24.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Ahok Kembali Koar-koar, Dirut Pertamina Diminta Ikuti Saja Arahan Jokowi

Berita sebelumnya, pernyataan Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menggunakan ruang publik menggugat rencana Pertamina Power Indonesia (PPI) agar Indonesian Batery Corporation (IBC) mengakuisisi perusahaan mobil StreetScooter milik Deutsche Post DHL Group, Jerman adalah hal yang tidak perlu dilakukan.

Direktur Eksekutif Institute for Development Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad bahkan menyebut cuap-cuap Ahok lewat kanal YouTube tersebut adalah hal yang tidak patut.

“Nggak boleh yang begitu, bagi saya nggak patut hal begitu disampaikan,” ujar Tauhid Ahmad, Kamis (25/11).

Menurutnya, pernyataan Ahok bukan saja akan mengganggu kerjasama dengan mitra pengembangan mobil listrik.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Tetapi, juga bisa menyurutkan semangat anak-anak bangsa untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi.

“Karena kan sangat merugikan rencana anak bangsa untuk membangun mobil listrik, jadi menyurutkan minat orang smart kan,” katanya.

Bagi Tauhid, seharusnya Ahok sebagai komisaris utama bisa memberikan dukungan pada setiap inovasi pengembangan teknologi mobil listrik.

“Kita tahu, kita nggak punya teknologi kan, mobil nasional nggak ada kan, apalagi itu (mobil listrik),” pungkasnya.(ral/rmol/pojoksatu)

Berita sebelumnya, pernyataan Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menggunakan ruang publik menggugat rencana Pertamina Power Indonesia (PPI) agar Indonesian Batery Corporation (IBC) mengakuisisi perusahaan mobil StreetScooter milik Deutsche Post DHL Group, Jerman adalah hal yang tidak perlu dilakukan.

Direktur Eksekutif Institute for Development Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad bahkan menyebut cuap-cuap Ahok lewat kanal YouTube tersebut adalah hal yang tidak patut.

“Nggak boleh yang begitu, bagi saya nggak patut hal begitu disampaikan,” ujar Tauhid Ahmad, Kamis (25/11).

Menurutnya, pernyataan Ahok bukan saja akan mengganggu kerjasama dengan mitra pengembangan mobil listrik.

Tetapi, juga bisa menyurutkan semangat anak-anak bangsa untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi.

“Karena kan sangat merugikan rencana anak bangsa untuk membangun mobil listrik, jadi menyurutkan minat orang smart kan,” katanya.

Bagi Tauhid, seharusnya Ahok sebagai komisaris utama bisa memberikan dukungan pada setiap inovasi pengembangan teknologi mobil listrik.

“Kita tahu, kita nggak punya teknologi kan, mobil nasional nggak ada kan, apalagi itu (mobil listrik),” pungkasnya.(ral/rmol/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/