30 C
Manado
Jumat, 4 Desember 2020

Sitaro Kembali Karantina Pelaku Perjalanan

MANADOPOST.ID–Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mulai Senin (16/11) hari ini, para pelaku perjalanan akan kembali di karantina selama 14 hari di rumah singgah.

Tindakan ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), karena terdapat 2 kasus positif Covid-19 di Kecamatan Siau Timur (Sitim).

Bupati Sitaro Evangelian Sasingen menyampaikan di grub gugus tugas Covid-19, sesuai dengan kesepakatan kita pada rapat beberapa hari lalu, akan diaktifkan lagi pemeriksaan setiap orang yang masuk ke Sitaro.

Bupati juga meminta kepada tim Satgas untuk segera di tindak lanjuti hal tersebut. “Karena ini sudah ada kejadian, dua minggu yang lalu ada seseorang dokter mengunjungi keluarganya di Tagulandang untuk mengikuti ibadah 40 malam, hari Kamis lalu dokter meninggal karena Covid. Istrinya juga positif dan sementara di rawat.

“Dengan kejadian ini, maka kita perlu perketat dan waspada lagi bagi orang masuk Sitaro dan para pelaku perjalanan,” ungkap bupati sembari mengingatkan agar ini menjadi perhatian bagi kita semua. “Bagi seluruh warga masyarakat yang saya cintai, diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sitaro Semuel Raule membeber, hasil kesepakatan tersebut direncanakan akan diterapkan mulai Senin (16/11), dimana pelaku perjalanan yang baru tiba di Sitaro akan dikarantina selama 14 hari, jika kedapatan reaktif. Karantina berlaku bagi yang kedapatan rapid test reaktif.

Lanjutnya, khusus untuk orang yang luar Sitaro atau berkunjung ke Sitaro wajib menunjukan hasil laboratorium minimal rapid non reaktif.

“Dan jika mereka berangkat dari Manado tidak sempat di rapid, akan di rapid di pelabuhan. Dan misalkan ketahuan hasilnya reaktif, langsung kita karantina di rumah singgah pemerintah di KPU yang dekat Resort. Dan rapid test itu bayar sesuai Perda 140 ribu per orang,” kata Semuel.

Menurut Semuel, yang lalu rapid test itu gratis atau di tanggung oleh pemerintah. Atau juga saat di screening masal itu gratis. Namun untuk kali ini, bagi para pelaku perjalanan sesuai Perda harus membayar 14 ribu saat dirapid.

Tapi hal ini tak berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantongi surat tugas. “Jadi misalnya ada pegawai yang melaksanakan Tugas Luar (TL) dan mengantongi surat tugas, maka tidak akan membayar. Nah, kalau tidak membawah surat tugas tentu sama dengan masyarakat, harus tetap bayar sesuai Perda 140 ribu. Semua sama tidak ada yang dibeda-bedakan,” jelasnya.

Dan bagi warga Sitaro yang akan ke luar daerah lanjut Semuel, sebaiknya mereka mengantongi surat keterangan berbadan sehat dari puskesmas dan tidak perlu di rapid test.

“Jadi itu wajib bagi siapa pun. Dan data kasus yang terkonfirmasi Covid-19 di Sitaro sebanyak 38 karena ketambahan 2 kasus baru-baru ini.  Dimana 1 meninggal, 35 sudah sembuh, dan 2 sementara dirawat di rumah sakit (RS). Karena peningkatan 2 ini, maka kami musti lebih ketat lagi,” tuturnya.

Dan untuk 2 pasien yang terkonfirmasi tersebut masih sementara di isolasi, satunya di RS Sawang dan satunya lagi isolasi mandiri dengan keluarganya di rumah. Karena hanya mereka bertiga di rumah.  “Tapi kami tetap memantau terus. Jadi sebenarnya 2 orang ini pasien rumah sakit yang harus di screening, dan mendapatkan hasil yang positif covid-19,” bebernya.

Ditambahkan Semuel, Satgas penanganan Covid-19 Sitaro akan lebih memperketat atau memperkuat lagi protokol kesehatan di tiap pintu masuk Sitaro. “Jadi tim Satgas penanganan Covid-19 Sitaro akan kembali memperketat pengawasan di tiap pintu masuk Sitaro, karena memang akhir-akhir ini terjadi lonjakan penumpang. Maka ini yang harus kita waspadai, jangan sampai kita kebobolan lagi,” pungkasnya. (cw-04/ite)

-

Artikel Terbaru

Desa Wisata Penglipuran Batasi Kapasitas Pengunjung Hingga 50%

Selalu ada hal menarik untuk diceritakan mengenai Pulau Dewata Bali, salah satunya adalah Desa Penglipuran yang terletak di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali.

Desa Wisata Candirejo Borobudur Tawarkan Sensasi Budaya Jawa

Salah satu desa wisata tradisional yang terkenal #DiIndonesiaAja adalah Desa Penglipuran, Bali. Nah, selain itu, masih banyak desa wisata tradisional lain, termasuk yang lokasinya tak jauh dari Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Bajeto 341 Lingkungan Solid Menangkan JGE-VB

Kekuatan pendukung dan simpatisan Pasangan Calon (Paslon) Jilly Gabriella Eman-Virgie Baker, (JGE-VB) kian hari terus bertambah.

Pilih Mor, Rekaman Bersama Enda Ungu

Personel Band Ungu Franco Medjaya Kusumah atau akrab disapa Enda, menunjukkan keseriusannya memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan-Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP).

VAP – HR Merajai Pelosok Sulut

Sosok calon Gubernur Sulut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh yang selalu peduli masyarakat kecil, terus dicintai warga hingga di daerah pelosok di 15 kabupaten/kota se-Sulut.