24.6 C
Manado
Jumat, 18 Juni 2021
spot_img

Penyakit Tidak Menular di Sitaro Diseriusi

MANADOPOST.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus berupaya untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM).

Salah satu upaya yang sedang dilakukan yakni dengan adanya pos pembinaan PTM atau Posbindu PTM. Menurut Bupati Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen, bahwa Posbindu PTM merupakan kegiatan secara terintegrasi untuk mencegah dan mengendalikan faktor risiko PTM berbasis masyarakat sesuai sumber daya dan kebiasaan masyarakat.

“Posbindu, saat ini telah menjadi salah strategi penting pemerintah untuk mengendalikan trend penyakit tidak menular yang semakin mengkhawatirkan,” ungkap Bupati perempuan pertama di Negeri 47 pulau ini.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, sebagaimana diketuai bahwa berbagai data dan penelitian, menunjukan bahwa trend tingkat kesakitan dan kematian PTM (hipertensi, diabetes, stroke, jantung. ginjal, dan lainny, red), sudah melampaui tingkat morbiditas dan mortalitas penyakit menular.

“Untuk itu pemerintah terus berupaya untuk melakukan pencegahan,” katanya. Masyarakat perlu mengetahui bahwa Posbindu itu berbeda dengan Posyandu. Perbedaan terutama pada sasaran. Pada Posyandu jelas Bupati, mencakup bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, serta wanita usia subur.

“Sedangkan sasaran Posbindu yakni kelompok masyarakat sehat, berisiko, dan penyandang PTM atau orang dewasa yang berumur 15 tahun ke atas. Tujuan Posbindu PTM adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mencegah dan menemukan secara dini faktor risiko PTM,” jelas Istri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara Dr Toni Supit SE MM ini, saat dikegiatan orientasi Posbindu PTM di Auditorium Kantor Bupati beberapa waktu lalu.

Dan dirinya pun berharap melalui kegiatan yang telah diikuti oleh seluruh kader di Kepulauan Sitaro beberapa waktu lalu, mereka mendapatkan pemahaman yang benar tentang Posbindu PTM. “Yang merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor resiko dan penyakit tidak menular secara mandiri dan berkesinambungan,” pungkas Bupati. (dew/ewa)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru