alexametrics
32.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Naik Transportasi Umum, Pejabat dan ASN di Sitaro Langsung Diisolasi

MANADOPOST.ID–Rumah singgah di Kepulauan Sitaro mulai ditempati puluhan Pelaku Perjalanan (PP).

Menariknya, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sitaro tampak dikarantina di rumah singgah yang disediakan Pemda.

Terpantau Kabag Ekonomi Setda Hesky Manalang, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil) Sitaro Sem Makasiahe, dan beberapa ASN lainnya menempati rumah singgah Gedung Sentra IKM Ondong, Kecamatan Siau Timur (Sitim), Selasa (26/5) kemarin.

“Mereka masuk rumah singgah, karena melakukan perjalanan dari Tagulandang ke Siau pada Senin (25/5) kemarin. Setibanya mereka di Pelabuhan, langsung diarahkan petugas dan tim gugus tugas Untuk melakukan Rapid test dan selanjutnya masuk rumah singgah,” ungkap Bupati Evangelian Sasingen.

Ditegaskan Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19, dirinya memberikan instruksi kepada tim gugus tugas bahwa semua PP apalagi yang berasal dari zona merah wajib diisolasi.

Mereka yang masuk rumah singgah memang tidak berasal dari zona merah. Mereka dari Tagulandang masuk Siau. Tapi, karena mereka menggunakan transporatsi umum, jadi harus isolasi masuk rumah singgah.

“Di kapal mereka bukan hanya sendiri, ada penumpang yang berasal dari zona merah yaitu dari Manado, karena Rute kapal KM. Majestic Kawanua 2 dari Manado-Tagulandang-Siau. Karena itu mereka wajib isolasi,” ucapnya.

Terkait masyarakat bukan ASN dan THL sebut Bupati, jika di kampung ada rumah singgah, maka mereka diarahkan di kampung masing-masing.

Nama-nama penumpang lengkap ada di tim gugus tugas. Jadi setiba di Pelabuhan langsung di koordinasikan dengan kapitalau/lurah dan perangkat kampung untuk direkomendasikan melakukan isolasi di rumah singgah di masing-masing kampung.

“Teknisnya diatur oleh pemerintah kampung/kelurahan,” terangnya.

Menurut Bupati, bagi kampung yang tidak memiliki rumah singgah maka diarahkan masuk ketempat rumah singgah yang telah disediakan Pemda.

Untuk wilayah Siau di Gedung Sentra Gedung TK Mabura Kecamatan Siau Timur dan di Gedung Sentra IKM Kecamatan Siau Barat. Tagulandang di Gedung BLK di Kecamatan Tagulandang, dan di Biaro di Gedung Pasar Lamanggo Kecamatan Biaro.

Tentu untuk berjalan baik dan efektifnya langkah ini, membutuhkan dukungan semua pihak dan ketulusan melaksanakan.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan dukungan semua elemen termasuk dukungan masyarakat. Baagi mereka melakukan perjalanan dari zona merah harap masuk rumah singgah,” katanya.

“Personil kami terbatas, baik personil Pemkab, Personil TNI/Polri, dan Personil tenaga kesehatan. Tidak mungkin kami mengawasi full 24 jam. Mulai dari masuk Pelabuhan, masuk rumah isolasi dan sampai mereka melaksankan isolasi 14 hari. Tentu ada jam-jam tertentu kami mengawasi setiap hari. Karena itu, butuh juga dukungan semua pihak termasuk masyarakat. Jika ada kekurangan dalam langkah ini, mohon masukan masyarakat, tapi juga mohon dilengkapi kekurangan kami,” harap Sasingen.

Tentu pemerintah sangat berharap, tidak ada satu pun masyarakat yang terjangkit Covid-19.

“Karena itu kami terus bekerja dan bekerja. Kami pun tidak sempurna, karena itu mohon juga dilengkapi kekurangan kami, mohon pengertian, mohon dukungan dan mohon kerjasama masyarakat dan semua unsur yang ada di Sitaro, agar Sitaro tetap aman,” harap Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sitaro Semuel Raule menjelaskan, sebelum masuk mereka wajib rapid test. Jika reaktif, tentu bukan rumah singgah tempatnya, langsung diisolasi di Puskesmas terdekat atau Rumah Sakit daerah untuk penanganan lebih lanjut.

