24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Survei Terbaru, Elektabilitas PDIP Tertinggi, Partai yang Kritik Anies Ini Mantap di Papan Tengah

MANADOPOST.ID–Elektabilitas parpol terus dipotret oleh lembaga survei menjelang akhirnya tahun. Posisinya tidak jauh berbeda. Parpol papan atas masih dikuasai PDIP dan Gerindra.

Berdasar survei Indometer, PDIP berada di urutan pertama dengan elektabilitas 16,5 persen. Selanjutnya ada Partai Gerindra dengan elektabilitas 13,1 persen.

“PDIP dan Gerindra unggul dalam peta elektabilitas parpol menuju Pemilu 2024,” ungkap Direktur Eksekutif Indometer Leonard SB dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (30/12).

Adapun survei Indometer dilakukan pada 11-20 Desember 2021 terhadap 1.200 responden, yang tersebar di seluruh Indonesia. Responden dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Margin of error survei sebesar lebih kurang 2,98 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selanjutnya, elektabilitas beberapa partai seperti PKB (7,8 persen) dan Golkar (7,3 persen). Kemudian terdepat dua partai oposisi berada di papan tengah, yaitu PKS (6,4 persen). Sementara parpol yang tidak berada di Senayan tetapi bisa berada papan tengah.

Partai yang kerap mengkritisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, PSI mendapat elektabilitas 5,1. “Sedangkan PSI makin mantap berada di papan tengah,” imbuhnya.

Di bawah itu terdapat Demokrat (4,8 persen); Nasdem (4,0 persen); dan PPP (2,6 persen). “Selama era Presiden Jokowi terjadi pemusatan kekuasaan di tubuh negara secara efektif, diikuti dengan kooptasi hampir semua partai politik di barisan pemerintah,” tandasnya.

Leonard berpendapat, kritik dan protes yang dilancarkan oposisi dengan memanfaatkan sentimen di tengah masyarakat dan demonstrasi, tampak tak berhasil menggoyahkan posisi pemerintah. Terbukti berbagai peraturan perundang-undangan yang dinilai kontroversial dengan mudah diloloskan oleh parlemen, seperti UU Cipta Kerja.

Indometer juga melihat kondisi parpol papan bawah dan parpol baru. Yakni dengan kehadiran Partai Ummat (1,7 persen) dan Gelora (1,0 persen).

Sementara PAN mendapat 1,5 persen; Perindo (0,9 persen), Hanura (0,7 persen); PBB (0,5 persen); Berkarya (0,3 persen); PKPI (0,2 persen); dan Masyumi Reborn (0,1 persen).(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Elektabilitas parpol terus dipotret oleh lembaga survei menjelang akhirnya tahun. Posisinya tidak jauh berbeda. Parpol papan atas masih dikuasai PDIP dan Gerindra.

Berdasar survei Indometer, PDIP berada di urutan pertama dengan elektabilitas 16,5 persen. Selanjutnya ada Partai Gerindra dengan elektabilitas 13,1 persen.

“PDIP dan Gerindra unggul dalam peta elektabilitas parpol menuju Pemilu 2024,” ungkap Direktur Eksekutif Indometer Leonard SB dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (30/12).

Adapun survei Indometer dilakukan pada 11-20 Desember 2021 terhadap 1.200 responden, yang tersebar di seluruh Indonesia. Responden dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling).

Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Margin of error survei sebesar lebih kurang 2,98 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selanjutnya, elektabilitas beberapa partai seperti PKB (7,8 persen) dan Golkar (7,3 persen). Kemudian terdepat dua partai oposisi berada di papan tengah, yaitu PKS (6,4 persen). Sementara parpol yang tidak berada di Senayan tetapi bisa berada papan tengah.

Partai yang kerap mengkritisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, PSI mendapat elektabilitas 5,1. “Sedangkan PSI makin mantap berada di papan tengah,” imbuhnya.

Di bawah itu terdapat Demokrat (4,8 persen); Nasdem (4,0 persen); dan PPP (2,6 persen). “Selama era Presiden Jokowi terjadi pemusatan kekuasaan di tubuh negara secara efektif, diikuti dengan kooptasi hampir semua partai politik di barisan pemerintah,” tandasnya.

Leonard berpendapat, kritik dan protes yang dilancarkan oposisi dengan memanfaatkan sentimen di tengah masyarakat dan demonstrasi, tampak tak berhasil menggoyahkan posisi pemerintah. Terbukti berbagai peraturan perundang-undangan yang dinilai kontroversial dengan mudah diloloskan oleh parlemen, seperti UU Cipta Kerja.

Indometer juga melihat kondisi parpol papan bawah dan parpol baru. Yakni dengan kehadiran Partai Ummat (1,7 persen) dan Gelora (1,0 persen).

Sementara PAN mendapat 1,5 persen; Perindo (0,9 persen), Hanura (0,7 persen); PBB (0,5 persen); Berkarya (0,3 persen); PKPI (0,2 persen); dan Masyumi Reborn (0,1 persen).(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/