alexametrics
32.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Loka POM Sangihe Gelar IPPK, 34 Sarana Distributor di Wilayah Sastal Telah Diperiksa

MANADOPOST.ID – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kepulauan Sangihe berupaya menjamin kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan di wilayah Kabupaten Sangihe, Sitaro dan Talaud (Sastal).

Kepala Loka POM Sangihe Oktavianus Mamondol menjelaskan, pihaknya membawahi tiga kabupaten kepulauan. Dan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H, Loka POM Sangihe melaksanakan Intensifikasi Pangawasan Pangan Khusus (IPPK).

“Dengan target utama pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa,dan rusak pada kemasan ditandai dengan kemasan yang penyok, kaleng berkarat, terdapat lubang, dan sejumlah kerusakan fisik lainnya. Termasuk juga pengujian pangan berbuka puasa (takjil) yang banyak dijual saat Bulan Ramadhan,” jelasnya.

Sarana-sarana yang disasar Loka POM Sangihe yakni distribusi pangan berupa distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, maupun pembuat dan atau penjual parsel. 5 tahapan sudah dilakukan dimulai dari tanggal 5 April 2021 sampai 7 Mei 2021.

“Selama kegiatan berlangsung, total 34 sarana ritel dan atau distributor yang telah diperiksa. Dengan hasil 7 sarana (20,59 persen) telah Memenuhi Ketentuan (MK) dan 27 sarana (79,41 persen) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK),” sebut Mamondol. (sriwani)

MANADOPOST.ID – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kepulauan Sangihe berupaya menjamin kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan di wilayah Kabupaten Sangihe, Sitaro dan Talaud (Sastal).

Kepala Loka POM Sangihe Oktavianus Mamondol menjelaskan, pihaknya membawahi tiga kabupaten kepulauan. Dan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H, Loka POM Sangihe melaksanakan Intensifikasi Pangawasan Pangan Khusus (IPPK).

“Dengan target utama pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa,dan rusak pada kemasan ditandai dengan kemasan yang penyok, kaleng berkarat, terdapat lubang, dan sejumlah kerusakan fisik lainnya. Termasuk juga pengujian pangan berbuka puasa (takjil) yang banyak dijual saat Bulan Ramadhan,” jelasnya.

Sarana-sarana yang disasar Loka POM Sangihe yakni distribusi pangan berupa distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, maupun pembuat dan atau penjual parsel. 5 tahapan sudah dilakukan dimulai dari tanggal 5 April 2021 sampai 7 Mei 2021.

“Selama kegiatan berlangsung, total 34 sarana ritel dan atau distributor yang telah diperiksa. Dengan hasil 7 sarana (20,59 persen) telah Memenuhi Ketentuan (MK) dan 27 sarana (79,41 persen) Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK),” sebut Mamondol. (sriwani)

Most Read

Artikel Terbaru

/