26C
Manado
Kamis, 25 Februari 2021

Gelombang Pasang Hantam Dua Rumah di Sitaro

MANADOPOST.ID—Ditengah kondisi cuaca ekstrem yang kini masih terjadi di wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) khususnya di wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) maka pemerintah kabupaten terus mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati.

Sampai sekarang ini, Bumi Mandolokang Kolo-kolo masih dihantui dengan cuaca ekstrem seperti gelombang pasang yang terjadi di Kampung Balirangen Kecamatan Siau Tomur Selatan (Sitimsel) pada hari Sabtu 20 Februari 2021 sekira pukul 09.30 WITA.

“Jadi pada kemarin (Sabtu, red) pukul 09.30 WITA di Kampung Balirangen Kecamatan Siau Timur Selatan terjadi gelombang pasang yang mengakibatkan dua unit rumah rusak ringan,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sitaro Bob CH Wuaten.

Menurut Bob sapaan akrabnya, patut disyukuri meski terjadi gelombang pasang di Kampung Balirangen namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, ada 45 KK atau sebanyak 175 jiwa yang berada di lokasi pengungsian.

“Jadi ada 175 jiwa dari 45 KK yang berada di lokasi pengungsian di Sekolah Dasar YPK GMIST Efrata Balirangeng dan juga berada di rumah keluarga para pengungsi. Untuk korbannya nihil atau tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Dibeberkan Bob, saat pihaknya mendapatkan informasi dari pemerintah kampung maupun kecamatan maka pemerintah kabupaten melalui BPBD atau dinas terkait secara cepat memberikan penanganan darurat berupa bantuan peralatan tidur (Matras, red) sebanyak 45 buah, selimut sebanyak 45 buah dan tikar sebanyak 90 buah.

“Tentu juga pemeirntah telah memberikan bantuan logistik kepada pengungsi atau masyarakat yang terdampak akibat gelombang pasang,” katanya.

“Dalam pemberian bantuan ke lokasi kejadian yaitu di Kampung Balirangen ada beberapa dinas terkait diantaranya empat orang dari Dinas Sosial Kepulauan Sitaro, enam orang dari BPBD, satu orang dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan dua orang dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta pemerintah Kampung Balirangeng,” beber Bob.

Terpisah Pemerintah Kampung Redaengs Antameng menyampaikan, bahwa setelah gelombang pasang terjadi di pantai Kampung Balirangen dan mengakibatkan dua rumah masyarakat terjadi kerusakan ringan dirinya secara cepat mengimbau kepada masyarakat untuk mengungsi ke dataran tinggi.

Bahkan dirinya pun langsung turun ke lokasi kejadian untuk memantau langsung serta mengimbau kepada masyarakat yang lain untuk membantu dan menyelamatkan mereka yang terdampak akibat gelombang pasang, serta mengimbau kepada mereka untuk dapat mengevakuasi barang-barang yang bisa di bawah atau diangkut. “Karena pimpinan itu ketika ada peristiwa seperti ini, harus wajib ke lapangan jangan adanya diam saja dirumah. Pimpinan tidak bisa meninggalkan masyarakatnya dalam situasi bencana seperti ini,” tuturnya.

Pun dirinya menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah kabupaten yang sudah secara cepat merespon adanya situasi yang mendesak dan sangat membutuhkan bantuan, sehingga masyarakat di kampung Balirangeng atau pengungsi telah mendapatkan bantuan.

“Untuk itu terima kasih kepada Ibu Bupati, Yth ibu Evanglien Sasingen, yang sudah mendengarkan dan mengabulkan permohonan bantuan bagi warga kampung yang terdampak gelombang tinggi. Pun terima kasih juga kepada dinas terkait yang telah membawah bantuan kepada masyarakat terdampak. Dari kami pemerintah kampung Balirangen bukti nyata cekatan kepedulian ibu bupati lewat bantuan yang sudah disalurkan oleh badan dan dinas terkait Kabupaten Kepulauan Sitaro. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya ibu bupati, atas nama keluarga besar masyarakat Kampung Balirangen menghaturkan banyak terima kasih atas kepeduliannya,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Kepulauan Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sitaro agar tetap berhati-hati dan tetap waspada cuaca ekstrem.

“Untuk masyarakat di Kampung Balirangen tetap jaga kesehatan dan tetap berdoa. Bahkan hal ini pun berlaku bagi seluruh masyarakat. Tetap semangat dan jaga kesehatan serta waspada dengan cuaca. Tuhan sertai kita semua,” ucap istri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut Dr Toni Supit ini. (cw-04/ewa)

Artikel Terbaru