27C
Manado
Rabu, 27 Januari 2021

Pelaku Perjalanan Reaktif Langsung Dikarantina

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) tak henti-hentinya berusaha untuk membuat masyarakat terhindar dari virus corona.

Melalui Tim Satgas Penanganan Covid-19 Sitaro yang di ketuai oleh Bupati Evangelian Sasingen terus berupaya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan di air yang mengalir dengan menggunakan sabun, dan menjaga jarak).

Bahkan sesuai Surat Edaran Bupati Nomor 01/SE/I-2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Sitaro dalam point ke dua disampaikan kepada masyarakat Sitaro untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke luar daerah, kecuali urusan keluarga yang bersifat sangat penting.

Dan dalam point ke empat terkait dengan kegiatan pelaku perjalanan, di mana telah ditegaskan berbagai kebijakan yang wajib dipatuhi oleh semua pelaku perjalanan. Salah satunya pelaku perjalanan wajib memiliki hasil tes swab PCR negatif

Covid-19 atau hasil rapid test antigen non reaktif dari sejumlah fasilitas kesehatan yang sah seperti laboratorium dan klinik.

Ketentuan ini berlaku bagi pelaku perjalanan dengan ktp Sitaro, maupun non ktp Sitaro. “Jika tidak di lengkapi, maka pelaku perjalanan dengan ktp Sitaro harus mejalani rapid test antigen,” ungkap bupati.

Apabila hasilnya reaktif langsung di karantina di rumah singgah pemerintah kabupaten maupun rumah singgah di kampung. Dan terhadap pelaku perjalanan non ktp Sitaro akan dikembalikan ke daerah asal.

Karena tidak diperkenankan masuk ke wilayah Sitaro. “Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona di Sitaro,” tuturnya.

Setiap pelaku perjalanan tidak terkecuali wajib mengantongi swab antigen. Karena menurut Kepala Dinas Kesehatan Sitaro Semuel Raule, akurasinya lebih tinggi yakni mencapai 97 persen.

Swab antigen ini lebih akurat dibanding rapid test antibodi, sebab bisa mendeteksi langsung keberadaan antigen virus corona pada sampel.

Sehingga memang perlu digunakan kepada semua pelaku perjalanan. “Setidaknya hal ini sebagai skrining awal. Tujuannya agar lebih cepat memutus rantai penyebaran virus,” kuncinya. (cw-04/ewa)

Artikel Terbaru