30C
Manado
Kamis, 15 April 2021

Dinkes Segera Evaluasi Sekolah di Sitaro

MANADOPOST.ID— Untuk mencegah penyebaran corona virus disease 2019 atau Covid-19, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) melalui Dinas Pendidikan (Diknas) akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengevaluasi penerapan protokol kesehatan (prokes) di sejumlah sekolah yang tersebar di Bumi Karamando.

Menurut Kepala Diknas Kepulauan Sitaro Budi Mukau, bahwa kesiapan sekolah-sekolah di Kepulauan Sitaro untuk menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka telah siap. Karena dari hasil rata-rata evaluasi sekolah sudah siap menggelar kegiatan pembelajaran secara normal.

“Jadi memang dari hasil rata-rata evaluasi sekolah telah siap untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka,” ucap Budi.

Ia juga melanjutkan, bahwa pihaknya pun belum bisa memastikan kapan kegiatan KBM tatap muka akan bergulir. Karena keputusannya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari pimpinan setempat (bupati, red). “Sehingga sampai saat ini belum bisa dipastikan kapan waktu pelaksanaan KBM tatap muka akan berlangsung,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, beberapa waktu lalu pihaknya telah menggelar rapat bersama dengan para kepala sekolah di Kepulauan Sitaro. Dan hasil rapat bersama dengan para Kepsek tersebut telah diputuskan sejumlah poin diantaranya, tentang evaluasi protokol kesehatan dari tenaga kesehatan sebelum sekolah-sekolah akan dibuka.

“Jadi nantinya kami akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melalui pemberdayaan puskesmas di wilayah terdekat sekolah, agar mengevaluasi penerapan protokol kesehatan di sekolah tersebut sebelum akan dibuka.

Dan ketika nantinya sekolah akan dibuka maka aktivitas di kantin, berkerumun atau berkumpul, dan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menimbulkan risiko adanya interaksi para pelajar akan ditiadakan.

Termasuk juga dengan skema belajar pastinya tetap akan disesuaikan dengan penerapan protokol kesehatan yakni 50 persen dari jumlah siswa di kelas,” bebernya sembari ia menambahkan, keputusan lain juga yaitu, kegiatan belajar kemungkinan akan dibagi dua sesi yakni pada pagi dan siang hari. Pun dengan durasi jam belajar hanya selama empat jam. (*)

Artikel Terbaru