33.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Lagi, Prajurit TNI Gugur di Papua Usai Kontak Tembak dengan Kelompok Separatis Teroris

MANADOPOST.ID–Situasi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, terus bergejolak. Aksi kontak tembak antara personel TNI dan kelompok separatis teroris (KST) kembali menimbulkan korban jiwa.

Seorang prajurit TNI bernama Prada Beryl Kholif Al Rohman meninggal kemarin (29/6). Prada Beryl yang berasal Kediri, Jawa Timur, merupakan personel Batalyon Infanteri Para Raider 431/Satria Setia Perkasa.

Ketika KST menyerang Pos Ramil Kiwirok, dia bawah kendali operasi di Papua. Dia bertugas dalam satuan tugas (satgas) kodim dan berada di bawah komando peleton III.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman menyampaikan, kejadian tersebut berlangsung kemarin pukul 15.30 WIT di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Yang terlibat kontak tembak adalah Satgas Kodim Yonif PR 431/SSP Pos Kiwirok dengan KST Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alepki Taplo (Pangkodap XV Ngalum Kupel).

Prada Beryl Kholif Al Rohman tertembak di bagian paha dan kehabisan darah. ”Korban gugur tertembak di paha dan kehabisan darah. Saat ini di lokasi (kemarin sore, Red) masih berlangsung kontak tembak,” ujar Kapendam Herman dalam rilisnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sembom menyampaikan bahwa Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM telah menerima laporan resmi dari pasukan Kodam XV Ngalum Kupel.

Bahwa TPNPB di bawah pimpinan Lamek A. Taplo telah menyerang pos TNI di Kiwirok dan berhasil menembak mati seorang anggota TNI. ”TPNPB belum bisa memastikan berapa korban, tapi diperkirakan ada yang mengalami luka tembak,” jelas Sebby.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Situasi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, terus bergejolak. Aksi kontak tembak antara personel TNI dan kelompok separatis teroris (KST) kembali menimbulkan korban jiwa.

Seorang prajurit TNI bernama Prada Beryl Kholif Al Rohman meninggal kemarin (29/6). Prada Beryl yang berasal Kediri, Jawa Timur, merupakan personel Batalyon Infanteri Para Raider 431/Satria Setia Perkasa.

Ketika KST menyerang Pos Ramil Kiwirok, dia bawah kendali operasi di Papua. Dia bertugas dalam satuan tugas (satgas) kodim dan berada di bawah komando peleton III.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman menyampaikan, kejadian tersebut berlangsung kemarin pukul 15.30 WIT di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Yang terlibat kontak tembak adalah Satgas Kodim Yonif PR 431/SSP Pos Kiwirok dengan KST Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alepki Taplo (Pangkodap XV Ngalum Kupel).

Prada Beryl Kholif Al Rohman tertembak di bagian paha dan kehabisan darah. ”Korban gugur tertembak di paha dan kehabisan darah. Saat ini di lokasi (kemarin sore, Red) masih berlangsung kontak tembak,” ujar Kapendam Herman dalam rilisnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sembom menyampaikan bahwa Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM telah menerima laporan resmi dari pasukan Kodam XV Ngalum Kupel.

Bahwa TPNPB di bawah pimpinan Lamek A. Taplo telah menyerang pos TNI di Kiwirok dan berhasil menembak mati seorang anggota TNI. ”TPNPB belum bisa memastikan berapa korban, tapi diperkirakan ada yang mengalami luka tembak,” jelas Sebby.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/