27C
Manado
Rabu, 27 Januari 2021

2020, Lima Bandar Obat Terlarang Dibekuk

SANGIHE—Pengguna obat-obatan jenis Hexymer Tryhexyphenadil di Kabupaten Kepulauan Sangihe di 2020 ini meningkat drastis. Ini dibuktikan dengan laporan dari Sat Narkoba Polres Sangihe bahwa di masa pandemi Covid-19, sudah ada tiga kasus penangkapan bandar obat-obatan dengan lima orang tersangka.

Hal ini disampaikan Kasat Narkoba Polres Sangihe Iptu Juknais Katiandagho SE. Dia mengatakan, jika di Tahun 2019, hanya ada satu kasus penangkapan saja dengan barang bukti sebanyak 3400 butir lebih, dan di Tahun 2020 ada tiga kasus dengan 12.000 butir lebih obat-obatan jenis Hexymer Tryhexyphenadil.

“Terkait dengan penanganan kasus obat-obatan terlarang yang kami tangani Sat Narkoba Polres Sangihe di Tahun 2020 ini memang ada trend kenaikan. Jika di Tahun 2019 ada satu kasus, maka di Tahun 2020 ini ada tiga kasus,” kata Kasat.

Lanjut dua, naiknya pengedar obat-obatan diakibatkan karena harga jual dari obat Hexymer Tryhexyphenadil perbutirnya yang cukup menggiurkan.

“Naiknya trend kasus pengedar obat-obatan karena nilai jualnya cukup lumayan, bisa untuk meningkatkan dia punya penghasilan pribadi. Dan juga bagi pemakai untuk mencoba bagaimana efek dari obat-obatan saat digunakan. Dari data yang kami dapati dari kasus yang ada, pengedar maupun pengguna masih berusia di bawah umur 24 Tahun,” jelasnya.

Dia menambahkan, jumlah kasus ini mungkin saja bisa bertambah, mengingat sebentar lagi akan masuk hari besar Natal dan Tahun Baru. Dan agar kasus ini tidak semakin meningkat, Kasat meminta peran serta seluruh pihak. Baik itu pihak terkait, masyarakat, tokoh agama dan khususnya para orang tua untuk dapat memantau gerak-gerik anak-anak mereka.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru kami dari Satuan Narkoba Polres Sangihe akan mengadakan razia untuk menekan peredaran obat-obatan terlarang. Dan mungkin saja bisa tertambah kasus penangkapan di tahun ini,” pungkasnya. (wan)

Artikel Terbaru