33.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Misteri Cahaya di Tengah Merapi, Ini Penjelasan BPPTKG

MANADOPOST.ID – Netizen Indonesia, digemparkan dengan peristiwa yang tak biasa.

Pasalnya sebuah foto beredar di media sosial yang ditengarai foto benda langit yang jatuh di tengah Gunung Merapi.

Sontak hal tersebut viral dan membuat warganet +62 gempar hingga mengaitkannya dengan adanya benda langit yang jatuh di tengah gunung Merapi.

Ilustrasi gunung Merapi

Menanggapi hal tersebut, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) langsung mengklarifikasi.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Mereka menyebutkan terkait foto kilatan cahaya layaknya komet jatuh di puncak Gunung Merapi yang beredar di media sosial, disimpulkan bahwa tidak ada benda jatuh di gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

“Berdasarkan data pemantauan, pada saat kejadian tidak ada sinyal kegempaan dan suara sehingga kami menyimpulkan tidak ada benda yang jatuh di sekitar Merapi. Sampai saat ini, kejadian tersebut tidak berpengaruh pada aktivitas Merapi,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat.

Ilustrasi gunung Merapi

Sehubungan dengan beredarnya berita tersebut, Hanik menyebutkan bahwa kamera CCTV yang berada di Deles (sisi timur Gunung Merapi) juga sempat merekam kilatan cahaya pada 27 Mei 2021 pukul 23.08.10 WIB.

Meski demikian, lanjut dia, tidak terdapat sinyal yang signifikan dari data kegempaan dan tidak dilaporkan terdengar suara atau terlihat kilatan cahaya dari pos-pos pemantauan Gunung Merapi.

Hanik mengatakan salah satu tugas BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi adalah melakukan mitigasi Gunung Merapi dan tidak memiliki tugas untuk mengamati benda langit.

“Sehingga kami tidak bisa memastikan benda apa yang terlihat dalam gambar tersebut,” kata dia.

Ia menerangkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga kini masih cukup tinggi yaitu berupa aktivitas erupsi efusif yang ditandai dengan aktivitas pertumbuhan kubah lava, guguran, dan awan panas guguran. Tingkat aktivitas masih ditetapkan dalam tingkat siaga.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya,” kata dia. (ANTARA/tr-01)

MANADOPOST.ID – Netizen Indonesia, digemparkan dengan peristiwa yang tak biasa.

Pasalnya sebuah foto beredar di media sosial yang ditengarai foto benda langit yang jatuh di tengah Gunung Merapi.

Sontak hal tersebut viral dan membuat warganet +62 gempar hingga mengaitkannya dengan adanya benda langit yang jatuh di tengah gunung Merapi.

Ilustrasi gunung Merapi

Menanggapi hal tersebut, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) langsung mengklarifikasi.

Mereka menyebutkan terkait foto kilatan cahaya layaknya komet jatuh di puncak Gunung Merapi yang beredar di media sosial, disimpulkan bahwa tidak ada benda jatuh di gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

“Berdasarkan data pemantauan, pada saat kejadian tidak ada sinyal kegempaan dan suara sehingga kami menyimpulkan tidak ada benda yang jatuh di sekitar Merapi. Sampai saat ini, kejadian tersebut tidak berpengaruh pada aktivitas Merapi,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat.

Ilustrasi gunung Merapi

Sehubungan dengan beredarnya berita tersebut, Hanik menyebutkan bahwa kamera CCTV yang berada di Deles (sisi timur Gunung Merapi) juga sempat merekam kilatan cahaya pada 27 Mei 2021 pukul 23.08.10 WIB.

Meski demikian, lanjut dia, tidak terdapat sinyal yang signifikan dari data kegempaan dan tidak dilaporkan terdengar suara atau terlihat kilatan cahaya dari pos-pos pemantauan Gunung Merapi.

Hanik mengatakan salah satu tugas BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi adalah melakukan mitigasi Gunung Merapi dan tidak memiliki tugas untuk mengamati benda langit.

“Sehingga kami tidak bisa memastikan benda apa yang terlihat dalam gambar tersebut,” kata dia.

Ia menerangkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga kini masih cukup tinggi yaitu berupa aktivitas erupsi efusif yang ditandai dengan aktivitas pertumbuhan kubah lava, guguran, dan awan panas guguran. Tingkat aktivitas masih ditetapkan dalam tingkat siaga.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya,” kata dia. (ANTARA/tr-01)

Most Read

Artikel Terbaru

/