alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Timbunan Sampah Sangihe Capai 25,41532 Ton per Tahun

MANADOPOST.ID — Timbunan sampah di Kabupaten Kepulauan Sangihe per tahun diperkirakan mencapai 25,41532 ton. Hal ini dibenarkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Daerah Kabupaten Sangihe Ronny Pasiale.

Dia menjelaskan, angka tersebut merupakan estimasi karena menghitung volume atau berat sampah harus menggunakan timbangan dan alat tersebut belum ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Jadi estimasi 25,41532 ton timbunan sampah per tahun di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” jelas Ronny.

Namun demikian lanjut dia, harus ada kesadaran masyarakat terkait jenis sampah yang harus dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Karena diakuinya, masih ada sampah yang seharusnya tidak boleh masuk ke TPA seperti kayu-kayu.

“Sudah berapa kali di sosialisasikan ke masyarakat namun tetap saja. Sehingga kembali lagi dari kesadaran masyarakat tentang jenis sampah ini. Karena berdasarkan undang-undang, sampah yang seharusnya masuk ke TPA adalah sampah rumah tangga dan sejenisnya,” ungkap Pasiale.

Dia juga menambahkan, mengingat saat ini TPA sudah penuh, sehingga kedepan Pemerintah Kabupaten sudah harus menyiapkan lahan baru.

“Rencananya tahun depan sudah akan dilakukan pembebasan lahan. Mengingat TPA saat ini sudah cukup lama Sehingga harus ada lahan baru,” pungkasnya. (sriwani)

MANADOPOST.ID — Timbunan sampah di Kabupaten Kepulauan Sangihe per tahun diperkirakan mencapai 25,41532 ton. Hal ini dibenarkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Daerah Kabupaten Sangihe Ronny Pasiale.

Dia menjelaskan, angka tersebut merupakan estimasi karena menghitung volume atau berat sampah harus menggunakan timbangan dan alat tersebut belum ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Jadi estimasi 25,41532 ton timbunan sampah per tahun di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” jelas Ronny.

Namun demikian lanjut dia, harus ada kesadaran masyarakat terkait jenis sampah yang harus dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Karena diakuinya, masih ada sampah yang seharusnya tidak boleh masuk ke TPA seperti kayu-kayu.

“Sudah berapa kali di sosialisasikan ke masyarakat namun tetap saja. Sehingga kembali lagi dari kesadaran masyarakat tentang jenis sampah ini. Karena berdasarkan undang-undang, sampah yang seharusnya masuk ke TPA adalah sampah rumah tangga dan sejenisnya,” ungkap Pasiale.

Dia juga menambahkan, mengingat saat ini TPA sudah penuh, sehingga kedepan Pemerintah Kabupaten sudah harus menyiapkan lahan baru.

“Rencananya tahun depan sudah akan dilakukan pembebasan lahan. Mengingat TPA saat ini sudah cukup lama Sehingga harus ada lahan baru,” pungkasnya. (sriwani)

Most Read

Artikel Terbaru

/