24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

OMG!! Pendeta Dikabarkan Hilang Saat Pergi Memancing

MANADOPOST.ID–Akibat cuaca ekstrem yang melanda seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), mengakibatkan seorang Pendeta (Pdt) GP Tabernakel Kristus Anak Domba Kapeta hilang saat melaut, Selasa (29/9) lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro Charlton Bob Wuaten menyampaikan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa di Kampung Kapeta Kecamatan Siau Barat Selatan (Sibarsel) telah kehilangan satu orang warga.

“Karena kemarin itu cuaca ekstrem, sehingga mengakibatkan Pdt Philip Wowompansing atau Gembala GP Tabernakel Kristus Anak Domba Kapeta hilang saat melaut,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari keluarga, pada Selasa pukul 16.00 Wita Pendeta pergi memancing (menangkap ikan, red) di pantai Kapeta dengan berjalan kaki. Tetapi hingga sekarang (malam, red) belum juga kembali.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pihak keluarga pun panik, karena pendeta belum kembali. Dan mereka pun melakukan pencarian dibantu oleh warga Kapeta dan Tanaki, serta pemerintah kampung tetapi belum ditemukan.

“Masyarakat Kapeta dan Tanaki sudah melakukan pencaharian tetapi belum juga ditemukan,” tuturnya, Rabu (30/9) kemarin.

Pencarian kedua katanya, melibatkan Danposal bersama tim, Wakapolsek bersama tim, Kasat Reskrim Polres Sitaro bersama tim, Kaban Kesbangpol, warga Kapeta dan Tanaki bersama-sama turun melakukan pencarian.

“Kami juga memintakan bantuan dari pemerintah Kampung Mahuneni dan Talawid untuk melakukan pencarian di pinggiran pantai arah Kapeta Talawit,” katanya.

Pun saat ini, tim dari komunitas penyelam Sitaro sementara menyisir bawah laut di sekitar lokasi kejadian sekarang. Bahkan BPBD pun telah berkoordinasi dengan tim SAR Tahuna, untuk membantu pencarian.

“Dan mereka akan kirim tim untuk membantu melakukan pencarian lagi. Rencana esok (hari ini, red) mereka akan tiba di Siau,” tambah Kasubid Logistik BPBD Sitaro Meydi Telleng.

Bupati Sitaro Evangelian Sasingen mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada cuaca ekstrem. Bahkan saat melakukan pencarian tetap berhati-hati. Apalagi keadaan cuaca yang seperti ini (cuaca ekstrim, red).

“Untuk itu saya harap masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem belakangan ini,” katanya.

Bupati berharap, semoga pendeta segera ditemukan. “Bagi keluarga tetap kuat, dan tetap berdoa kepada Tuhan, pasti Tuhan akan berikan jalan yang terbaik,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan kepada warga untuk lebih waspada, dengan menghindari aktivitas di lereng yang curam.

“Karena tekstur Sitaro yang berbukit, lereng dan banyak tebing, sehingga berpotensi bencana longsor. Untuk itu bagi warga tetap waspada,” pungkasnya. (cw-04/ite)

MANADOPOST.ID–Akibat cuaca ekstrem yang melanda seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), mengakibatkan seorang Pendeta (Pdt) GP Tabernakel Kristus Anak Domba Kapeta hilang saat melaut, Selasa (29/9) lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro Charlton Bob Wuaten menyampaikan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa di Kampung Kapeta Kecamatan Siau Barat Selatan (Sibarsel) telah kehilangan satu orang warga.

“Karena kemarin itu cuaca ekstrem, sehingga mengakibatkan Pdt Philip Wowompansing atau Gembala GP Tabernakel Kristus Anak Domba Kapeta hilang saat melaut,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari keluarga, pada Selasa pukul 16.00 Wita Pendeta pergi memancing (menangkap ikan, red) di pantai Kapeta dengan berjalan kaki. Tetapi hingga sekarang (malam, red) belum juga kembali.

Pihak keluarga pun panik, karena pendeta belum kembali. Dan mereka pun melakukan pencarian dibantu oleh warga Kapeta dan Tanaki, serta pemerintah kampung tetapi belum ditemukan.

“Masyarakat Kapeta dan Tanaki sudah melakukan pencaharian tetapi belum juga ditemukan,” tuturnya, Rabu (30/9) kemarin.

Pencarian kedua katanya, melibatkan Danposal bersama tim, Wakapolsek bersama tim, Kasat Reskrim Polres Sitaro bersama tim, Kaban Kesbangpol, warga Kapeta dan Tanaki bersama-sama turun melakukan pencarian.

“Kami juga memintakan bantuan dari pemerintah Kampung Mahuneni dan Talawid untuk melakukan pencarian di pinggiran pantai arah Kapeta Talawit,” katanya.

Pun saat ini, tim dari komunitas penyelam Sitaro sementara menyisir bawah laut di sekitar lokasi kejadian sekarang. Bahkan BPBD pun telah berkoordinasi dengan tim SAR Tahuna, untuk membantu pencarian.

“Dan mereka akan kirim tim untuk membantu melakukan pencarian lagi. Rencana esok (hari ini, red) mereka akan tiba di Siau,” tambah Kasubid Logistik BPBD Sitaro Meydi Telleng.

Bupati Sitaro Evangelian Sasingen mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada cuaca ekstrem. Bahkan saat melakukan pencarian tetap berhati-hati. Apalagi keadaan cuaca yang seperti ini (cuaca ekstrim, red).

“Untuk itu saya harap masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem belakangan ini,” katanya.

Bupati berharap, semoga pendeta segera ditemukan. “Bagi keluarga tetap kuat, dan tetap berdoa kepada Tuhan, pasti Tuhan akan berikan jalan yang terbaik,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan kepada warga untuk lebih waspada, dengan menghindari aktivitas di lereng yang curam.

“Karena tekstur Sitaro yang berbukit, lereng dan banyak tebing, sehingga berpotensi bencana longsor. Untuk itu bagi warga tetap waspada,” pungkasnya. (cw-04/ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/