32.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Pihak Keluarga Helmud Hontong: KKP Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Tidak Bisa Memastikan Penyebab Kematian Wabup

MANADOPOST.ID – Berpulangnya Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe Helmud Hontong secara mendadak mengagetkan banyak pihak. Termasuk pihak keluarga.

Dalam konferensi pers Sabtu (12/6), Herdawati Greina Simon mewakili pihak keluarga menuturkan, kronologis patologis sudah dijelaskan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara (Bandara) Sultan Hasanuddin Makassar.

Tapi, pihak KKP tidak bisa memastikan penyebab dari kematian Wabup Helmud. Awalnya almarhum mengeluhkan lehernya yang terasa sakit, lalu meminta air untuk diminum. Setelah diberi air minum, tak lama kemudian Wabup batuk keluar darah dari hidung dan mulut.

“Kalau penjelasan dari Kadis Kesehatan dokter Jopy bahwa pecah pembuluh darah, tapi saat itu juga tidak dilakukan pemeriksaan tanda vital. Jadi tidak bisa dipastikan bahwa tekanan darah saat itu berapa,” beber Simon.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ia melanjutkan, dari hasil analisa dirinya yang juga merupakan penata anestesi dengan basic kardiovaskuler dan sistem pernapasan, itu terjadi karena penyumbatan karena dahak.

“Makanya saya tanya ke ajudan prosesnya cepat sekali. Apalagi saya lihat di foto tertidur terlentang. Kenapa tidak dimiringkan sehingga tidak keluar semua. Tetapi ini hanya analisa, karena saya juga seorang medis,” ungkapnya. (sriwani)

MANADOPOST.ID – Berpulangnya Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe Helmud Hontong secara mendadak mengagetkan banyak pihak. Termasuk pihak keluarga.

Dalam konferensi pers Sabtu (12/6), Herdawati Greina Simon mewakili pihak keluarga menuturkan, kronologis patologis sudah dijelaskan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara (Bandara) Sultan Hasanuddin Makassar.

Tapi, pihak KKP tidak bisa memastikan penyebab dari kematian Wabup Helmud. Awalnya almarhum mengeluhkan lehernya yang terasa sakit, lalu meminta air untuk diminum. Setelah diberi air minum, tak lama kemudian Wabup batuk keluar darah dari hidung dan mulut.

“Kalau penjelasan dari Kadis Kesehatan dokter Jopy bahwa pecah pembuluh darah, tapi saat itu juga tidak dilakukan pemeriksaan tanda vital. Jadi tidak bisa dipastikan bahwa tekanan darah saat itu berapa,” beber Simon.

Ia melanjutkan, dari hasil analisa dirinya yang juga merupakan penata anestesi dengan basic kardiovaskuler dan sistem pernapasan, itu terjadi karena penyumbatan karena dahak.

“Makanya saya tanya ke ajudan prosesnya cepat sekali. Apalagi saya lihat di foto tertidur terlentang. Kenapa tidak dimiringkan sehingga tidak keluar semua. Tetapi ini hanya analisa, karena saya juga seorang medis,” ungkapnya. (sriwani)

Most Read

Artikel Terbaru

/