27.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Berniat Bantu Ibu, Pemuda 23 Tahun Tewas Jatuh dari Bukit

MANADOPOST.ID—Nasib naas dialami Jentri S, pemuda 23 tahun Kampung Para Kecamatan Tatoareng yang kehilangan nyawa setelah terjatuh dari bukit dengan ketinggian kurang lebih 30 meter. Diketahui, korban saat itu hendak mengangkut pasir di pantai bersama ibu kandungnya.

Peristiwa ini terjadi Kamis (13/11) sore, sekitar pukul 14.45 Wita, namun korban nanti ditemukan pada pukul 16.00 Wita dalam keadaan terapung di laut dan mengalami luka robek di bagian kepala.

Hal ini dibenarkan Kaur Humas Polres Sangihe Iptu Jakub Sedu. Dia menjelang, korban membantu ibu kandungnya, Paulin B menuju Pantai Lindongan I Pulau Para untuk mengangkut pasir. Namun setiba di pantai, tak lama korban menghilang dan tak tahunya korban sudah berada di atas bukit.

“Menyadari korban sudah tidak lagi bersamanya dan melihat korban telah berada di atas bukit, sang Ibu mencoba berteriak memanggil-manggil menyuruh korban turun, tapi teriakkan itu tak dihiraukan dan korban tetap di atas bukit,” jelas Kaur.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Karena tak dihiraukan lanjut Sedu, sang ibu melanjutkan pekerjaan mengambil pasir, namun beberapa saat kemudian, ibu korban terkejut ketika melihat korban sudah tidak berada lagi di atas bukit, dan saat itu juga ibu korban langsung berteriak memanggil warga yang lain untuk melakukan pencarian korban.

“Korban ditemukan oleh warga setempat Paulus T, berjarak sekitar 10 meter dari pantai dalam posisi terapung dan sudah tidak bernyawa. Sesuai keterangan pemerintah setempat korban memiliki keterbelakangan mental. Dan korban sudah dimakamkan Jumat (13/11) kemarin, pukul 10.00 Wita,” pungkasnya. (wan/ite)

MANADOPOST.ID—Nasib naas dialami Jentri S, pemuda 23 tahun Kampung Para Kecamatan Tatoareng yang kehilangan nyawa setelah terjatuh dari bukit dengan ketinggian kurang lebih 30 meter. Diketahui, korban saat itu hendak mengangkut pasir di pantai bersama ibu kandungnya.

Peristiwa ini terjadi Kamis (13/11) sore, sekitar pukul 14.45 Wita, namun korban nanti ditemukan pada pukul 16.00 Wita dalam keadaan terapung di laut dan mengalami luka robek di bagian kepala.

Hal ini dibenarkan Kaur Humas Polres Sangihe Iptu Jakub Sedu. Dia menjelang, korban membantu ibu kandungnya, Paulin B menuju Pantai Lindongan I Pulau Para untuk mengangkut pasir. Namun setiba di pantai, tak lama korban menghilang dan tak tahunya korban sudah berada di atas bukit.

“Menyadari korban sudah tidak lagi bersamanya dan melihat korban telah berada di atas bukit, sang Ibu mencoba berteriak memanggil-manggil menyuruh korban turun, tapi teriakkan itu tak dihiraukan dan korban tetap di atas bukit,” jelas Kaur.

Karena tak dihiraukan lanjut Sedu, sang ibu melanjutkan pekerjaan mengambil pasir, namun beberapa saat kemudian, ibu korban terkejut ketika melihat korban sudah tidak berada lagi di atas bukit, dan saat itu juga ibu korban langsung berteriak memanggil warga yang lain untuk melakukan pencarian korban.

“Korban ditemukan oleh warga setempat Paulus T, berjarak sekitar 10 meter dari pantai dalam posisi terapung dan sudah tidak bernyawa. Sesuai keterangan pemerintah setempat korban memiliki keterbelakangan mental. Dan korban sudah dimakamkan Jumat (13/11) kemarin, pukul 10.00 Wita,” pungkasnya. (wan/ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/