27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Begini Cara Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Usir `Roh Jahat` dari KPK

MANADOPOST.ID— Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi ‘Ruatan Rakyat Untuk KPK’ di Gedung ACLC, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/5).

Dari aksi ini terlihat para peserta aksi menggunakan topeng wajah empat Dewan Pengawas KPK dan satu Pimpinan KPK.

Aksi yang berlangsung di Gedung ACLC itu menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, peserta aksi juga menggunakan topeng wajah para anggota Dewas dan ketua KPK. Diantaranya adalah Tumpak Hatorangan Panggabean, Syamsuddin Haris, Albertina Ho dan Harjono Serta Firli Bahuri selaku Ketua KPK.

Di samping itu, diduga banyak roh jahat sehingga peserta aksi menyiapkan sajen, menyalakan dupa, memegang sapu serta melempari bunga keempat anggota dewas dan ketua KPK.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Aksi meruwat KPK sendiri untuk menghilangkan roh-roh jahat dari berbagai kalangan, utamanya pemerintah dan orang-orang di belakanganya terhadap KPK,” ucap Sita Amsari salah satu peserta aksi, dilansir dari jawapos.com, Sabtu (29/5).

Menurut Sita, saat ini kondisi KPK sedang tidak baik-baik saja atau darurat. “Jika kita diam maka sama saja berbuat kejahatan, maka dari itu aksi ini salah satu rangkaian dari kita untuk memberi peringatan kepada rakyat dan pemerintah bahwa anak kandung reformasi dalam hal ini KPK, harusnya kita bersihkan dari niat jahat dan kedaulatan rakyat harus kembali kepada rakyat,” pungkas Sita.

“Karena kebijakan-kebijakan saat ini sudah didominasi kepentingan oligarki. Oleh karena itu, saatnya nyalakan tanda bahaya,” tutup Sita.(ctr-04)

MANADOPOST.ID— Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi ‘Ruatan Rakyat Untuk KPK’ di Gedung ACLC, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/5).

Dari aksi ini terlihat para peserta aksi menggunakan topeng wajah empat Dewan Pengawas KPK dan satu Pimpinan KPK.

Aksi yang berlangsung di Gedung ACLC itu menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, peserta aksi juga menggunakan topeng wajah para anggota Dewas dan ketua KPK. Diantaranya adalah Tumpak Hatorangan Panggabean, Syamsuddin Haris, Albertina Ho dan Harjono Serta Firli Bahuri selaku Ketua KPK.

Di samping itu, diduga banyak roh jahat sehingga peserta aksi menyiapkan sajen, menyalakan dupa, memegang sapu serta melempari bunga keempat anggota dewas dan ketua KPK.

“Aksi meruwat KPK sendiri untuk menghilangkan roh-roh jahat dari berbagai kalangan, utamanya pemerintah dan orang-orang di belakanganya terhadap KPK,” ucap Sita Amsari salah satu peserta aksi, dilansir dari jawapos.com, Sabtu (29/5).

Menurut Sita, saat ini kondisi KPK sedang tidak baik-baik saja atau darurat. “Jika kita diam maka sama saja berbuat kejahatan, maka dari itu aksi ini salah satu rangkaian dari kita untuk memberi peringatan kepada rakyat dan pemerintah bahwa anak kandung reformasi dalam hal ini KPK, harusnya kita bersihkan dari niat jahat dan kedaulatan rakyat harus kembali kepada rakyat,” pungkas Sita.

“Karena kebijakan-kebijakan saat ini sudah didominasi kepentingan oligarki. Oleh karena itu, saatnya nyalakan tanda bahaya,” tutup Sita.(ctr-04)

Most Read

Artikel Terbaru

/