24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Habib Bahar Didatangi TNI, Sebut Tak Mempan, Yusuf Muhammad: Kalau Masuk Jeruji Gundulin

MANADOPOST.ID-Beredar sebuah vidoe yang memperlihatkan kediaman pendakwah kontroverial, Habib Bahar bin Smith didatangi sejumlah anggota TNI.

Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik yang dibagikan akun Twitter @RonaldLampard8, tampak Bahar bin Smith sedang bersitegang dengan salah satu anggota TNI.

Terdengar anggota TNI tersebut menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Ika, yang kemudian langsung dijawab dengan Bahar bin Smith dengan nada tinggi. “Oh iya Bhineka Tunggal Ika harga mati, Pancasila harga mati, UUD 45 harga mati,” kata Bahar, dilihat

Bahar kemudian mengatakan bahwa tanpa kehadiran anggota TNI di rumahnya, ia akan datang ke Polda Jawa Barat. “Mau bapak ngga datang ke mari, tetep Senin saya akan datang ke Polda Jabar. Saya akan datang, bahkan dari Minggu saya akan nginep di sana,” kata Bahar.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Bahar lantas membantah pernyataan anggota TNI tersebut yang siap menjemput Bahar bila dirinya mangkir dari panggilan Polda Jawa Barat.

“Ngga ada urusan, saya bakal datang. Apa urusan bapak mau jemput, yang jemput polisi bukan bapak dong,” tegas Bahar. “Tapi ini wilayah saya pak, tugas saya menjaga stabilitas wilayah,” jawab anggota TNI itu menimpali pernyataan Bahar bin Smith.

Bahar menduga bahwa kehadiran para anggota TNI di kediamannya merupakan bagian dari shock therapy. “Bapak mau datang sekarang, mau shock therapy saya, saya ngga ada urusan. Kalau mau shock therapy saya salah orang,” kata Bahar.

“Kalau Habib lain bisa kena di-shock therapy gitu, saya Bahar bin Smith mau di-shock therapy gitu, salah orang,” lanjut Bahar.

Menanggapi video itu, pegiat media sosial Yusuf Muhammad menyebut bahwa jika Bahar Smith kembali masuk penjara, ia menyarankan agar kepalanya digunduli.

“Udahlah bandit agama itu di negara asalnya gak berani bertingkah, hanya di Indonesia saja mereka banyak tingkah,” cuit Yusuf Muhammad di akun Twitternya, Jumat (31/12/2021).

“Makanya jangan heran jika mereka betah hidup di sini. Cobalah ditegasin saja semua bandit2 agama. Kalau sudah masuk jeruji ga usah disegani, gundulin saja,” lanjut dia.

Yusuf lantas memuji ketenangan anggota TNI saat berbicara dengan Bahar bin Smith. “Kayaknya geram banget nih, salut buat TNI yg tetap tenang dan elegan,” kata dia. “Sebentar lagi kita lihat, bandit agama ini tahun baruan di mana,” pungkas dia.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui informasi lebih lanjut ihwal kedatangan para anggota TNI ke kediaman Bahar bin Smith tersebut.

Namun, untuk diketahui, Bahar rencananya diperiksa Tim Penyidik Polda Jawa Barat pada Senin, 3 Januari 2022. Surat pemanggilan untuk Bahar telah diterima pada Kamis (30/12).

Adapun penyidikan didasari adanya Laporan Polisi Bernomor B 6354/12/2021 SPKT PMJ 2021 yang dilayangkan kepada Polda Metro Jaya. Sedangkan penyidikan dilanjutkan Polda Jawa Barat karena lokasi diduga berada di wilayah hukum Jawa Barat.

Pada penyidikan tersebut, polisi menerapkan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.(era.id)

MANADOPOST.ID-Beredar sebuah vidoe yang memperlihatkan kediaman pendakwah kontroverial, Habib Bahar bin Smith didatangi sejumlah anggota TNI.

Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik yang dibagikan akun Twitter @RonaldLampard8, tampak Bahar bin Smith sedang bersitegang dengan salah satu anggota TNI.

Terdengar anggota TNI tersebut menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Ika, yang kemudian langsung dijawab dengan Bahar bin Smith dengan nada tinggi. “Oh iya Bhineka Tunggal Ika harga mati, Pancasila harga mati, UUD 45 harga mati,” kata Bahar, dilihat

Bahar kemudian mengatakan bahwa tanpa kehadiran anggota TNI di rumahnya, ia akan datang ke Polda Jawa Barat. “Mau bapak ngga datang ke mari, tetep Senin saya akan datang ke Polda Jabar. Saya akan datang, bahkan dari Minggu saya akan nginep di sana,” kata Bahar.

Bahar lantas membantah pernyataan anggota TNI tersebut yang siap menjemput Bahar bila dirinya mangkir dari panggilan Polda Jawa Barat.

“Ngga ada urusan, saya bakal datang. Apa urusan bapak mau jemput, yang jemput polisi bukan bapak dong,” tegas Bahar. “Tapi ini wilayah saya pak, tugas saya menjaga stabilitas wilayah,” jawab anggota TNI itu menimpali pernyataan Bahar bin Smith.

Bahar menduga bahwa kehadiran para anggota TNI di kediamannya merupakan bagian dari shock therapy. “Bapak mau datang sekarang, mau shock therapy saya, saya ngga ada urusan. Kalau mau shock therapy saya salah orang,” kata Bahar.

“Kalau Habib lain bisa kena di-shock therapy gitu, saya Bahar bin Smith mau di-shock therapy gitu, salah orang,” lanjut Bahar.

Menanggapi video itu, pegiat media sosial Yusuf Muhammad menyebut bahwa jika Bahar Smith kembali masuk penjara, ia menyarankan agar kepalanya digunduli.

“Udahlah bandit agama itu di negara asalnya gak berani bertingkah, hanya di Indonesia saja mereka banyak tingkah,” cuit Yusuf Muhammad di akun Twitternya, Jumat (31/12/2021).

“Makanya jangan heran jika mereka betah hidup di sini. Cobalah ditegasin saja semua bandit2 agama. Kalau sudah masuk jeruji ga usah disegani, gundulin saja,” lanjut dia.

Yusuf lantas memuji ketenangan anggota TNI saat berbicara dengan Bahar bin Smith. “Kayaknya geram banget nih, salut buat TNI yg tetap tenang dan elegan,” kata dia. “Sebentar lagi kita lihat, bandit agama ini tahun baruan di mana,” pungkas dia.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui informasi lebih lanjut ihwal kedatangan para anggota TNI ke kediaman Bahar bin Smith tersebut.

Namun, untuk diketahui, Bahar rencananya diperiksa Tim Penyidik Polda Jawa Barat pada Senin, 3 Januari 2022. Surat pemanggilan untuk Bahar telah diterima pada Kamis (30/12).

Adapun penyidikan didasari adanya Laporan Polisi Bernomor B 6354/12/2021 SPKT PMJ 2021 yang dilayangkan kepada Polda Metro Jaya. Sedangkan penyidikan dilanjutkan Polda Jawa Barat karena lokasi diduga berada di wilayah hukum Jawa Barat.

Pada penyidikan tersebut, polisi menerapkan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.(era.id)

Most Read

Artikel Terbaru

/