23.4 C
Manado
Saturday, 4 February 2023

Tragis! Siswi SMP Bunuh Diri Usai Nikah, Terungkap Alasannya!

MANADOPOST.ID – Tragedi pengantin berdarah, tak hanya terjadi di Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Pasalnya kasus pengantin bunuh diri juga marak terjadi di Indonesia, seperti yang terjadi di Dusun Parse, Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Dari informasi yang dihimpun, kasus pengantin bunuh diri tersebut terjadi Selasa (25/5) silam dimana seorang pengantin wanita bernama Rakiyatul Annisak nekat melakukan aksi bunuh diri usai akad nikah.

Pengantin wanita bunuh diri setelah akad nikah

Dalam aksinya perempuan yang kerap disapa Nisa tersebut meminum racun, tepat sesudah pernikahan

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Meski keluarga saat itu langsung membawa Nisa ke Puskesma Arjasa, namun sayangnya nyawa anak dibawah umur tersebut tak terselamatkan

Dilansir dari PojokSatu, Kepala Dusun Parse, Hafidzul Antidarma mengatakan penyebab Nisa nekat mengakhiri hidupnya usai akad nikah, karena ia dipaksa menikah oleh keluarganya.

Baca Juga:  Viral! Gerombolan Orang Berjubah Tanpa Masker Doa Massal di Pos Penyekatan Suramadu
Siswi SMP bunuh diri usai menikah

Hafidzul menuturkan, tindakan nekat yang dilalukan Nisa itu diduga lantaran sejatinya ia tak mau dinikahkan oleh orang tuanya.

”Yang bersangkutan diduga sengaja mengakhiri hidup kerena dipaksa menikah oleh orang tuanya,” ujarnya

Nisa, sambung dia, dinikahkan dengan seorang pria yang sudah cukup umur.

Akan tetapi, ia tak menyebut secara detil umur pengantin pria dimaksud. Sedangkan Nisa masih di bawah umur.

“Pernikahan dilakukan secara siri karena korban belum cukup umur,” ucapnya.

Sementara Hafidzul juga mengungkap fakta bahwa Nisa pernah mingga dari rumah.

Itu terjadi selang tiga hari setelah korban dijodohkan oleh orang tuanya pada 2020 lalu.

Bahkan, saat itu, dirinya ikut membantu melakukan pencarian terhadap Nissa.

Baca Juga:  Terbongkar! Percakapan Veronica Koman dengan Ketua KNPB

Saat ditemukan, Nisa pun mengaku minggat lantaran tak mau dinikahkan.

Alasannya, saat ini korban masih menempuh sekolah kelas IX SMP.

“Orang tuanya laporan,” jelasnya.

Selain itu, dari informasi yang didapatnya, Nisa juga sempat curhat kepada teman-temannya.

Nisa mengatakan, tidak akan lagi ada di dunia setelah dirinya menikah nantinya.

“Almarhumah langsung dimakamkan hari itu juga,” pungkasnya.(jun/mr/yan/bas/JPR)

MANADOPOST.ID – Tragedi pengantin berdarah, tak hanya terjadi di Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Pasalnya kasus pengantin bunuh diri juga marak terjadi di Indonesia, seperti yang terjadi di Dusun Parse, Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Dari informasi yang dihimpun, kasus pengantin bunuh diri tersebut terjadi Selasa (25/5) silam dimana seorang pengantin wanita bernama Rakiyatul Annisak nekat melakukan aksi bunuh diri usai akad nikah.

Pengantin wanita bunuh diri setelah akad nikah

Dalam aksinya perempuan yang kerap disapa Nisa tersebut meminum racun, tepat sesudah pernikahan

Meski keluarga saat itu langsung membawa Nisa ke Puskesma Arjasa, namun sayangnya nyawa anak dibawah umur tersebut tak terselamatkan

Dilansir dari PojokSatu, Kepala Dusun Parse, Hafidzul Antidarma mengatakan penyebab Nisa nekat mengakhiri hidupnya usai akad nikah, karena ia dipaksa menikah oleh keluarganya.

Baca Juga:  Tim Basket Sulut Buat Kejutan, Benamkan Jatim 76-72
Siswi SMP bunuh diri usai menikah

Hafidzul menuturkan, tindakan nekat yang dilalukan Nisa itu diduga lantaran sejatinya ia tak mau dinikahkan oleh orang tuanya.

”Yang bersangkutan diduga sengaja mengakhiri hidup kerena dipaksa menikah oleh orang tuanya,” ujarnya

Nisa, sambung dia, dinikahkan dengan seorang pria yang sudah cukup umur.

Akan tetapi, ia tak menyebut secara detil umur pengantin pria dimaksud. Sedangkan Nisa masih di bawah umur.

“Pernikahan dilakukan secara siri karena korban belum cukup umur,” ucapnya.

Sementara Hafidzul juga mengungkap fakta bahwa Nisa pernah mingga dari rumah.

Itu terjadi selang tiga hari setelah korban dijodohkan oleh orang tuanya pada 2020 lalu.

Bahkan, saat itu, dirinya ikut membantu melakukan pencarian terhadap Nissa.

Baca Juga:  Simak Ini! Warga Meninggal Mayoritas Belum Divaksin

Saat ditemukan, Nisa pun mengaku minggat lantaran tak mau dinikahkan.

Alasannya, saat ini korban masih menempuh sekolah kelas IX SMP.

“Orang tuanya laporan,” jelasnya.

Selain itu, dari informasi yang didapatnya, Nisa juga sempat curhat kepada teman-temannya.

Nisa mengatakan, tidak akan lagi ada di dunia setelah dirinya menikah nantinya.

“Almarhumah langsung dimakamkan hari itu juga,” pungkasnya.(jun/mr/yan/bas/JPR)

Most Read

Artikel Terbaru