24.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

DBD Menyerang, 9 Warga Sangihe Jalani Perawatan di RSD Liun Kendage

MANADOPOST.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Kabupaten Sangihe mencatat, saat ini ada sembilan pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Liung Kendage Tahuna.

“Saat ini sembilan orang pasien DBD sementara menjalani perawatan di Rumah Sakit Tahuna,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Sangihe Lily Reskia.

Lanjut dia, berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan, sejak Januari hingga awal November 2021, ada 41 warga Sangihe yang menderita DBD. Dan saat ini, Petugas Dinkes saat ini melaksanakan pengasapan secara terbatas di wilayah yang ada kasus.l DBD.

“Pengasapan kami sementara lakukan di wilayah yang terdapat kasus, seperti Kecamatan Tahuna Timur dan Tahuna,” bebernya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diapun meminta semua warga bersatu memerangi perkembangan jentik nyamuk penyebab DBD. Menurutnya, pengasapan hanya membunuh nyamuk yang sudah dewasa sedangkan jentik nyamuk tidak akan mati sehingga membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk membuang dan menguras semua wadah yang menjadi tempat bersarang nyamuk.

“Saya meminta semua masyarakat, untuk bersama-sama membasmi perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD, dengan melakukan gerakan 3M,” pungkas Lily Reskia. (sriwani)

MANADOPOST.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Kabupaten Sangihe mencatat, saat ini ada sembilan pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Liung Kendage Tahuna.

“Saat ini sembilan orang pasien DBD sementara menjalani perawatan di Rumah Sakit Tahuna,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Sangihe Lily Reskia.

Lanjut dia, berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan, sejak Januari hingga awal November 2021, ada 41 warga Sangihe yang menderita DBD. Dan saat ini, Petugas Dinkes saat ini melaksanakan pengasapan secara terbatas di wilayah yang ada kasus.l DBD.

“Pengasapan kami sementara lakukan di wilayah yang terdapat kasus, seperti Kecamatan Tahuna Timur dan Tahuna,” bebernya.

Diapun meminta semua warga bersatu memerangi perkembangan jentik nyamuk penyebab DBD. Menurutnya, pengasapan hanya membunuh nyamuk yang sudah dewasa sedangkan jentik nyamuk tidak akan mati sehingga membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk membuang dan menguras semua wadah yang menjadi tempat bersarang nyamuk.

“Saya meminta semua masyarakat, untuk bersama-sama membasmi perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD, dengan melakukan gerakan 3M,” pungkas Lily Reskia. (sriwani)

Most Read

Artikel Terbaru

/