25.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Terjerat Kasus Dandes, Mantan PMD Sitaro Jalani Sidang Pertama di PN Tipikor Manado

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) NT Alias Erens yang berstatus tersangka bersama penyedia barang AM alias Alex menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Manado, Jumat (27/5) dengan agenda pembacaan dan surat dakwaan.

Keduanya terjerat kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (dandes) TA 2020 untuk proyek pengadaan lampu jalan Solar Cell yang menimbulkan kerugian negara mencapai Rp. 692.902.000.

“Hari ini, kedua terdakwa (tersangka, red) menjalani sidang pertama dengan agenda pembacaan dan surat dukwaan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Manado,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sitaro Aditia Aelma Ali SH MH melalui Plt Kasi Intelijen Syaifu Arif SH.

Menurut Arif yang juga Humas Kejari Sitaro, saat ini (pukul 13.21, red) proses persidangan belum dimulai karena masih mengantri di PN Manado. Dan kedua tersangka berada di ruang tunggu tahanan untuk menunggu giliran sidang. “Sidang belum mulai. Masih antri di PN Tipikor Manado,” bebernya.

- Advertisement -

Diketahui, kedua tersangka terjerat kasus dugaan Tipidkor anggaran dandes TA 2020
proyek pengadaan lampu jalan Sollar Cell di 9 desa di Sitaro di antaranya, Apelawo, Dompase, Batusenggo, Talawid, Kapeta, Makoa, Lai, Mahangiang dan Laingpatehi, dengan total Anggaran Rp.1.083.500.000.

Dan berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas pekerjaan pengadaan lampu jalan sollar cell tahun 2020 dengan nomor : 009 / LHP-AI/INSPEK/XII-2021 tanggal 9 Desember 2021 diperoleh kerugian sebesar Rp. 692.902.000. “Namun saat ini sudah dikembalikan uang sejumlah Rp. 120.000.000,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sitaro Aditia Aelma Ali SH MH.

Kedua tersangka dianggap melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke–1 KUHP, Pasal 3 Jo. pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo, Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. “Dengan ancaman 4 tahun untuk Pasal 2 dan 1 tahun untuk Pasal 3,” tukasnya. (dewi)

MANADOPOST.ID – Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) NT Alias Erens yang berstatus tersangka bersama penyedia barang AM alias Alex menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Manado, Jumat (27/5) dengan agenda pembacaan dan surat dakwaan.

Keduanya terjerat kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (dandes) TA 2020 untuk proyek pengadaan lampu jalan Solar Cell yang menimbulkan kerugian negara mencapai Rp. 692.902.000.

“Hari ini, kedua terdakwa (tersangka, red) menjalani sidang pertama dengan agenda pembacaan dan surat dukwaan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Manado,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sitaro Aditia Aelma Ali SH MH melalui Plt Kasi Intelijen Syaifu Arif SH.

Menurut Arif yang juga Humas Kejari Sitaro, saat ini (pukul 13.21, red) proses persidangan belum dimulai karena masih mengantri di PN Manado. Dan kedua tersangka berada di ruang tunggu tahanan untuk menunggu giliran sidang. “Sidang belum mulai. Masih antri di PN Tipikor Manado,” bebernya.

Diketahui, kedua tersangka terjerat kasus dugaan Tipidkor anggaran dandes TA 2020
proyek pengadaan lampu jalan Sollar Cell di 9 desa di Sitaro di antaranya, Apelawo, Dompase, Batusenggo, Talawid, Kapeta, Makoa, Lai, Mahangiang dan Laingpatehi, dengan total Anggaran Rp.1.083.500.000.

Dan berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas pekerjaan pengadaan lampu jalan sollar cell tahun 2020 dengan nomor : 009 / LHP-AI/INSPEK/XII-2021 tanggal 9 Desember 2021 diperoleh kerugian sebesar Rp. 692.902.000. “Namun saat ini sudah dikembalikan uang sejumlah Rp. 120.000.000,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sitaro Aditia Aelma Ali SH MH.

Kedua tersangka dianggap melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke–1 KUHP, Pasal 3 Jo. pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo, Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. “Dengan ancaman 4 tahun untuk Pasal 2 dan 1 tahun untuk Pasal 3,” tukasnya. (dewi)

Most Read

Artikel Terbaru

/