alexametrics
28.4 C
Manado
Jumat, 17 September 2021
spot_img

Kisah Bupati Puncak Jaya yang Berhasil Taklukan KKB Papua Secara Diplomatis

MANADOPOST.ID – Pendekatan militer, bukan satu-satunya cara menaklukan Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKB Papua).

Sebab, masih banyak cara lain, yang bisa digunakan, selain kekerasan. Salah satunya melalui cara diplomatis yang mengedepankan perdamaian.

Seperti yang dilakukan Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda yang berhasil mengamankan wilayahnya sekaligus meredam api pemberontakan disana.

Ilustrasi salah seorang KKB menyarahkan diri (KASATGAS HUMAS NEMANGKAWI FOR CENDERAWASIH POS)

Dilansir dari ANTARANEWS Jumat (28/5) kemarin, Yuni Wonda menceritakan bagaimana ia berhasil meredam konflik sekaligus mengatasi gangguan keamanan di wilayahnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, beberapa tahun lalu Puncak Jaya juga mengalami gangguan keamanan yang dilakukan KKB Papua.

Namun dalam menghentikan gangguan tersebut, Wonda tak menggunakan cara kekerasan.

Ia malah membuat KKB Papua, menerima berbagai program pembangunan yang dilaksanakan.

Ilustrasi KKB Papua (Fajar JPG)

“Ada lima hal yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah keamanan di antaranya terus melakukan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat dan lebih sering berada di daerah sehingga bila ada permasalahan dapat tertangani, ” kata Bupati Wonda di Jayapura, Papua, Jumat (28/5) kemarin

Dia mengatakan, berbagai pendekatan terus dilakukan ke masyarakat sehingga mereka memahami karena pembangunan yang saat ini sedang digalakkan juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemimpin, lanjut dia, harus tahu apa kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan serta selalu mendengar apa keluhan warga dan selalu berada di tengah masyarakat.

“Dulu penanganan di Papua selalu melakukan pendekatan militeristik sehingga anak-anak menyaksikan sanak keluarga ditembak dan dibunuh,” kata Bupati Wonda seraya menambahkan itu menjadi luka dalam yang hingga kini masih membekas.

Selain mengubah pendekatan ke masyarakat, orang Papua juga harus diberdayakan sesuai UU No 21 tahun 2001 dan bila hal itu benar-benar dilakukan maka dipercaya Papua bisa lebih maju.

“Seluruh elemen harus sinergi dan itu yang diterapkan di Puncak Jaya saat ini hingga situasi aman,” tandasnya. (ANTARA/tr-01)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru