28 C
Manado
Minggu, 16 Mei 2021
spot_img

Pertumbuhan Ekonomi Sitaro 2020 Meningkat

MANADOPOST.ID — Secara makro, kinerja perekonomian Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6,7 persen atau mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar 6,66 persen.

Hal tersebut disampaikan bupati pada saat menyampaikan pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) kepala daerah tahun anggaran 2020. Lebih lanjut bupati menjelaskan, bahwa capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan kabupaten berbasis misi dan urusan pemerintahan dua diantaranya adalah sebagai berikut.

Misi pertama yakni, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan melayani, serta demokratis dan menunjung supremasi hukum. Dan selama rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat yang semakin variatif kebutuhannya, maka dibutuhkan kinerja aparatur yang profesional, berkinerja tinggi dan berorientasi melayani masyarakat termasuk penataan kelembagaannya yang efektif dan efisien, melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang berlandaskan pada prinsip Good Governance and Clean Government.

Pada pembangunan bidang hukum, pemerintah kabupaten Kepulauan Sitaro berhasil membuat peraturan daerah dan peraturan bupati. Dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan antar sesama. “Ditahun 2020 pula, pemerintah daerah melakukan berbagai upaya melalui penyuluhan dan pembinaan dengan harapan terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Negeri 47 Pulau tercinta,” ucap bupati.

Pun pada misi kedua, dimana pemerintah memperkuat kualitas layanan pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kemandirian masyarakat. Beberapa variabel utama yang sangat menentukan tercapainya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di antaranya layanan pendidikan dan kesehatan.

“Layanan pendidikan yang dimaksud mencakup infrastruktur pendidikan yang berkualitas serta menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkannya. Selanjutnya, layanan kesehatan yang wajib dipenuhi adalah ketersediaan layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan memadai sesuai Standar Pelayanan Minimal pada setiap Unit Layanan Kesehatan, yakni Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah, serta ketersediaan infrastruktur dan tenaga kesehatan yang berkualitas,” tutur orang orang nomor satu di Buki Karamando ini.

Di samping bidang pendidikan dan kesehatan lebih lanjut disampaikan bupati, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) perlu dilakukan melalui upaya pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan lingkungan sosial yang produktif sehingga mampu mendorong kemandirian, baik secara individu maupun kelompok masyarakat, mampu mengarahkan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas, serta kapasitas dalam menghadapi dinamika pembangunan.

“Kemandirian masyarakat dipandang perlu untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap program stimulan pemerintah,” pungkas Istri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara Dr Toni Supit. (cw-04/ewa)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru