33.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Pembayaran Upah Ribuan Relawan Covid Belum Jelas

MANADOPOST.ID—Pembayaran upah lelah 1.600 relawan yang bertugas menangani Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kepulauan Sangihe tahap II belum jelas, karena terkendala pertanggungjawaban administrasi.

“Anggaran Covid-9 yang bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Kepulaun Sangihe untuk pembayaran upah lelah para petugas tahap kedua masih dalam proses dan sampai kemarin, kami masih mereview dengan pengawas dan ada beberapa hal yang mesti diperbaiki untuk pertanggungjawaban tahap pertama,”ujar Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Erik Marentek di ruang kerjanya, Kamis (17/9).

Sedangkan untuk target pencairan tahap II Marentek mengatakan, tidak menjadwalkan target kapan pencairan, semuanya tergantung kesiapan pengajuan.

“Kami tidak menargetkan kapan pencairan untuk tahap II yang penting ketika pengajuan sudah siap maka dana akan dicairkan,” ungkapnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diakui Marentek pada perencanaan yang sudah di susun oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sempat berubah, ini dikarenakan ada perubahan aturan dari pemerintah provinsi.

“Memang perlu diakui pada perencanaan pencairan tahap pertama tidak memiliki gambaran seperti apa bencana non alam seperti ini. Padahal untuk startegi penanganan pasien terkonfirmasi positif itu langsung di bawah ke Manado namun ada aturan baru dimana penanganannya di tangani Rumah Sakit Daerah yang di tunjuk pemerintah provinsi sehingga kembali kami harus merencanakan saran prasana,” ujarnya.

Sementara untuk nilai nominal dari upah lelah kata Kabid, sesuai Standar Anggaran Biaya (SAB) yang diatur pemerintah kabupaten sebesar Rp 100.000 perorang untuk satu hari.

“Jadi untuk pembayaran upah lelah ini disesuaikan juga dengan volume pekerjaan yang ada di lapangan, jadi untuk perhitungan saat ini total anggaran tahap I sebesar Rp 1,6 miliar dan tahap II Rp 2,9 miliar,” pungkasnya. (wan/ite)

MANADOPOST.ID—Pembayaran upah lelah 1.600 relawan yang bertugas menangani Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kepulauan Sangihe tahap II belum jelas, karena terkendala pertanggungjawaban administrasi.

“Anggaran Covid-9 yang bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Kepulaun Sangihe untuk pembayaran upah lelah para petugas tahap kedua masih dalam proses dan sampai kemarin, kami masih mereview dengan pengawas dan ada beberapa hal yang mesti diperbaiki untuk pertanggungjawaban tahap pertama,”ujar Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Erik Marentek di ruang kerjanya, Kamis (17/9).

Sedangkan untuk target pencairan tahap II Marentek mengatakan, tidak menjadwalkan target kapan pencairan, semuanya tergantung kesiapan pengajuan.

“Kami tidak menargetkan kapan pencairan untuk tahap II yang penting ketika pengajuan sudah siap maka dana akan dicairkan,” ungkapnya.

Diakui Marentek pada perencanaan yang sudah di susun oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sempat berubah, ini dikarenakan ada perubahan aturan dari pemerintah provinsi.

“Memang perlu diakui pada perencanaan pencairan tahap pertama tidak memiliki gambaran seperti apa bencana non alam seperti ini. Padahal untuk startegi penanganan pasien terkonfirmasi positif itu langsung di bawah ke Manado namun ada aturan baru dimana penanganannya di tangani Rumah Sakit Daerah yang di tunjuk pemerintah provinsi sehingga kembali kami harus merencanakan saran prasana,” ujarnya.

Sementara untuk nilai nominal dari upah lelah kata Kabid, sesuai Standar Anggaran Biaya (SAB) yang diatur pemerintah kabupaten sebesar Rp 100.000 perorang untuk satu hari.

“Jadi untuk pembayaran upah lelah ini disesuaikan juga dengan volume pekerjaan yang ada di lapangan, jadi untuk perhitungan saat ini total anggaran tahap I sebesar Rp 1,6 miliar dan tahap II Rp 2,9 miliar,” pungkasnya. (wan/ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/