26 C
Manado
Sabtu, 5 Desember 2020

Angka Stunting Sitaro Turun

MANADOPOST.ID–Selang dua tahun terakhir, angka stunting di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menurun.

Tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sitaro, pada tahun 2018 angka stunting berjumlah 34 kasus dan turun menjadi 11 kasus di tahun 2019.

“Dan dari 11 kasus tersebut yang telah normal 10 kasus, sehingga sisa satu,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sitaro Semuel Raule.

Menurut dia, penurunan angka stunting di Negeri 47 pulau ini bukan tanpa sebab, atau tanpa upaya dari pihak Dinkes dan kerja sama dari masyarakat. Tetapi semuanya atas kerja keras dari semua pihak.

Dan juga katanya, salah satu langka untuk menekan angka stunting di Sitaro adalah pihaknya menjaring hal tersebut lewat kegiatan di Posyandu yang tiap bulan dilaksanakan ditiap Puskesmas dan RS.

“Sehingga kami bisa menjaring kasus tersebut dari kegiatan-kegiatan Posyandu. Dan itu pun karena kegiatan Posyandu di Sitaro cakupannya bagus. Di atas 90 persen Balita tersebut juga hadir dalam kegiatan Posyandu,” beber Semuel.

Mungkin jika ada Balita yang tidak tercatat tapi masuk kategori stunting, hanya sedikit saja. Karena sejauh ini, pihaknya tetap berusaha agar semuanya bisa terdata.

Pun jika pihaknya menemukan adanya kasus tersebut, maka sedini mungkin mereka langsung intervensi. Dimana petugas gizi dari Puskesmas dan Dinkes langsung berkoordinasi, sebab mereka sudah ada Prosedur Tetap (Protap).

“Jadi kalau ada kasus tersebut, maka petugas gizi langsung akan intervensi dengan modelnya pemberian makanan tambahan. Atau kalau mungkin Balita tersebut kekurangan vitamin A, maka tentu akan diberikan vitamin A. Ya sesuai dengan kebutuhan si Balita,” katanya.

Bahkan pihaknya pun, memperbaiki protein kalori dimakanan. Dengan cara mengajarkan kepada orangtua membuat menu makanan kepada Balita.

“Jadi semua petugas gizi di tiap Puskesmas sudah diajarkan untuk kasus tersebut, jenis makanan yang dikonsumsi Balita apa, dan resepnya bagaimana. Dan itu juga mereka ajarkan kepada ibu-ibu Balita,” ujarnya.

Bahkan bukan stop disitu saja, tetapi dilakukan pemantauan seminggu atau dua minggu sekali untuk mengetahui perkembangan Balita. Dan selalu dimemonitor oleh petugas kesehatan melalui Puskesmas.

Dan setelah semuanya sudah dilakukan oleh petugas katanya, maka ditambah dengan penyuluhan terus menerus oleh Puskesmas tiap-tiap Posyandu. Apabila misalnya berat badan Balita mulai turun agar orangtua segera melaporkan.

“Jika terlambat dilaporkan oleh orangtua maka tentu akan makin buruk dan berakibat fatal. Sehingga perlunya kecepatan orangtua dalam melaporkan kasus semacam ini. Jangan berpikir biayanya, tetapi datanglah terlebih dulu tetap akan dilayani. Karena kami ada untuk melayani masyarakat Sitaro,” ujarnya sembari menambahkan, apa yang dilakukan Dinkes Sitaro itu bukan hal yang luar biasa tapi hanya sederhana. “Asalkan dikerjakan dengan segenap hati,” pungkasnya. (cw-04/ite)

-

Artikel Terbaru

Jasa Raharja Salur 35,1 Miliar Santunan Lakalantas

Hingga November PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Utara telah menyerahkan santunan kecelakaan lalu lintas sebesar Rp 35,1 miliar.

Tidak Perlu Percaya Hoax, PAHAM Masih Teratas

Pendukung fanatik dan militan paslon wali kota Manado Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) dan wakil wali kota Harley Mangindaan (AiM) tidak perlu merasa terganggu dengan upaya pembentukan opini miring yang disampaikan oleh lawan-lawan politik PAHAM terkait dengan hasil riset yang dilakukan lembaga survei Indobarometer yang menempatkan elektabilitas paslon PAHAM sudah mencapai 39,5 persen atau selisih 12,2 persen dengan paslon berikutnya.

Diutus Khusus, Pdt Arina dan Pelsus GMIM Doakan PAHAM

Masuknya nama Wakil Ketua Komisi W/KI Sinode GMIM Penatua Prof DAr Julyeta Amelia Paulina Runtuwene MS (JPAR) dan Ketua Komisi P/KB Wilayah Manado Timur IV Penatua Dr Harley Mangindaan, dalam daftar calon wali kota dan wakil wali kota Manado yang akan bertarung dalam pilkada 9 Desember mendatang, rupanya menjadi perhatian khusus BPMS GMIM.

Taman Baca Beroperasi 2021

Semakin berkembangnya zaman, namun disayangkan minat baca masyarakat semakin minim.

Bagi-Bagi Masker Gratis Cegah Covid-19

UPTD Puskesmas Boroko Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) turut serta mengampanyekan Gerakan Bersama (Gema) 3M Lawan Covid-19.