29.4 C
Manado
Tuesday, 30 May 2023

Puan Maharani Beber Urgensi Pemerataan Vaksinasi

MANADOPOST.ID— Ketua DPR Puan Maharani berbicara tentang urgensi pemerataan vaksin Covid-19 bagi seluruh negara saat memimpin General Debate dalam Inter Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-143, di Madrid, Spanyol.

Menurut dia, puluhan juta orang berisiko jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem selama pandemi Covid-19. “Hampir dua tahun pandemi Covid-19, kita terus menghadapi krisis kesehatan dan sosial ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Puan dalam keterangannya, Minggu (28/11).

Puan memimpin sesi kedua general debate yang bertajuk Contemporary challenges to democracy: Overcoming division and building community’ yang diadakan Sabtu, 27 November 2021 waktu Madrid. Ia menyampaikan jumlah orang kurang gizi diprediksi akan meningkat lebih dari 800 juta orang pada 2022 dan vaksin Covid-19 saat ini masih belum merata. Oleh sebab itu, Puan menyatakan semua pihak harus bekerja sama untuk mencapai kesetaraan vaksin.

Baca Juga:  Viral Puan-Prabowo atau Prabowo-Puan, Ini Jawaban Puan Soal Koalisi

Politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan di saat bersamaan dunia sedang dihadapkan pada potensi krisis pemanasan global. Dengan demikian, semua negara perlu meningkatkan komitmen dalam mitigasi dan adaptasi untuk menghindari bencana iklim. “Pada saat yang sama, negara-negara maju harus memenuhi janji mereka untuk memberikan pembiayaan perubahan iklim,” kata Puan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ia menjelaskan beberapa isu yang dibahas lainnya ialah tentang krisis kemanusiaan dan ancaman keamanan akibat pandemi Covid-19 mulai dari tantangan politik, ekonomi dan sosial. Puan menilai krisis kemanusiaan akibat konflik terjadi di berbagai belahan dunia, ketahanan demokrasi juga diperebutkan ketika Covid-19 telah membawa dampak yang sangat besar bagi kemajuan demokrasi. “Penundaan Pemilu telah terjadi di berbagai belahan dunia. Banyak negara telah memberlakukan tindakan darurat yang membatasi kebebasan bergerak,” ujarnya.

Baca Juga:  Sosok Doni Salmanan, Crazy Rich Bandung Kini Terancam 20 Tahun Penjara

Puan menilai diperlukan pemerintahan yang baik selama krisis Covid-19 termasuk peran parlemen harus memberikan kinerja terbaik. “Parlemen harus tetap menjadi pusat upaya untuk memelihara masyarakat yang demokratis, inklusif, dan sejahtera. Parlemen harus mampu menopang goncangan dunia kita yang terus berubah,” ujarnya.

Dia mengatakan di masa krisis parlemen harus terus menjalankan fungsinya termasuk melakukan check and balance untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan. Puan Maharani mengatakan peran parlemen di masa krisis bahkan lebih signifikan dari sebelumnya dan harus mampu meningkatkan kepercayaan agar keputusan lembaga publik dapat diterima. (jp/ewa)

MANADOPOST.ID— Ketua DPR Puan Maharani berbicara tentang urgensi pemerataan vaksin Covid-19 bagi seluruh negara saat memimpin General Debate dalam Inter Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-143, di Madrid, Spanyol.

Menurut dia, puluhan juta orang berisiko jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem selama pandemi Covid-19. “Hampir dua tahun pandemi Covid-19, kita terus menghadapi krisis kesehatan dan sosial ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Puan dalam keterangannya, Minggu (28/11).

Puan memimpin sesi kedua general debate yang bertajuk Contemporary challenges to democracy: Overcoming division and building community’ yang diadakan Sabtu, 27 November 2021 waktu Madrid. Ia menyampaikan jumlah orang kurang gizi diprediksi akan meningkat lebih dari 800 juta orang pada 2022 dan vaksin Covid-19 saat ini masih belum merata. Oleh sebab itu, Puan menyatakan semua pihak harus bekerja sama untuk mencapai kesetaraan vaksin.

Baca Juga:  Koar-koar Ahok Disebut Karena Incar Kursi Erick Thohir, Pengamat Sarankan Mundur Saja dari Komut

Politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan di saat bersamaan dunia sedang dihadapkan pada potensi krisis pemanasan global. Dengan demikian, semua negara perlu meningkatkan komitmen dalam mitigasi dan adaptasi untuk menghindari bencana iklim. “Pada saat yang sama, negara-negara maju harus memenuhi janji mereka untuk memberikan pembiayaan perubahan iklim,” kata Puan.

Ia menjelaskan beberapa isu yang dibahas lainnya ialah tentang krisis kemanusiaan dan ancaman keamanan akibat pandemi Covid-19 mulai dari tantangan politik, ekonomi dan sosial. Puan menilai krisis kemanusiaan akibat konflik terjadi di berbagai belahan dunia, ketahanan demokrasi juga diperebutkan ketika Covid-19 telah membawa dampak yang sangat besar bagi kemajuan demokrasi. “Penundaan Pemilu telah terjadi di berbagai belahan dunia. Banyak negara telah memberlakukan tindakan darurat yang membatasi kebebasan bergerak,” ujarnya.

Baca Juga:  Sosok Doni Salmanan, Crazy Rich Bandung Kini Terancam 20 Tahun Penjara

Puan menilai diperlukan pemerintahan yang baik selama krisis Covid-19 termasuk peran parlemen harus memberikan kinerja terbaik. “Parlemen harus tetap menjadi pusat upaya untuk memelihara masyarakat yang demokratis, inklusif, dan sejahtera. Parlemen harus mampu menopang goncangan dunia kita yang terus berubah,” ujarnya.

Dia mengatakan di masa krisis parlemen harus terus menjalankan fungsinya termasuk melakukan check and balance untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan. Puan Maharani mengatakan peran parlemen di masa krisis bahkan lebih signifikan dari sebelumnya dan harus mampu meningkatkan kepercayaan agar keputusan lembaga publik dapat diterima. (jp/ewa)

Most Read

Artikel Terbaru