alexametrics
29.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tega Banget, Nenek 68 Tahun Dipolisikan Anak Kandungnya Hanya Karena HP

MANADOPOST.ID–Seorang nenek bernama Alimin, 68, terpaksa berurusan dengan polisi lantaran dilaporkan telah mencuri HP. Ironisnya, pelapor tidak lain adalah anak kandungnya sendiri, Suheni, 44, pemilik HP.

Ibu kandung dan anak kandung ini merupakan warga Lingkungan Pandan Salas, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, NTB. Alimin mengaku, pencurian itu terpaksa ia lakukan karena sakit hati kepada anak kandungnya yang tak pernah memberinya uang.

Padahal, Alimin diminta untuk menjaga anak Suheni yang tidak lain adalah cucunya. “Anaknya ini juga tidak pernah dikasih uang jajan. Lima cucu saya tinggal sama saya. Uang jajan juga minta ke saya,” ungkap Alimin, seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Kamis (28/4).

Alimin menceritakan, ia mencuri HP saat anaknya tidur pulas di dalam kamar. “HP nya di ruang tamu, tidak di dalam kamar,” beber Alimin.

HP Suheni itu lantas dijual seharga Rp 1,6 juta yang kemudian digunakan untuk membayar utang. “Udah lama HP-nya saya jual, udah empat bulanan. Uangnya untuk saya bayar utang,” ungkap Alimin.

Sementara, Kapolsek Sandubaya Kompol Moh Nasrullah menceritakan, pencurian itu terjadi pada awal Desember 2021 lalu. Nasrullah mengungkap, selama ini Alimin bekerja di rumah anaknya sebagai tukang cuci dan menjaga anak-anaka Suheni.

Akan tetapi, selam itu pula Alimin tak pernah diberi uang olah Suheni. “Pelaku kami amankan di rumahnya. Berdasarkan pengakuannya, mengakui telah melakukan pencurian tersebut,” ujar Nasrullah.

Atas perbuatannya, Alimin disangkakan Pasal 367 tentang pencurian dalam keluarga. Kendati sudah menetapkan Alimin sebagai tersangka, pihaknya memutuskan tidak menahan Alimin. “Atas beberapa pertimbangan pelaku tidak ditahan, tetapi wajib lapor,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga masih terus mengupayakan penyelesaian kasus tersebut secara kekeluargaan dan melakukan restorative justice. Pasalnya, antara Alimin dan Suheni memiliki hubungan darah yang sangat dekat, yakni ibu dan anak kandung. “Berdasarkan kesepakatan dari seluruh keluarganya bahwa masalah ini akan diupayakan Restorative Justice (RJ),” pungkasnya.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Seorang nenek bernama Alimin, 68, terpaksa berurusan dengan polisi lantaran dilaporkan telah mencuri HP. Ironisnya, pelapor tidak lain adalah anak kandungnya sendiri, Suheni, 44, pemilik HP.

Ibu kandung dan anak kandung ini merupakan warga Lingkungan Pandan Salas, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, NTB. Alimin mengaku, pencurian itu terpaksa ia lakukan karena sakit hati kepada anak kandungnya yang tak pernah memberinya uang.

Padahal, Alimin diminta untuk menjaga anak Suheni yang tidak lain adalah cucunya. “Anaknya ini juga tidak pernah dikasih uang jajan. Lima cucu saya tinggal sama saya. Uang jajan juga minta ke saya,” ungkap Alimin, seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Kamis (28/4).

Alimin menceritakan, ia mencuri HP saat anaknya tidur pulas di dalam kamar. “HP nya di ruang tamu, tidak di dalam kamar,” beber Alimin.

HP Suheni itu lantas dijual seharga Rp 1,6 juta yang kemudian digunakan untuk membayar utang. “Udah lama HP-nya saya jual, udah empat bulanan. Uangnya untuk saya bayar utang,” ungkap Alimin.

Sementara, Kapolsek Sandubaya Kompol Moh Nasrullah menceritakan, pencurian itu terjadi pada awal Desember 2021 lalu. Nasrullah mengungkap, selama ini Alimin bekerja di rumah anaknya sebagai tukang cuci dan menjaga anak-anaka Suheni.

Akan tetapi, selam itu pula Alimin tak pernah diberi uang olah Suheni. “Pelaku kami amankan di rumahnya. Berdasarkan pengakuannya, mengakui telah melakukan pencurian tersebut,” ujar Nasrullah.

Atas perbuatannya, Alimin disangkakan Pasal 367 tentang pencurian dalam keluarga. Kendati sudah menetapkan Alimin sebagai tersangka, pihaknya memutuskan tidak menahan Alimin. “Atas beberapa pertimbangan pelaku tidak ditahan, tetapi wajib lapor,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga masih terus mengupayakan penyelesaian kasus tersebut secara kekeluargaan dan melakukan restorative justice. Pasalnya, antara Alimin dan Suheni memiliki hubungan darah yang sangat dekat, yakni ibu dan anak kandung. “Berdasarkan kesepakatan dari seluruh keluarganya bahwa masalah ini akan diupayakan Restorative Justice (RJ),” pungkasnya.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/