauu kanal komunikasi yang sama.

“Saat ini BMKG bersama Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih mendalam terhadap penyebab kesalahan sistem SMS hingga tersebar informasi gempa berpotensi tsunami,” ungkap Kepala Bagian Humas BMKG, Akhmad Taufan Maulana.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Sebab, menurut hasil monitoring BMKG saat ini tidak terjadi gempa berkekuatan M 8,5 di wilayah Indonesia. Sehingga secara institusi BMKG tidak mengeluarkan Peringatan DIni Tsunami.

“Informasi yang tersebar tersebut juga bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat. Karena hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan, dimana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi,” katanya.

Untuk memperoleh informasi yang lebih akurat, masyarakat agar tetap mengupdate informasi BMKG melalui saluran resmi seperti website, saluran komunikasi infobmkg berbasis media sosial, Call Center 196 maupun kantor BMKG terdekat. (Bali Express/tkg)

MANADOPOST.ID – Kamis (27/5) pagi, warga Bali mendapatkan SMS dari KominfoBMKG berisikan informasi gempa bumi yang berpotensi tsunami. Dalam pesan tersebut tertulis, “Peringatan Dini Tsunami di JATIM NTB BALI NTT JATENG Gempa Mag:8.5  04-Jun-21 10:14:45WIB  Lok:10.50LS 114.80BT Kdlmn:10Km::BMKG”.

Sontak, tulisan tersebut pun jadi viral di media sosial. Widi, salah satu Kawanua yang sedang liburan di Bali ikut syok saat mendapat SMS tersebut. “Kaget! Apalagi hotel saya berada di pinggir pantai,” bebernya kepada Manado Post.

Terkait dengan tersebarnya informasi tersebut, pihak BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Melansir Bali Express (Jawa Pos Group), hal ini terjadi karena kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami.

BMKG dan Kominfo telah merespon secara cepat dengan melakukan klarifikasi terhadap sistem pengirim informasi yang salah tersebut, melalui saluran atauu kanal komunikasi yang sama.

“Saat ini BMKG bersama Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih mendalam terhadap penyebab kesalahan sistem SMS hingga tersebar informasi gempa berpotensi tsunami,” ungkap Kepala Bagian Humas BMKG, Akhmad Taufan Maulana.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Sebab, menurut hasil monitoring BMKG saat ini tidak terjadi gempa berkekuatan M 8,5 di wilayah Indonesia. Sehingga secara institusi BMKG tidak mengeluarkan Peringatan DIni Tsunami.

“Informasi yang tersebar tersebut juga bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat. Karena hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan, dimana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi,” katanya.

Untuk memperoleh informasi yang lebih akurat, masyarakat agar tetap mengupdate informasi BMKG melalui saluran resmi seperti website, saluran komunikasi infobmkg berbasis media sosial, Call Center 196 maupun kantor BMKG terdekat. (Bali Express/tkg)

Most Read

Artikel Terbaru

/