alexametrics
31.4 C
Manado
Rabu, 18 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Penuhi Peraturan Berlaku, PT TMS Sah Beroperasi

MANADOPOST.ID – PT Tambang Mas Sangihe (TMS) telah memiliki Izin Operasi Produksi Kontrak Karya. Karena itulah perusahaan pertambangan yang didirikan berdasarkan ketentuan perundang-undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini telah memegang kontrak karya dengan pemerintah.

Kontrak karya antara pemerintah dan PT TMS tertanggal 28 April 1997 dan diamandemen  tertanggal 23 Desember 2015. Dalam kontrak karya tersebut tertuang wilayah eksplorasi PT TMS seluas 42 ribu hektar.

Namun, sesuai Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan hasil telaah teknis lokasi penambangan ruang yang kemudian disusul dengan Izin Lingkungan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Utara memberikan luasan 65 hektar untuk dilakukan kegiatan operasi.

Berdasarkan Izin Lingkungan No: 503/DPMPTSPD/IL/182/IX/2020, Kementrian ESDM mengeluarkan Kepmen ESDM No 163.K/MB.04/DJB/2021. Kepmen tersebut memberikan persetujuan peningkatan tahap kegiatan operasi produksi kontrak karya PT TMS.

Adapun, untuk mendapatkan rekomendasi tata ruang telah dilaksanakan rapat tim koordinasi penataan ruang daerah TKPRD bersama Dinas PU yang dihadiri semua instansi terkait.

Kemudian untuk AMDAL, telah memenuhi syarat sosialisasi kepada perwakilan warga dan pemerintah desa dan sosialisasi ke media massa di mana prosesnya telah dimulai tahun 2017.

MANADOPOST.ID – PT Tambang Mas Sangihe (TMS) telah memiliki Izin Operasi Produksi Kontrak Karya. Karena itulah perusahaan pertambangan yang didirikan berdasarkan ketentuan perundang-undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini telah memegang kontrak karya dengan pemerintah.

Kontrak karya antara pemerintah dan PT TMS tertanggal 28 April 1997 dan diamandemen  tertanggal 23 Desember 2015. Dalam kontrak karya tersebut tertuang wilayah eksplorasi PT TMS seluas 42 ribu hektar.

Namun, sesuai Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan hasil telaah teknis lokasi penambangan ruang yang kemudian disusul dengan Izin Lingkungan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Utara memberikan luasan 65 hektar untuk dilakukan kegiatan operasi.

Berdasarkan Izin Lingkungan No: 503/DPMPTSPD/IL/182/IX/2020, Kementrian ESDM mengeluarkan Kepmen ESDM No 163.K/MB.04/DJB/2021. Kepmen tersebut memberikan persetujuan peningkatan tahap kegiatan operasi produksi kontrak karya PT TMS.

Adapun, untuk mendapatkan rekomendasi tata ruang telah dilaksanakan rapat tim koordinasi penataan ruang daerah TKPRD bersama Dinas PU yang dihadiri semua instansi terkait.

Kemudian untuk AMDAL, telah memenuhi syarat sosialisasi kepada perwakilan warga dan pemerintah desa dan sosialisasi ke media massa di mana prosesnya telah dimulai tahun 2017.

Most Read

Artikel Terbaru

/