25C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Tak Memenuhi Syarat, Vaksinasi Ketua DPRD Sitaro Ditunda

MANADOPOST.ID—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepuluan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 bermerek sinovac itu aman.

Bahkan pada Jumat (29/1) lalu enam pejabat dari 12 VVIP telah divaksin oleh dinas kesehatan. Namun dalam vaksinasi tersebut enam pejabat lainnya ditunda vaksinasi karena tidak memenuhi syarat untuk divaksinasi. Salah satunya juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulaun Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Djon Pontoh Janis.

Menurut Janis, bahwa dirinya sangat siap untuk divaksinasi saat itu. “Namun karena tidak memenuhi syarat untuk divaksinasi, maka saya ditunda untuk divaksin. Tapi akan tetap dijadwalkan kembali untuk divaksin,” ungkap Bendahara fraksi DPCPDIP Sitaro ini.

Menurut Janis, dalam proses vaksinasi kepada seseorang tidak langsung dilakukan namun harus melalui beberapa proses, yakni ada empat meja yang harus dilalui jika akan divaksinasi oleh dinas kesehatan.

Awalnya harus melakukan pendaftaran di meja pertama, kemudian dari situ harus menuju meja kedua untuk di screening dan pemeriksaan fisik. Tekanan darahnya diukur. Kemudian melengkapi dan menjawab 16 pertanyaan-pertanyaan di formulir secara jujur untuk kelancaran vaksinasi.

“Jadi hanya sampai di meja ke dua, karena pemberian vaksinasi kepada saya ditunda karena ada kriteria yang tidak memenuhi untuk divaksin. Begitu juga dengan ibu bupati, vaksinasi kepada beliau juga ditunda,” ungkap Janis.

Namun kata Janis, meski dirinya belum divaksinasi tapi ia pun meyakini bahwa vaksin ini aman bagi tubuh kita. Karena vaksin ini dapat menambah imun tubuh kita bukan.

Dan dengan vaksin ini maka dapat mengurangi risiko terpapar virus corona, meski akan terkena Covid-19 maka risikonya akan ringan. Meski demikian tetap wajib menerapkan protokol kesehatan. Jangan karena telah vaksin akhirnya mengabaikan penerapan protokol kesehatan.

“Untuk itu bagi seluruh masyarakat Kepulauan Sitaro agar jangan takut untuk vaksin, karena ini aman untuk kita sebab dapat menambah imun tubuh. Jadi masyarakat lihat saja, sedangkan bapak Presiden RI saja mau divaksin berarti vaksin Covid-19 ini tentu aman bagi kita,” tutur Janis.

Terpisah Bupati Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen mengimbau dan mengajak kepada seluruh masyarakat di Kepulauan Sitaro untuk terus mensukseskan program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di Indonesia khususnya di Negeri 47 Pulau ini. Dan beberapa waktu lalu pemerintah telah melaksanakan suatu acara pencanangan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Dan semoga lewat ini masyarakat bisa melihat dari VVIP yang telah di vaksinasi, karena para pimpinan harus menjadi contoh di daerah. Seperti halnya juga bapak presiden memberikan contoh kepada seluruh masyarakat di Indonesia bahwa vaksinasi itu aman bagi tubuh kita.

“Untuk itu bagi seluruh masyarakat mari sama-sama kita mendukung program pemerintah dalam hal memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. Dan juga sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan dan membangun kembali perekonomian kita yang terpuruk karena Covid-19 ini,” imbuh bupati.

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Sitaro Semuel Raule, bahwa salah satu kegiatan untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi itu aman yaitu dengan diadakannya launcing vaksinasi Covid-19, yang menjadi relawan untuk pertama vaksin adalah para VVIP atau para pejabat yang menjadi orang penting dalam daerah tersebut.

Itu merupakan pesan secara langsung kepada masyarakat bahwa vaksinasi itu aman. “Tidak perlu takut, tidak perlu ragu, karena kalau kita mau kesehatan kita terjamin dan tidak terkena Covid berat, ya kita harus memberikan diri kita untuk divaksin. Kalau kita tidak mau divaksin, berarti juga kita tidak berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Kalau kita sudah divaksin, kita mendapatkan virus corona ini namun tidak akan berat, tidak membahayakan kesehatan kita. Namun meski sudah divaksin bukan berarti sudah bebas dari Covid-19, tetapi jika terpapar virus tersebut tidak akan berat atau sampai kematian. Itu tidak akan terjadi, karena sudah divaksin,” yakin Semuel. (cw-04/ewa)

Artikel Terbaru