25.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Terungkap, Satu Korban Diduga Masih Hidup Saat Dibuang Tiga Oknum TNI ke Sungai

MANADOPOST.ID–Handi Saputra, satu korban yang dibuang tiga oknum TNI diduga masih hidup saat dibuang ke sungai.

Itu didasarkan hasil pemeriksaan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Dalam pemeriksaan tersebut, polisi menemukan air di dalam saluran napas hingga paru-paru Handi.

Karena itu, keluarga menuntut kasus kematian Handi Saputra harus diusut tuntas. Pihak keluarga juga menuntut keadilan agar para pelaku dihukum seberat-beratnya.

Orangtua Handi Saputra, Entes Hidayatullah menyatakan, tuntutan keluarga tidak banyak dan tidak muluk-muluk.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Saya minta dihukum yang seadilnya saja,” ucap Entes usai ditemui KSAD Jenderal Dudung Abdurachman di Garut, Senin (27/12).

Keluarga sebelumnya sama sekali tidak menyangka jika pelaku adalah prajurit TNI AD. Meski begitu, Entes meminta agar hukum diterapkan meski pelaku adalah aparat. “Ini kan negara hukum, keluarga meminta ketiga pelaku itu dihukum seadil-adilnya,” tegasnya.

Sementara, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman menyebut, perbuatan tiga oknum TNI AD itu merupakan perbuatan di luar batas kemanusiaan.

“Sudah saya sampaikan ke keluarga korban permohonan maaf atas nama institusi angkatan darat yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Jenderal Dudung.

Jenderal Dudung memastikan, ketiga oknum TNI AD itu akan dipecat menyesuaikan putusan dari Pengadilan Militer.

“Saya selaku KSAD, akan menyesuaikan dan akan mengurus administrasi untuk dilakukan pemecatan,” pungkas Jenderal Dudung. (ruh/pojoksatu)

MANADOPOST.ID–Handi Saputra, satu korban yang dibuang tiga oknum TNI diduga masih hidup saat dibuang ke sungai.

Itu didasarkan hasil pemeriksaan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Dalam pemeriksaan tersebut, polisi menemukan air di dalam saluran napas hingga paru-paru Handi.

Karena itu, keluarga menuntut kasus kematian Handi Saputra harus diusut tuntas. Pihak keluarga juga menuntut keadilan agar para pelaku dihukum seberat-beratnya.

Orangtua Handi Saputra, Entes Hidayatullah menyatakan, tuntutan keluarga tidak banyak dan tidak muluk-muluk.

“Saya minta dihukum yang seadilnya saja,” ucap Entes usai ditemui KSAD Jenderal Dudung Abdurachman di Garut, Senin (27/12).

Keluarga sebelumnya sama sekali tidak menyangka jika pelaku adalah prajurit TNI AD. Meski begitu, Entes meminta agar hukum diterapkan meski pelaku adalah aparat. “Ini kan negara hukum, keluarga meminta ketiga pelaku itu dihukum seadil-adilnya,” tegasnya.

Sementara, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman menyebut, perbuatan tiga oknum TNI AD itu merupakan perbuatan di luar batas kemanusiaan.

“Sudah saya sampaikan ke keluarga korban permohonan maaf atas nama institusi angkatan darat yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Jenderal Dudung.

Jenderal Dudung memastikan, ketiga oknum TNI AD itu akan dipecat menyesuaikan putusan dari Pengadilan Militer.

“Saya selaku KSAD, akan menyesuaikan dan akan mengurus administrasi untuk dilakukan pemecatan,” pungkas Jenderal Dudung. (ruh/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/