27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Sekolah Sitaro Perpanjang Belajar Daring

MANADOPOST.ID—Pembelajaran daring di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali diperpanjang hingga 31 Agustus 2021.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey Nomor: 440/21.4749/Sekr-Dinkes tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Sitaro Budiarto Mukau, penerapan tersebut dilakukan karena Kepulauan Sitaro kembali masuk zona merah. “Sehingga siswa SD dan SMP di Sitaro tetap belajar daring sampai 31 Agustus mendatang,” jelas Mukau.

Memang diakuinya dari 93 kampung/kelurahan yang tersebar di Kepulauan Sitaro masih ada 29 wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Namun hal ini telah dipikirkan oleh tenaga pendidik bagaimana caranya untuk melakukan pembelajaran meski tak ada jaringan, namun tak mengabaikan penerapan protokol kesehatan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Untuk sekolah-sekolah yang tidak memiliki jaringan internet maka mereka melakukan pembelajaran secara luring. Jadi setiap sekolah mengantar materi ke siswa namun tidak menjelaskan. Bahkan juga ke sekolah meminta bantuan orang tua untuk mengambil secara langsung buku pembelajaran di sekolah serta memberikan pengertian kepada orangtua siswa. Itu inisiatif dari sekolah-sekolah,” kuncinya. (dew)

MANADOPOST.ID—Pembelajaran daring di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali diperpanjang hingga 31 Agustus 2021.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey Nomor: 440/21.4749/Sekr-Dinkes tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Sitaro Budiarto Mukau, penerapan tersebut dilakukan karena Kepulauan Sitaro kembali masuk zona merah. “Sehingga siswa SD dan SMP di Sitaro tetap belajar daring sampai 31 Agustus mendatang,” jelas Mukau.

Memang diakuinya dari 93 kampung/kelurahan yang tersebar di Kepulauan Sitaro masih ada 29 wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Namun hal ini telah dipikirkan oleh tenaga pendidik bagaimana caranya untuk melakukan pembelajaran meski tak ada jaringan, namun tak mengabaikan penerapan protokol kesehatan.

“Untuk sekolah-sekolah yang tidak memiliki jaringan internet maka mereka melakukan pembelajaran secara luring. Jadi setiap sekolah mengantar materi ke siswa namun tidak menjelaskan. Bahkan juga ke sekolah meminta bantuan orang tua untuk mengambil secara langsung buku pembelajaran di sekolah serta memberikan pengertian kepada orangtua siswa. Itu inisiatif dari sekolah-sekolah,” kuncinya. (dew)

Most Read

Artikel Terbaru

/