24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Hasil Survei, Pemilih PDIP Lebih Pilih Ganjar Jadi Capres Dibanding Puan, Pimpinan Partai Bereaksi

MANADOPOST.ID–Survei kolaborasi antara Politika Research and Consulting dengan Parameter Politik Indonesia telah dipaparkan hasilnya. Hasil dari survei adalah, pemilih PDIP lebih ingin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres di 2024 ketimbang Ketua DPR Puan Maharani.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Arif Wibowo meminta semua kader partai berlogo banteng tidak mendengar provokasi-provokasi soal capres di 2024. Dia mengatakan, soal capres tunggu ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan memutuskan.

“Wahai barisan banteng Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, jangan mau diprovokasi, jangan mau dipanas-panasi, bersatulah maka kita kuat. Soal capres cawapres urusannya ketua umum,” ujar Arif saat rilis survei kolaborasi Politika Research and Consulting dan Parameter Politik Indonesia, Senin (27/12).

Anggota Komisi II DPR menyebutkan banyak pertimbangan matang yang harus dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri untuk menentukan capres yang diusungnya. Salah satu kriterianya adalah tokoh tersebut harus bermanfaat ke PDIP.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Ada banyak hal yang akan kita timbang untuk memutuskan capres cawapres ke depan. Yang jelas, harus untuk manfaat untuk rakyat bangsa dan negara, serta partai,” katanya.

Arif menuturkan, PDIP menginginkan tokoh yang diusung menjadi capres ke depan mampu mengentaskan kemiskinan dan kebodohan di Indonesia. Termasuk juga mewujudkan masyarakat yang bahagia.

“Karena sama rasa sama bahagia maka anti kebodohan dan anti kemiskinan, jadi tunjukkanlah dedikasimu, kemampuanmu untuk mengentaskan kemiskinan, itu yang penting,” ungkapnya.

Karena itu, Arif berujar pada saatnya nanti ketua umumnya Megawati Soekarnoputri akan menjatuhkan pilihan siapa tokoh yang diusung PDIP di Pilpres 2024 mendatang.  “Jadi kita tidak bisa dihadapkan pada pilihan, apalagi pilihan itu adalah pilihan yang provokatif, yang bertendensi memecah belah persatuan dan kesatuan,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Politika Research and Consulting, Rio Prayogo mengatakan ada tiga kader PDIP yang dipilih oleh pemilih PDIP untuk menjadi capres di 2024. Hasilnya Ganjar Pranowo lebih unggul dalam meraih suara pendukung PDIP dibandingkan Puan Maharani dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Rio memaparkan dalam survei tersebut, Ganjar memperoleh persentase 51 persen. Sedangkan Puan Maharani hanya 4 persen. Sementara Tri Rismaharini hanya mendapatkan angka 2 persen. “Bagaimana Ganjar Pranowo bisa mengamankan suara PDIP. Misalnya dibandingkan dengan Puan Maharani yang hanya 4 persen,” ujar Rio dalam paparan surveinya, Senin (27/12).

Karena itu, Rio berujar pemilih PDIP lebih kepincut dengan Ganjar Pranowo ketimbang Puan Maharani yang merupakan putri dari Megawati Soekarnoputri.

”Jadi Ganjar mendapatkan dukungan di internal PDIP setidaknya responden yang terafiliasi dengan atau yang sudah memilih PDIP di pemilu sebelumnya, karena memberikan suaranya kepada Ganjar Pranowo sebesar 51 persen,” katanya.

Bukan cuma unggul di survei berdasarkan suara pemilih PDIP, Ganjar juga lebih unggul dari Puan dalam survei berdasarkan wilayah, terutama provinsi-provinsi basis suara PDIP. Misalnya saja di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), dan Jawa Timur. Di tiga provinsi tersebut Ganjar mendapatkan 47 persen. Sementara Puan Maharani hanya memperoleh 1 persen. (Jawapos)

MANADOPOST.ID–Survei kolaborasi antara Politika Research and Consulting dengan Parameter Politik Indonesia telah dipaparkan hasilnya. Hasil dari survei adalah, pemilih PDIP lebih ingin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres di 2024 ketimbang Ketua DPR Puan Maharani.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Arif Wibowo meminta semua kader partai berlogo banteng tidak mendengar provokasi-provokasi soal capres di 2024. Dia mengatakan, soal capres tunggu ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan memutuskan.

“Wahai barisan banteng Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, jangan mau diprovokasi, jangan mau dipanas-panasi, bersatulah maka kita kuat. Soal capres cawapres urusannya ketua umum,” ujar Arif saat rilis survei kolaborasi Politika Research and Consulting dan Parameter Politik Indonesia, Senin (27/12).

Anggota Komisi II DPR menyebutkan banyak pertimbangan matang yang harus dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri untuk menentukan capres yang diusungnya. Salah satu kriterianya adalah tokoh tersebut harus bermanfaat ke PDIP.

“Ada banyak hal yang akan kita timbang untuk memutuskan capres cawapres ke depan. Yang jelas, harus untuk manfaat untuk rakyat bangsa dan negara, serta partai,” katanya.

Arif menuturkan, PDIP menginginkan tokoh yang diusung menjadi capres ke depan mampu mengentaskan kemiskinan dan kebodohan di Indonesia. Termasuk juga mewujudkan masyarakat yang bahagia.

“Karena sama rasa sama bahagia maka anti kebodohan dan anti kemiskinan, jadi tunjukkanlah dedikasimu, kemampuanmu untuk mengentaskan kemiskinan, itu yang penting,” ungkapnya.

Karena itu, Arif berujar pada saatnya nanti ketua umumnya Megawati Soekarnoputri akan menjatuhkan pilihan siapa tokoh yang diusung PDIP di Pilpres 2024 mendatang.  “Jadi kita tidak bisa dihadapkan pada pilihan, apalagi pilihan itu adalah pilihan yang provokatif, yang bertendensi memecah belah persatuan dan kesatuan,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Politika Research and Consulting, Rio Prayogo mengatakan ada tiga kader PDIP yang dipilih oleh pemilih PDIP untuk menjadi capres di 2024. Hasilnya Ganjar Pranowo lebih unggul dalam meraih suara pendukung PDIP dibandingkan Puan Maharani dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Rio memaparkan dalam survei tersebut, Ganjar memperoleh persentase 51 persen. Sedangkan Puan Maharani hanya 4 persen. Sementara Tri Rismaharini hanya mendapatkan angka 2 persen. “Bagaimana Ganjar Pranowo bisa mengamankan suara PDIP. Misalnya dibandingkan dengan Puan Maharani yang hanya 4 persen,” ujar Rio dalam paparan surveinya, Senin (27/12).

Karena itu, Rio berujar pemilih PDIP lebih kepincut dengan Ganjar Pranowo ketimbang Puan Maharani yang merupakan putri dari Megawati Soekarnoputri.

”Jadi Ganjar mendapatkan dukungan di internal PDIP setidaknya responden yang terafiliasi dengan atau yang sudah memilih PDIP di pemilu sebelumnya, karena memberikan suaranya kepada Ganjar Pranowo sebesar 51 persen,” katanya.

Bukan cuma unggul di survei berdasarkan suara pemilih PDIP, Ganjar juga lebih unggul dari Puan dalam survei berdasarkan wilayah, terutama provinsi-provinsi basis suara PDIP. Misalnya saja di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), dan Jawa Timur. Di tiga provinsi tersebut Ganjar mendapatkan 47 persen. Sementara Puan Maharani hanya memperoleh 1 persen. (Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/