26.4 C
Manado
Sabtu, 24 Juli 2021

Berikut Penjelasan Lengkap Kadis Kesehatan Sangihe Terkait Riwayat Kesehatan Helmud Hontong

MANADOPOST.ID – Kepala Dinas Kesehatan dr Jopy Thungari MKes turut dihadirkan dalam jumpa pers Kapolres dengan media di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (12/6) di Makopolres Kepulauan Sangihe.

Dokter Jopy menuturkan, memang menjadi pertanyaan bagaimana perjalanan riwayat kesehatan dari Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong. Dan telah ditelusuri ke teman-teman dokter yang pernah merawat Wabup atau pernah berkonsultasi tentang masalah kesehatannya, memang ada dua dokter spesialis penyakit dalam yang ada di RSUD Liun Kendage Tahuna pernah memberikan pengobatan kepada beliau.

“Kedua-duanya (dokter) menceritakan bahwa pak wakil Bupati punya riwayat penyakit gula, itu keterangan yang diberikan. Dan terakhir ini mereka kontak dengan salah satu dokter spesialis penyakit dalam pada dua tahun yang lalu untuk perawatan pengobatan,” jelas Thungari.

Selanjutnya yang mereka tahu bahwa Wakil Bupati melakukan check-up dan pengobatan secara teratur dengan salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang khusus di bidang endokrinologi di Manado dan mendapat pengobatan di sana.

“Kami juga beberapa waktu yang lalu pernah bertemu dengan pak wakil waktu itu untuk vaksinasi Covid-19. Tetapi wakil sendiri sudah mengatakan bahwa dia punya banyak penyakit sehingga tergolong komorbid yang pastinya tidak akan lulus kalau dilakukan screening. Sehingga waktu itu kita sudah tidak melakukan vaksinasi Covid-19 untuk beliau,” jelas dokter Jopy.

Terkait dugaan meninggalnya Wabup akibat serangan jantung, dokter Jopy menuturkan itu tidak pasti. Karena menurut Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, ketika mereka naik pesawat untuk mengecek Wabup sudah meninggal dunia.

“Dan berdasarkan diskusi dengan dokter spesialis yang pernah merawat beliau, penyakit gula itu memang bisa menimbulkan resiko untuk adanya serangan jantung. Namun ini hanya pendapat medis saja. Karena dia merusak dinding pembuluh darah dan juga mempengaruhi kerja jantung sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah itu bisa berkurang,” jelasnya.

Dijelaskannya lagi, resiko tersebut juga bisa meningkat pada saat orang naik pesawat. Karena ketika naik pesawat kadar oksigen di ketinggian berkurang sehingga jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras.

“Dan salah satu gejala penyakit jantung itu bisa keluar darah dari hidung dan mulut ini. Namun tidak diketahui apakah penyakit jantung atau faktor yang lain ini juga kita tidak tahu. Dan kita hanya bisa menduga-duga dari pendapat medis seperti itu,” pungkasnya. (sriwani)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru