alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 27 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ingin Gulingkan Pemerintah dan Ubah Ideologi Pancasila, Densus 88 Bekuk 16 Teroris

MANADOPOST.ID-Detasemen (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil membekuk 16 tersangka teroris kelompok jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di beberapa wilayah di Sumatera Barat.

 

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan, para tersangka tersebut ditangkap karena berniat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dengan cara mengubah ideologi Pancasila.

 

“Berkeinginan untuk mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi syariat Islam secara kaffah. Kemudian memiliki niat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah apabila NKRI sedang dalam keadaan kacau atau chaos,” ujar Aswin kepada wartawan, Senin (28/3).

 

Aswin menuturkan, para tersangka teroris tersebut juga telah melakukan persiapan menggulingkan pemerintahan. Salah satunya rutin melakukan latihan seperti militer.

 

“Melakukan berbagai kegiatan i’dad (latihan ala militer) secara rutin. Merencanakan persiapan logistik berupa persenjataan,” katanya.

 

Aswin menuturkan, para tersangka tersebut juga merekrut anak-anak di bawah umur untuk dijadikan bagian dari kelompok NII.

 

“Melakukan perekrutan anggota secara masif di wilayah Sumatera Barat dengan melibat anak-anak di bawah umur. Berhubungan dengan kelompok teror di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Bali,” ungkapnya.

 

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 16 tersangka dugaan tindak pidana terorisme di wilayah Sumatera Barat pada Jumat (25/3).

 

Rinciannya 12 tersangka ditangkap di Kabupaten Dharmasraya dan empat dibekuk di Kabupaten Tanah Datar.(fajar)

MANADOPOST.ID-Detasemen (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil membekuk 16 tersangka teroris kelompok jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di beberapa wilayah di Sumatera Barat.

 

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan, para tersangka tersebut ditangkap karena berniat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dengan cara mengubah ideologi Pancasila.

 

“Berkeinginan untuk mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi syariat Islam secara kaffah. Kemudian memiliki niat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah apabila NKRI sedang dalam keadaan kacau atau chaos,” ujar Aswin kepada wartawan, Senin (28/3).

 

Aswin menuturkan, para tersangka teroris tersebut juga telah melakukan persiapan menggulingkan pemerintahan. Salah satunya rutin melakukan latihan seperti militer.

 

“Melakukan berbagai kegiatan i’dad (latihan ala militer) secara rutin. Merencanakan persiapan logistik berupa persenjataan,” katanya.

 

Aswin menuturkan, para tersangka tersebut juga merekrut anak-anak di bawah umur untuk dijadikan bagian dari kelompok NII.

 

“Melakukan perekrutan anggota secara masif di wilayah Sumatera Barat dengan melibat anak-anak di bawah umur. Berhubungan dengan kelompok teror di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Bali,” ungkapnya.

 

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 16 tersangka dugaan tindak pidana terorisme di wilayah Sumatera Barat pada Jumat (25/3).

 

Rinciannya 12 tersangka ditangkap di Kabupaten Dharmasraya dan empat dibekuk di Kabupaten Tanah Datar.(fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/