32.4 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Pemerintah Pantau PTMT di Sekolah

MANADOPOST.ID—Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Evangelian Sasingen diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kejahteraan Rakyat Herry Lano melakukan monitoring pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020/2021 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 01 Siau Timur dan Sekolah Dasar (SD) Negeri Inpres Bahu.

Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah kabupaten untuk memastikan dan memantau secara langsung kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di sekolah yang telah mendapatkan rekomendasi dari puskesmas.

Menurut Lano, pembelajaran tatap muka terbatas semester genap tahun ajaran 2020/2021 dapat diselenggarakan untuk satuan pendidikan dasar yang telah mengisi daftar periksa pada laman Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan melalui puskesmas setempat. Dan pedoman penilaian penerapan protokol kesehatan di sekolah ditetapkan dengan surat edaran keputusan kepala dinas kesehatan.

Jadi pembelajaran di lingkungan sekolah dilaksanakan dengan pembagian rombongan belajar dan penerapan protokol kesehatan ketat. Jadi sistem pembelajaran di tengah pandemi saat ini berbeda dari sebelumnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Pembelajaran tatap muka yang sekarang dilaksanakan memang menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan tidak semua sekolah yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ungkap Lano.

Karena menurutnya, sebagian sekolah lainnya belum memiliki surat rekomendasi dari puskesmas bahwa telah memenuhi syarat dan ketentuan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas.

“Jadi selama sekolah belum memiliki rekomendasi dari puskesmas maka belum bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas,” jelas Lano.

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa apabila setelah dilaksanakannya pembelajaran tatap muka terbatas di dalam lingkungan sekolah terdapat warga satuan pendidikan atau masyarakat di sekitar lokasi yang terkonfirmasi virus corona berdasarkan data terbaru yang rilis oleh pemerintah kabupaten, maka kepala satuan pendidikan dasar wajib menghentikan semua kegiatan pembelajaran tatap muka.

“Untuk itu bagi seluruh masyarakat kita sama-sama menerapakan protokol kesehatan dengan ketat, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona. Jika kita sayang kepada anak-anak kita, maka disiplin dalam menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Karena jika tidak ada yang terpapar Covid-19 di lingkungan kita maka sekolah atau anak-anak kita tetap bisa bersekolah secara tatap muka,” pungkasnya. (cw-04/ewa)

MANADOPOST.ID—Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Evangelian Sasingen diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kejahteraan Rakyat Herry Lano melakukan monitoring pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020/2021 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 01 Siau Timur dan Sekolah Dasar (SD) Negeri Inpres Bahu.

Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah kabupaten untuk memastikan dan memantau secara langsung kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di sekolah yang telah mendapatkan rekomendasi dari puskesmas.

Menurut Lano, pembelajaran tatap muka terbatas semester genap tahun ajaran 2020/2021 dapat diselenggarakan untuk satuan pendidikan dasar yang telah mengisi daftar periksa pada laman Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan melalui puskesmas setempat. Dan pedoman penilaian penerapan protokol kesehatan di sekolah ditetapkan dengan surat edaran keputusan kepala dinas kesehatan.

Jadi pembelajaran di lingkungan sekolah dilaksanakan dengan pembagian rombongan belajar dan penerapan protokol kesehatan ketat. Jadi sistem pembelajaran di tengah pandemi saat ini berbeda dari sebelumnya.

“Pembelajaran tatap muka yang sekarang dilaksanakan memang menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan tidak semua sekolah yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ungkap Lano.

Karena menurutnya, sebagian sekolah lainnya belum memiliki surat rekomendasi dari puskesmas bahwa telah memenuhi syarat dan ketentuan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas.

“Jadi selama sekolah belum memiliki rekomendasi dari puskesmas maka belum bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas,” jelas Lano.

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa apabila setelah dilaksanakannya pembelajaran tatap muka terbatas di dalam lingkungan sekolah terdapat warga satuan pendidikan atau masyarakat di sekitar lokasi yang terkonfirmasi virus corona berdasarkan data terbaru yang rilis oleh pemerintah kabupaten, maka kepala satuan pendidikan dasar wajib menghentikan semua kegiatan pembelajaran tatap muka.

“Untuk itu bagi seluruh masyarakat kita sama-sama menerapakan protokol kesehatan dengan ketat, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona. Jika kita sayang kepada anak-anak kita, maka disiplin dalam menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Karena jika tidak ada yang terpapar Covid-19 di lingkungan kita maka sekolah atau anak-anak kita tetap bisa bersekolah secara tatap muka,” pungkasnya. (cw-04/ewa)

Most Read

Artikel Terbaru

/