“Protapnya sudah begitu. Untuk saat ini sekitaran 19 orang yang menempati rumah singgah,” tambah Semuel. (cw-04/jen)

MANADOPOST.ID–Rumah singgah di Kepulauan Sitaro mulai ditempati puluhan Pelaku Perjalanan (PP).

Menariknya, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sitaro tampak dikarantina di rumah singgah yang disediakan Pemda.

Terpantau Kabag Ekonomi Setda Hesky Manalang, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil) Sitaro Sem Makasiahe, dan beberapa ASN lainnya menempati rumah singgah Gedung Sentra IKM Ondong, Kecamatan Siau Timur (Sitim), Selasa (26/5) kemarin.

“Mereka masuk rumah singgah, karena melakukan perjalanan dari Tagulandang ke Siau pada Senin (25/5) kemarin. Setibanya mereka di Pelabuhan, langsung diarahkan petugas dan tim gugus tugas Untuk melakukan Rapid test dan selanjutnya masuk rumah singgah,” ungkap Bupati Evangelian Sasingen.

Ditegaskan Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19, dirinya memberikan instruksi kepada tim gugus tugas bahwa semua PP apalagi yang berasal dari zona merah wajib diisolasi.

Mereka yang masuk rumah singgah memang tidak berasal dari zona merah. Mereka dari Tagulandang masuk Siau. Tapi, karena mereka menggunakan transporatsi umum, jadi harus isolasi masuk rumah singgah.

“Di kapal mereka bukan hanya sendiri, ada penumpang yang berasal dari zona merah yaitu dari Manado, karena Rute kapal KM. Majestic Kawanua 2 dari Manado-Tagulandang-Siau. Karena itu mereka wajib isolasi,” ucapnya.

Terkait masyarakat bukan ASN dan THL sebut Bupati, jika di kampung ada rumah singgah, maka mereka diarahkan di kampung masing-masing.

Nama-nama penumpang lengkap ada di tim gugus tugas. Jadi setiba di Pelabuhan langsung di koordinasikan dengan kapitalau/lurah dan perangkat kampung untuk direkomendasikan melakukan isolasi di rumah singgah di masing-masing kampung.

“Teknisnya diatur oleh pemerintah kampung/kelurahan,” terangnya.

Menurut Bupati, bagi kampung yang tidak memiliki rumah singgah maka diarahkan masuk ketempat rumah singgah yang telah disediakan Pemda.

Untuk wilayah Siau di Gedung Sentra Gedung TK Mabura Kecamatan Siau Timur dan di Gedung Sentra IKM Kecamatan Siau Barat. Tagulandang di Gedung BLK di Kecamatan Tagulandang, dan di Biaro di Gedung Pasar Lamanggo Kecamatan Biaro.

Tentu untuk berjalan baik dan efektifnya langkah ini, membutuhkan dukungan semua pihak dan ketulusan melaksanakan.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan dukungan semua elemen termasuk dukungan masyarakat. Baagi mereka melakukan perjalanan dari zona merah harap masuk rumah singgah,” katanya.

“Personil kami terbatas, baik personil Pemkab, Personil TNI/Polri, dan Personil tenaga kesehatan. Tidak mungkin kami mengawasi full 24 jam. Mulai dari masuk Pelabuhan, masuk rumah isolasi dan sampai mereka melaksankan isolasi 14 hari. Tentu ada jam-jam tertentu kami mengawasi setiap hari. Karena itu, butuh juga dukungan semua pihak termasuk masyarakat. Jika ada kekurangan dalam langkah ini, mohon masukan masyarakat, tapi juga mohon dilengkapi kekurangan kami,” harap Sasingen.

Tentu pemerintah sangat berharap, tidak ada satu pun masyarakat yang terjangkit Covid-19.

“Karena itu kami terus bekerja dan bekerja. Kami pun tidak sempurna, karena itu mohon juga dilengkapi kekurangan kami, mohon pengertian, mohon dukungan dan mohon kerjasama masyarakat dan semua unsur yang ada di Sitaro, agar Sitaro tetap aman,” harap Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sitaro Semuel Raule menjelaskan, sebelum masuk mereka wajib rapid test. Jika reaktif, tentu bukan rumah singgah tempatnya, langsung diisolasi di Puskesmas terdekat atau Rumah Sakit daerah untuk penanganan lebih lanjut.

“Protapnya sudah begitu. Untuk saat ini sekitaran 19 orang yang menempati rumah singgah,” tambah Semuel. (cw-04/jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/