29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Anjing Gila Resahkan Warga Tahuna, Vaksin Anti Rabies di Sangihe Alami Kekosongan

MANADOPOST.ID – Warga Kota Tahuna dihebohkan oleh ulah seekor anjing gila. Dan belakangan ini, ada enam warga yang menjadi korban gigitan. Mirisnya lagi, saat fenomena anjing gila ini terjadi, Vaksin Anti Rabies (VAR) di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami kekosongan.

Kepala Dinas Kesehatan Sangihe dr Jopy Thungari ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kekosongan VAR.

“Benar ada enam warga yang digigit, tapi kami belum menyebut itu rabies. Namun korban gigitan hewan penyebar rabies. Begitupun soal vaksin kosong itu juga benar. Sebab banyak permintaan vaksin, namun kami sudah mengupayakannya dan mensiasati hingga keenam warga yang digigit dapat divaksin,” jelas Thungari.

Ia memastikan, usai lebaran, vaksin bisa didatangnkan. Soal kasus gigitan anjing,

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

sejak Januari sampai Mei 2021 sudah ada 97 orang yang menjadi korban.

“97 ini yang terdata di Dinas Kesehatan,” singkatnya.

Sementara masih berkeliarnya anjing gila tersebut, warga meminta instansi teknis segera bertindak cepat melakukan penangkapan. Tujuannya agar anjing yang sudah jadi liar itu tak lagi memakan korban.

“Kami sendiri sudah tak nyaman. Apalagi yang menjadi korban gigitan terjadi di tempat berbeda-beda. Kami minta instansi teknis segera menangkap anjing gila itu, agar tidak ada lagi korban,” ungkap Robin warga Tahuna. (sriwani)

MANADOPOST.ID – Warga Kota Tahuna dihebohkan oleh ulah seekor anjing gila. Dan belakangan ini, ada enam warga yang menjadi korban gigitan. Mirisnya lagi, saat fenomena anjing gila ini terjadi, Vaksin Anti Rabies (VAR) di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami kekosongan.

Kepala Dinas Kesehatan Sangihe dr Jopy Thungari ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kekosongan VAR.

“Benar ada enam warga yang digigit, tapi kami belum menyebut itu rabies. Namun korban gigitan hewan penyebar rabies. Begitupun soal vaksin kosong itu juga benar. Sebab banyak permintaan vaksin, namun kami sudah mengupayakannya dan mensiasati hingga keenam warga yang digigit dapat divaksin,” jelas Thungari.

Ia memastikan, usai lebaran, vaksin bisa didatangnkan. Soal kasus gigitan anjing,

sejak Januari sampai Mei 2021 sudah ada 97 orang yang menjadi korban.

“97 ini yang terdata di Dinas Kesehatan,” singkatnya.

Sementara masih berkeliarnya anjing gila tersebut, warga meminta instansi teknis segera bertindak cepat melakukan penangkapan. Tujuannya agar anjing yang sudah jadi liar itu tak lagi memakan korban.

“Kami sendiri sudah tak nyaman. Apalagi yang menjadi korban gigitan terjadi di tempat berbeda-beda. Kami minta instansi teknis segera menangkap anjing gila itu, agar tidak ada lagi korban,” ungkap Robin warga Tahuna. (sriwani)

Most Read

Artikel Terbaru

/