24.4 C
Manado
Wednesday, 22 March 2023

Mengenal Sosok Ipda Roland Baemamenteng, Putra Sangihe Yang Dilantik Presiden Jokowi Sebagai Capaja

MANADOPOST.ID – Nama Ipda Roland Kharis Sejahterawan Baemameteng STrK melejit akhir-akhir ini.

Perwira remaja lulusan Akademi Kepolisian (akpol) itu makin dikenal banyak orang setelah ia bersama lima kader terbaik putra putri dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pada Selasa (13/7) lalu, dilantik dan diambil sumpah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon perwira remaja (Capaja) dari matra TNI dan Kepolisian.

Lalu, siapa sebenarnya Ipda Roland? Manado Post berkesempatan mewawancarai putra daerah asli Kabupaten Kepulauan Sangihe ini. Ipda Roland bersama lima orang lainnya adalah angkatan 52 tahun 2021.

“Itu merupakan angkatan terbanyak sepanjang sejarah perekrutan perwira remaja Polri di Provinsi Sulut,” jelasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Anak pertama dari alm Pdt Nimbrot Baemamenteng dan Dona Sari Tamaka ini
mengaku senang dan bangga ketika dilantik Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Kodim Sangihe Ikut Rayakan HUT ke-76 TNI

“Ketika lulus akpol dan hendak masuk pendidikan saya sangat bersyukur. Namun
sebenarnya perjuangan yang paling menentukan lagi adalah selesai pendidikan. Karena rintangan yang paling besar itu ketika kita lulus pendidikan dan banyak hal yang paling kompleks akan ditemukan,” ujar perwira remaja yang bertugas di Polda Sumatera Selatan ini.

Diapun menceritakan, saat sementara pendidikan dirinya merasa berada pada titik terendah dalam hidup. Ayahnya meninggal dunia di akhir tahun 2020 lalu. Namun saat itu dia tetap berusaha semangat melanjutkan pendidikan demi Ibu dan kedua adiknya.

“Papa juga pasti tidak mau karena duka yang ada kemarin itu saya berhenti berjuang. Sehingga mau tidak mau saya harus tetap maju dan harus bisa melawan rasa sedih dan akhirnya sampai di titik ini. Meski papa sudah tidak ada tapi saya harap papa bisa bangga karena saat ini saya sudah memakai seragam kebanggaan,” ungkap pria kelahiran 08 November 1998 ini. Dia juga berharap ke depannya dari Kabupaten Sangihe bisa ada yang bisa masuk akpol. (sriwani) 

Baca Juga:  Sambangi KKP, Pemkab Paparkan Grand Design Sumber Perikanan Nasional

MANADOPOST.ID – Nama Ipda Roland Kharis Sejahterawan Baemameteng STrK melejit akhir-akhir ini.

Perwira remaja lulusan Akademi Kepolisian (akpol) itu makin dikenal banyak orang setelah ia bersama lima kader terbaik putra putri dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pada Selasa (13/7) lalu, dilantik dan diambil sumpah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon perwira remaja (Capaja) dari matra TNI dan Kepolisian.

Lalu, siapa sebenarnya Ipda Roland? Manado Post berkesempatan mewawancarai putra daerah asli Kabupaten Kepulauan Sangihe ini. Ipda Roland bersama lima orang lainnya adalah angkatan 52 tahun 2021.

“Itu merupakan angkatan terbanyak sepanjang sejarah perekrutan perwira remaja Polri di Provinsi Sulut,” jelasnya.

Anak pertama dari alm Pdt Nimbrot Baemamenteng dan Dona Sari Tamaka ini
mengaku senang dan bangga ketika dilantik Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Pemkab Sangihe Anggarkan 1,8 M Untuk Ini ...

“Ketika lulus akpol dan hendak masuk pendidikan saya sangat bersyukur. Namun
sebenarnya perjuangan yang paling menentukan lagi adalah selesai pendidikan. Karena rintangan yang paling besar itu ketika kita lulus pendidikan dan banyak hal yang paling kompleks akan ditemukan,” ujar perwira remaja yang bertugas di Polda Sumatera Selatan ini.

Diapun menceritakan, saat sementara pendidikan dirinya merasa berada pada titik terendah dalam hidup. Ayahnya meninggal dunia di akhir tahun 2020 lalu. Namun saat itu dia tetap berusaha semangat melanjutkan pendidikan demi Ibu dan kedua adiknya.

“Papa juga pasti tidak mau karena duka yang ada kemarin itu saya berhenti berjuang. Sehingga mau tidak mau saya harus tetap maju dan harus bisa melawan rasa sedih dan akhirnya sampai di titik ini. Meski papa sudah tidak ada tapi saya harap papa bisa bangga karena saat ini saya sudah memakai seragam kebanggaan,” ungkap pria kelahiran 08 November 1998 ini. Dia juga berharap ke depannya dari Kabupaten Sangihe bisa ada yang bisa masuk akpol. (sriwani) 

Baca Juga:  Soal Belajar Tatap Muka Terbatas, Mandak: Harus Ada Kesepakatan Ortu dan Pihak Sekolah

Most Read

Artikel Terbaru